Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Pemerintah Siapkan Rp 100,1 T

Pemulihan pascabencana Sumatera mencakup infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemulihan ekonomi masyarakat.

Diterbitkan 23 September 2026, 19:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah alokasikan Rp 100,1 T untuk rehabilitasi pascabencana di Sumatera.
  • Fokus rehabilitasi meliputi pendidikan, infrastruktur, kesehatan, pertanian, dan perikanan.
  • Penanganan bencana di Aceh, Sumut, Sumbar akan diperbarui secara berkala setiap pekan.

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan pemerintah pusat terus bekerja memulihkan dampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas PRR menyatakan, pemerintah menyiapkan total anggaran sebesar Rp 100,1 triliun selama tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.

"Ini kan menjadi bukti bahwa pemerintah, terutama pemerintah pusat tidak tinggal diam dengan peristiwa bencana Sumatera. Dan kita sudah bekerja betul-betul masif di tahap rehab dan rekon ini," terang Tito usai Rapat Koordinasi Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumut, Sumbar di Bidang Pendidikan yang berlangsung di Posko Satgas PRR, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Tito memastikan penanganan oleh masing-masing kementerian/lembaga akan diperbarui secara berkala setiap pekan. Pada pekan ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar di 4.922 satuan pendidikan sudah berjalan 100 persen.

"Nanti akan ada penjelasan berikutnya di minggu berikutnya dan minggu-minggu seterusnya. Menteri PU (Pekerjaan Umum) mungkin akan menjelaskan bagaimana perbaikan akses jalan, jembatan, sungai, dan lain-lain yang jumlahnya juga masif," urainya.

 

Fokus Rehabilitasi

Dalam kesempatan tersebut, Tito menyebut tahap rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga akses kesehatan hingga aspek ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Ia mencontohkan langkah yang telah dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalui program pemulihan sawah-sawah yang terdampak. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) fokus pada pemulihan tambak warga yang terdampak.

"Meskipun di lapangan sebetulnya banyak yang bersentuhan sudah tahu, tapi penjelasan umum perlu kita lakukan. Kita akan lakukan penjelasan itu setiap minggu," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6