Qantas Jual Tiket Penerbangan Nonstop New York-Sydney Mulai 2027

Rute penerbangan New York-Sydney ini mencapai 18 jam, dan mendekati rute penerbangan nonstop terpanjang di dunia.

Diterbitkan 23 September 2026, 19:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Qantas Airways berencana mulai menjual tiket penerbangan langsung tanpa transit (nonstop) pertamanya untuk rute New York ke Sydney pada Agustus 2027. Penerbangan maskapai Qantas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028.

Maskapai asal Australia ini juga sedang mematangkan detail untuk rute jarak sangat jauh lainnya menggunakan pesawat airbus khusus.

Nantinya, rute New York-Sydney akan memakan waktu sekitar 18 jam. Durasi tersebut mendekati rekor penerbangan nonstop terpanjang di dunia yang saat ini mencapai lebih dari 19 jam. Rekor tersebut dipegang oleh Singapore Airlines melalui rute dari Bandara Internasional John F. Kennedy di New York menuju Singapura.

Qantas diperkirakan merebut rekor tersebut pada September-November 2027 saat meluncurkan penerbangan nonstop rute London dari Heatrow Airport menuju Sydney yang memakan waktu sekitar 20 jam. Durasi penerbangan tersebut bervariasi tergantung pada arah perjalanan dan waktu pelaksanaan penerbangan.

Dikutip dari CNBC, Rabu (23/9/2026), CEO Qantas, Vanessa Hudson mengatakan penerbangan baru tersebut hadir menjawab tingginya permintaan pelanggan terhadap rute jarak sangat jauh lainnya, yaitu rute Perth, Australia ke London. Penerbangan tersebut memakan waktu lebih dari 17 jam dan dioperasikan menggunakan pesawat Boeing 787 Dreamliner.

"Hal yang bisa kami pelajari dari pengalaman tersebut adalah bahwa memang ada pelanggan yang menginginkan layanan ini dan bersedia membayar harga premium untuk mendapatkannya," ujarnya dalam sebuah wawancara di New York.

Ia juga menambahkan para pelancong ingin menghindari keharusan transit di bandara lain.

 

 

Penerbangan akan Dijalankan Menggunakan Pesawat Khusus

Penerbangan jarak jauh ini menggunakan pesawat khusus, yaitu Airbus A350-1000 ULR (Ultra-Long Range) dilengkapi dengan kabin kelas satu, kelas bisnis, ekonomi premium, dan ekonomi standar. Pesawat-pesawat tersebut memiliki tangki bahan bakar tambahan untuk menempuh perjalanan ini.

Sementara itu, Singapore Airlines, yang saat ini memegang rekor penerbangan nonstop terpanjang di dunia, mengoperasikan rute New York-Singapura dengan menyediakan kursi kelas bisnis dan ekonomi premium.

Sebagai bagian dari projek penerbangan jarak sangat jauh yang disebut “Project Sunrise”, Qantas telah menghabiskan waktu bertahun-tahun bekerja sama dengan para ilmuwan yang meneliti tentang tidur untuk memahami dampak jet lag.

Hudson mengatakan, Qantas telah mencari cara untuk meminimalkan dampak perjalanan jarak jauh, misalnya dengan menerapkan skema pencahayaan khusus agar pelanggan dapat menyesuaikan diri dengan zona waktu di destinasi tujuan mereka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6