Uji Kelayakan 25 Calon Dubes Rampung, Hasil Belum Dibuka

Dave Laksono menyebut pengumuman akan dilakukan pemerintah.

Diterbitkan 23 September 2026, 19:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komisi I DPR merampungkan uji kepatutan dan kelayakan 25 calon duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (Dubes LBBP) yang diajukan pemerintah. Hasilnya telah disepakati untuk diserahkan kepada pimpinan DPR dan diteruskan kepada Presiden.

"Kita sudah mendengar program kerja yang disampaikan oleh masing-masing calon dubes yang tadi diajukan oleh pemerintah. Dan hasilnya sudah kita sepakati untuk kita lanjutkan ke tahap selanjutnya," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Meski demikian, Politikus Golkar ini belum mengungkap apakah seluruh 25 nama tersebut mendapat persetujuan Komisi I DPR.

"Karena sifat rapat yang tadi itu tertutup, sehingga kita tidak bisa mengumumkan apapun yang berkaitan yang lebih substantif. Jadi, yang sudah selesai, kita sudah merangkumnya dan akan kita laporkan kepada pimpinan DPR," tutur Dave.

Saat ditanya apakah ada calon yang diganti atau seluruh nama dalam daftar sebelumnya disetujui, Dave menyerahkan pengumuman tersebut kepada pemerintah.

"Nanti biar pemerintah yang mengumumkan. Siapa, bagaimana hasilnya," katanya.

Dave pun belum memastikan kapan hasil tersebut diumumkan. "Prosesnya berlangsung," tutup dia.

Daftar Calon

Sebelumnya,  25 calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBPP) akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan.

Berikut daftarnya:

  1. Irawan Ronodipuro untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, berkedudukan di Beijing.
  2. Baringin M.H. Panggabean untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan IMO, berkedudukan di London.
  3. Desra Percaya untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan, berkedudukan di New Delhi.
  4. Iwan Freddy Hari Susanto untuk Kerajaan Hasyimiyah Yordania, berkedudukan di Amman.
  5. R. Heru Hartanto Subolo untuk Republik Yunani, berkedudukan di Athena.
  6. Azis Nurwahyudi untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda serta Federasi Saint Kitts dan Nevis, berkedudukan di Bogota.
  7. Sigit Suryantoro Widiyanto untuk Republik Demokratik Timor Leste, berkedudukan di Dili.
  8. Albert Abdi untuk Republik Tanzania, berkedudukan di Dar Es Salaam.
  9. R. Sigit Witjaksono untuk Republik Sudan, berkedudukan di Khartoum.
  10. Darianto Harsono untuk Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka merangkap Republik Maladewa, berkedudukan di Kolombo.
  11. Winanto Adi untuk Kuwait, berkedudukan di Kuwait City.
  12. Epiphania Riris Wusananingdyah untuk Republik Peru merangkap Republik Plurinasional Bolivia, berkedudukan di Lima.
  13. Tri Tharyat untuk Kerajaan Spanyol, berkedudukan di Madrid.
  14. Josef A. Nae Soi untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau, berkedudukan di Manila.
  15. Bagus Hendraning Kobarsyih untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, berkedudukan di Astana.
  16. Achsanul Habib untuk Kerajaan Kamboja, berkedudukan di Phnom Penh.
  17. Wahyuni Refi Satya Bekti untuk Kerajaan Bahrain, berkedudukan di Manama.
  18. Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake untuk Republik Afrika Selatan merangkap Republik Botswana.
  19. Lintang Total Paramitasari Parnohadiningrat untuk ASEAN, berkedudukan di Jakarta.
  20. Zaim Al Khalis Nasution untuk Republik Islam Iran, berkedudukan di Tehran.
  21. Ratieh Sanggarwaty untuk Republik Tunisia, berkedudukan di Tunis.
  22. Mohammad Iskandarsyah Derry Aman untuk Republik Polandia, berkedudukan di Warsawa.
  23. Dindin Wahyudin untuk Selandia Baru, berkedudukan di Wellington.
  24. Dewi Justicia Meidiwaty untuk Republik Demokratik Rakyat Laos, berkedudukan di Vientiane.
  25. Yulastiawarman untuk Republik Kroasia, berkedudukan di Zagreb.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin membenarkan daftar 25 calon tersebut. "Benar," kata dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6