Liputan6.com, Jakarta - Tanaman hias dengan bunga berwarna biru selalu punya daya tarik khusus karena warna biru tergolong langka ditemukan secara alami pada bunga. Kehadirannya mampu menghadirkan kesan sejuk dan tenang, sekaligus menjadi kontras menarik di antara hijaunya dedaunan taman. Gak heran kalau banyak pecinta tanaman berburu koleksi bunga biru untuk mempercantik pekarangan rumah.
Sebagian tanaman hias bunga biru berikut memang sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia, seperti bunga telang dan kumis kucing yang punya nama lokal sendiri dan kerap dipakai dalam tradisi maupun jamu turun-temurun. Sebagian lainnya berasal dari luar negeri, namun sudah lama beradaptasi dan tumbuh subur di iklim tropis Indonesia sehingga jadi favorit di taman-taman rumah tanah air.
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber tujuh tanaman hias bunga biru khas Indonesia, mulai dari yang tumbuh merambat, berbentuk semak, sampai menghasilkan gugusan bunga besar, Rabu (23/9/2026).
Advertisement
1. Bunga Telang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546152/original/005508500_1775276007-WhatsApp_Image_2026-04-04_at_10.59.37.jpeg)
Bunga telang menjadi tanaman merambat yang punya pesona khas melalui bunga berwarna biru pekat dengan bagian tengah lebih terang. Bentuknya mudah dikenali karena berbeda dari kebanyakan tanaman hias yang umum menghiasi pekarangan, dan bunganya telah lama dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam berbagai olahan tradisional Indonesia.
Sebagai tanaman merambat, bunga telang bisa diarahkan pada pagar, teralis, atau penyangga lain agar pertumbuhannya lebih teratur. Tanaman ini menyukai kondisi hangat dan cahaya matahari yang memadai sehingga cocok untuk taman beriklim tropis, dan mampu memberikan aksen warna kuat tanpa perlu konsep taman yang rumit.
Advertisement
2. Kumis Kucing Biru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356250/original/034928500_1790156530-4ee86b81-f025-4aab-9f8f-a4cd4aefa615.jpg)
Kumis kucing atau Orthosiphon aristatus dikenal luas di Indonesia sebagai tanaman herbal sekaligus tanaman hias, dengan varian bunga biru keunguan yang tumbuh memanjang menyerupai kumis kucing. Selain jadi pemanis taman, daunnya juga sering diolah menjadi teh herbal turun-temurun di berbagai daerah.
Tanaman ini tumbuh baik di lahan terbuka dengan sinar matahari cukup dan tanah yang lembap namun tidak tergenang. Bunganya yang ramping dan menjuntai menarik perhatian lebah dan kupu-kupu, sehingga kumis kucing biru juga cocok ditanam untuk mendukung ekosistem taman yang lebih hidup.
3. Plumbago Biru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354510/original/012701200_1790053340-13965.jpg)
Plumbago biru merupakan tanaman semak berbunga yang mudah menarik perhatian berkat kumpulan bunganya berwarna biru muda hingga kebiruan pucat. Kelopak bunganya berbentuk sederhana dengan lima bagian yang melebar sehingga memberikan tampilan lembut ketika muncul secara bergerombol.
Tanaman asal Afrika Selatan ini menyukai paparan matahari yang cukup agar pertumbuhan dan pembungaannya optimal, serta membutuhkan tanah dengan drainase baik karena kondisi terlalu basah dapat mengganggu kesehatan akar. Pemangkasan berkala membantu mempertahankan bentuknya sekaligus merangsang pertumbuhan baru yang lebih rapi.
Advertisement
4. Evolvulus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354511/original/055102100_1790053340-37925.jpg)
Evolvulus glomeratus mempunyai bunga mungil berwarna biru cerah yang terlihat kontras di antara daun hijau keabu-abuan. Kebiasaan tumbuhnya yang rendah dan melebar membuat tanaman ini cocok dimanfaatkan sebagai penutup tanah maupun penghias tepian taman.
Karakter pertumbuhannya juga membuat evolvulus menarik ditanam dalam pot gantung karena batang dapat menjuntai melewati sisi wadah. Tanaman ini cenderung menyukai sinar matahari melimpah dan media tanam yang mampu mengalirkan kelebihan air dengan baik, sehingga cocok dipadukan dengan tanaman berbunga putih atau kuning.
5. Bunga Terompet Biru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356251/original/043469300_1790156530-90387b72-1a84-4700-9492-0dbecd5b2429.jpg)
Thunbergia grandiflora atau bunga terompet biru adalah tanaman merambat berkayu dengan bunga berbentuk terompet ungu kebiruan yang tumbuh bergerombol dalam rangkaian menjuntai. Daunnya berbentuk hati dengan tepi bergerigi kasar, memberikan latar hijau yang kontras dengan warna bunganya.
Tanaman ini tumbuh subur di iklim tropis seperti Indonesia dan cocok dirambatkan pada pagar, pergola, atau teralis karena sifatnya yang cepat menjalar. Bunga terompet biru menyukai sinar matahari penuh dan tanah lembap namun tidak becek, serta membutuhkan pemangkasan rutin agar tidak tumbuh terlalu liar.
Advertisement
6. Hidrangea Biru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356252/original/052190700_1790156530-bcb62974-0993-4f34-ae2b-dbdf92b32bea.jpg)
Hydrangea macrophylla terkenal berkat gugusan bunga besar yang dapat tampil dalam warna biru dan memberikan kesan dramatis pada taman. Pada kultivar tertentu, warna bunga berkaitan erat dengan kondisi kimia tanah, termasuk tingkat keasaman dan ketersediaan aluminium bagi tanaman.
Hidrangea umumnya menyukai tanah lembap dengan drainase baik serta lokasi yang terlindung dari panas matahari berlebihan. Gugusan bunganya yang padat sudah cukup menjadi pusat perhatian, sehingga tanaman ini bisa menghadirkan kesan romantis sekaligus elegan pada sudut taman tanpa perlu banyak elemen dekoratif lain.
7. Agapanthus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356253/original/060452700_1790156530-bd62f076-f198-4e21-9106-0de79783404c.jpg)
Agapanthus praecox memiliki gugusan bunga berbentuk menyerupai terompet kecil yang berkumpul pada ujung tangkai tinggi. Warna biru hingga biru keunguan pada bunganya berpadu menarik dengan daun panjang yang tumbuh membentuk rumpun di bagian bawah, menciptakan dimensi vertikal yang menonjol.
Agapanthus dapat tumbuh optimal pada lokasi dengan cahaya matahari cukup dan tanah berdrainase baik. Saat masa berbunga tiba, tangkai-tangkainya muncul jauh di atas dedaunan sehingga memberikan aksen visual tegas, cocok untuk taman bergaya minimalis maupun area yang butuh elemen bunga arsitektural.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Tanaman Hias Bunga Biru
Apa saja tanaman hias bunga biru yang mudah ditanam di Indonesia?
Bunga telang, kumis kucing, plumbago, dan evolvulus tergolong mudah ditanam karena tahan iklim tropis dan tidak butuh perawatan rumit.
Apakah bunga telang termasuk tanaman bunga biru khas Indonesia?
Ya, bunga telang sudah lama dikenal di Indonesia dan dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam berbagai olahan tradisional.
Bagaimana cara merawat tanaman hias bunga biru agar rajin berbunga?
Sebagian besar butuh sinar matahari cukup dan tanah berdrainase baik, serta pemangkasan berkala agar pembungaan tetap optimal.
Apakah warna biru pada hydrangea bisa berubah?
Bisa, warna bunga hidrangea dipengaruhi tingkat keasaman dan kandungan aluminium dalam tanah tempatnya tumbuh.
Tanaman bunga biru apa yang cocok untuk pot gantung?
Evolvulus cocok untuk pot gantung karena batangnya dapat menjuntai melewati sisi wadah dengan bunga biru mungil yang lebat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355619/original/023680000_1790138067-FALSE__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353576/original/002126400_1789969776-cek_fakta_-_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356083/original/074303800_1790152592-cek_fakta_-_alat_pertanian_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288289/original/013098400_1752904244-tanaman_agapanthus_wikipedia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355666/original/001652400_1790139276-Tanaman_Pembawa_Energi_Positif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355504/original/073683000_1790134555-Screenshot_2026-09-23_103239.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355015/original/036627100_1790069532-colin-watts-katrAthdYV0-unsplash.jpg)