Liputan6.com, Jakarta Monstera, tanaman hias yang dikenal dengan daunnya yang besar dan berlubang unik, menjadi favorit banyak pecinta tanaman. Meskipun berasal dari hutan tropis yang teduh, tanaman ini mampu beradaptasi dengan kondisi cahaya rendah di dalam ruangan. Namun, untuk memastikan pertumbuhannya tetap optimal dan daunnya memukau.
Kondisi pencahayaan yang terbatas seringkali menjadi tantangan utama bagi pemilik Monstera di perkotaan atau hunian dengan jendela minim. Tanpa perawatan yang tepat, Monstera bisa menunjukkan tanda-tanda stres seperti daun menguning atau pertumbuhan yang melambat.
Liputan6Â akan mengulas secara mendalam tujuh cara efektif untuk merawat Monstera Anda agar tetap subur dan sehat meskipun ditempatkan di area dengan intensitas cahaya minim. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya untuk Anda, Rabu (26/11/2025).
Advertisement
1. Pencahayaan yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5362018/original/093026900_1758807963-annie-spratt-uz92LQEQioA-unsplash.jpg)
Monstera membutuhkan cahaya terang tidak langsung untuk pertumbuhan optimal di dalam ruangan. Di habitat aslinya, tanaman ini tumbuh di bawah naungan pohon-pohon besar, sehingga secara alami beradaptasi dengan cahaya yang tersaring. Menempatkan Monstera di dekat jendela yang menghadap timur atau barat, atau jendela selatan dengan tirai tipis, adalah lokasi yang ideal untuk mendapatkan cahaya tidak langsung yang cukup.
Penting untuk menghindari paparan sinar matahari langsung yang intens, terutama pada siang hari, karena dapat membakar daun dan menyebabkan perubahan warna menjadi kuning atau bercak cokelat. Jika ruangan Anda memiliki kondisi cahaya yang sangat rendah, pertimbangkan untuk menggunakan lampu tumbuh (grow light) LED atau fluorescent.
Beberapa tanda-tanda Monstera kekurangan cahaya meliputi daun yang tidak membelah (fenestrasi), pertumbuhan yang sangat lambat, dan daun menguning secara keseluruhan. Sebaliknya, daun yang gosong atau menguning dengan cepat bisa menjadi indikasi tanaman terlalu banyak terpapar sinar matahari langsung.
Advertisement
2. Penyiraman yang Terkontrol di Ruangan Minim Cahaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3225574/original/070036400_1598970598-MONSTERA_1.jpg)
Di ruangan minim cahaya, tanah Monstera akan lebih lambat mengering dibandingkan di area yang lebih terang. Oleh karena itu, penyiraman harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mencegah kelebihan air (overwatering) yang dapat menyebabkan busuk akar. Busuk akar adalah salah satu masalah paling fatal bagi kelangsungan hidup Monstera.
Siram Monstera hanya ketika 2-3 cm bagian atas tanah terasa kering saat disentuh. Anda bisa memeriksa kelembaban tanah dengan menusukkan jari hingga kedalaman dua ruas jari. Frekuensi penyiraman yang ideal biasanya sekitar sekali seminggu, namun ini perlu disesuaikan dengan kondisi kelembaban media tanam dan suhu ruangan.
Pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik agar air tidak menggenang di bagian bawah pot. Jika tanah tetap basah terlalu lama setelah disiram, ini bisa menjadi tanda bahwa tanaman membutuhkan lebih banyak cahaya atau media tanam yang lebih baik yang dapat mengalirkan air lebih efisien.
3. Menjaga Kelembaban yang Cukup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5229115/original/054049900_1747904250-489b928f-8392-42b8-9352-7aab11f475e5.jpg)
Monstera adalah tanaman tropis yang menyukai kelembaban tinggi, idealnya antara 40-60%. Meskipun dapat beradaptasi dengan kelembaban ruangan rata-rata, kondisi yang lebih lembab akan mendukung pertumbuhan yang lebih baik dan daun yang lebih sehat. Di lingkungan dengan cahaya rendah, menjaga kelembaban yang optimal menjadi lebih penting karena tanaman memiliki lebih sedikit energi untuk tumbuh.
Untuk meningkatkan kelembaban di sekitar tanaman, Anda bisa menggunakan pelembab udara (humidifier) di dekatnya. Menempatkan nampan berisi kerikil dan air di bawah pot juga merupakan cara efektif untuk meningkatkan kelembaban lokal. Menyemprotkan air bersih secara berkala pada daun juga dapat membantu menjaga kelembaban dan membersihkan debu.
Hindari menempatkan Monstera di dekat sumber panas atau pendingin udara yang dapat membuat udara menjadi sangat kering. Ventilasi AC atau pemanas ruangan dapat mengurangi kelembaban di sekitar tanaman secara drastis, sehingga perlu dihindari.
Advertisement
4. Pemupukan yang Tepat dan Seimbang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931672/original/017034300_1724931457-Ilustrasi_pupuk_kompos.jpg)
Monstera memiliki kebutuhan pupuk yang moderat, dan di kondisi cahaya rendah, kebutuhan ini mungkin lebih sedikit karena pertumbuhan tanaman akan melambat. Pemupukan yang berlebihan dapat menyebabkan "pupuk bakar" (fertilizer burn) yang merusak akar dan membahayakan tanaman.
Gunakan pupuk cair seimbang yang dilarutkan hingga setengah kekuatan yang direkomendasikan pada kemasan, atau pupuk lepas lambat (slow-release fertilizer). Pupuk dengan rasio NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) sekitar 3-1-2 atau 2-2-2 sangat direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan daun yang subur. Nitrogen sangat penting untuk perkembangan klorofil dan menjaga daun tetap hijau.
Lakukan pemupukan setiap dua hingga tiga bulan sekali selama musim tanam, yaitu musim semi dan musim panas. Selama musim gugur dan musim dingin, ketika pertumbuhan tanaman melambat secara alami, pemupukan harus dikurangi atau dihentikan sama sekali untuk mencegah penumpukan garam mineral.
5. Media Tanam yang Pas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424003/original/015149600_1764129367-pexels-fotios-photos-1301856.jpg)
Media tanam yang baik sangat penting untuk Monstera, terutama di ruangan minim cahaya, karena membantu mencegah masalah kelembaban berlebih. Monstera membutuhkan media tanam yang gembur, kaya nutrisi, dan memiliki drainase yang sangat baik untuk mencegah genangan air dan busuk akar yang mematikan.
Campuran media tanam yang direkomendasikan adalah tanah pot (potting mix) yang dicampur dengan bahan-bahan yang meningkatkan aerasi dan drainase, seperti perlit, sekam bakar, atau cocopeat. Contoh komposisi yang baik adalah 50% tanah pot, 30% perlit atau pasir kasar, dan 20% cocopeat atau sekam bakar. Beberapa sumber juga menyarankan campuran tanah, pasir, dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1.
Pastikan pot yang digunakan memiliki lubang drainase yang cukup di bagian bawah untuk memastikan air dapat keluar dengan mudah. Repotting (penggantian pot) perlu dilakukan setiap 1-2 tahun sekali atau ketika akar mulai keluar dari lubang drainase, menggunakan pot yang 2-4 inci lebih besar dari pot sebelumnya.
Advertisement
6. Pembersihan Daun Rutin
Daun Monstera yang besar cenderung mengumpulkan debu, yang dapat menghalangi kemampuan tanaman untuk menyerap cahaya dan melakukan fotosintesis secara efektif. Di ruangan minim cahaya, setiap sedikit cahaya sangat berharga, sehingga menjaga daun tetap bersih menjadi sangat penting untuk kesehatan tanaman.
Bersihkan daun Monstera secara rutin, setidaknya setiap dua minggu sekali atau bahkan mingguan di area yang lebih berdebu. Gunakan kain lembut yang lembab atau lap microfiber untuk menyeka permukaan daun dengan lembut, sambil menopang bagian bawah daun dengan tangan lain agar tidak rusak.
Anda bisa menggunakan air bersih, atau larutan air hangat dengan sedikit sabun lembut tanpa deterjen, atau beberapa tetes minyak neem untuk membersihkan dan memberikan kilau alami. Pembersihan daun tidak hanya membantu fotosintesis tetapi juga mencegah hama seperti tungau laba-laba dan kutu daun yang sering menyerang.
People Also Ask
1. Apakah Monstera bisa tumbuh di ruangan minim cahaya?
Jawaban: Ya, Monstera dapat beradaptasi, namun memerlukan perawatan khusus dan tidak akan tumbuh subur dalam kegelapan total.
2. Bagaimana cara mengetahui Monstera kekurangan cahaya?
Jawaban: Tanda-tandanya meliputi daun yang tidak membelah, pertumbuhan lambat, dan daun menguning secara keseluruhan.
3. Seberapa sering Monstera perlu disiram di ruangan minim cahaya?
Jawaban: Siram hanya ketika 2-3 cm bagian atas tanah terasa kering saat disentuh, biasanya sekitar seminggu sekali.
4. Pupuk apa yang cocok untuk Monstera di ruangan minim cahaya?
Jawaban: Gunakan pupuk cair seimbang yang dilarutkan hingga setengah kekuatan, setiap dua hingga tiga bulan sekali selama musim tanam.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308503/original/024029000_1785145244-prasetyo_hadi__pensiunan_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308316/original/080408800_1785136454-cek_fakta_-_penggerak_HAM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5071122/original/047681200_1735533746-huy-phan-F0DCurdmYCQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290388/original/057690400_1783478990-Untitled8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289695/original/007481100_1783412841-monstera.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288681/original/019876900_1783330611-taman_zen.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510004/original/098732600_1771813791-pacving_rum.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6013065/original/098682000_1778905184-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517225/original/012708100_1772419927-Tanaman_Hias_TUmbuh_di_Air.jpg)