Liputan6.com, Jakarta - Cara menjalani hidup sederhana tidak selalu berarti mengurangi semua barang atau mengubah rutinitas secara drastis. Gaya hidup ini lebih berkaitan dengan memilih hal yang benar-benar penting, mengurangi beban yang tidak perlu, dan memberi ruang untuk menikmati keseharian.
Ada banyak cara menjalani hidup sederhana yang bisa diterapkan secara bertahap, seperti memperlambat aktivitas, mengurangi distraksi, serta tidak memaksakan diri menyelesaikan terlalu banyak hal sekaligus. Kebiasaan kecil tersebut dapat membantu hari terasa lebih teratur dan tidak terlalu padat.
Menerapkan cara menjalani hidup sederhana juga berarti belajar menentukan prioritas dan menikmati hal-hal yang sudah dimiliki. Dengan lebih hadir pada momen sekarang serta tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain, kehidupan bisa terasa lebih ringan dan bermakna.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari Be More With Less tentang cara menjalani hidup sederhana, Kamis (24/9/2026).
1. Perlambat Ritme Kehidupan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4688991/original/054855500_1702789688-nulis.jpg)
Menjalani hidup sederhana bisa dimulai dengan mengurangi kebiasaan terburu-buru dan merasa harus menyelesaikan semuanya secepat mungkin. Terlalu banyak aktivitas dalam satu waktu dapat membuat tubuh lelah, pikiran penuh, dan pekerjaan justru lebih mudah berantakan.
Cobalah menjalani kegiatan dengan tempo yang lebih tenang agar setiap pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih fokus. Tidak harus selalu bergerak cepat, karena ritme yang konsisten juga dapat membantu kehidupan terasa lebih ringan.
Advertisement
2. Sadari Ketika Hidup Mulai Terlalu Penuh
![Meski Tinggal di Kota Besar, Hati Tetap Tenang dengan 5 Trik Slow Living Ini [Dok/freepik.com]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/onzNy4kQ6ckYd1XLBwDgxtDG4CY=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313252/original/016090000_1754989266-medium-shot-woman-holding-plant-pot.jpg)
Rasa kewalahan tidak selalu muncul karena kurang pandai mengatur waktu, tetapi bisa terjadi karena terlalu banyak hal yang harus ditangani. Barang yang menumpuk, jadwal yang padat, hingga berbagai urusan kecil dapat terus memenuhi perhatian.
Mengurangi sesuatu yang memang tidak diperlukan dapat memberikan ruang lebih luas dalam keseharian. Dengan begitu, ada lebih banyak waktu dan energi untuk menghadapi hal-hal yang benar-benar penting.
3. Belajar Mempercayai Diri Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984272/original/052001200_1730189668-IMG-20241029-WA0036.jpg)
Tidak semua hal berada dalam kendali, termasuk cuaca, pendapat orang lain, maupun keputusan yang dibuat oleh orang di sekitar. Terlalu berusaha mengatur sesuatu yang tidak bisa dikendalikan justru dapat membuat pikiran semakin terbebani.
Daripada terus memikirkan hal tersebut, fokuslah pada cara merespons setiap keadaan dengan bijak. Mempercayai kemampuan diri dalam menentukan pilihan dapat membantu menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan sederhana.
Advertisement
4. Berhenti Memaksakan Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2930077/original/049724500_1570162932-pexels-3012168.jpg)
Tidak semua persoalan harus dihadapi dengan terus memaksa diri untuk bertahan atau menyelesaikannya secepat mungkin. Ada kalanya seseorang perlu memperlambat langkah, beristirahat, dan memberi kesempatan pada diri sendiri untuk pulih.
Menjalani sesuatu dengan lebih lembut bukan berarti menyerah, tetapi memahami batas kemampuan. Cara ini dapat membantu menjaga energi dan membuat proses menghadapi berbagai tantangan terasa lebih ringan.
5. Jangan Mengukur Diri dari Banyaknya Aktivitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325397/original/068672900_1755968306-happy-woman-enjoying-idyllic-nature-celebrating-freedom-rising-her-arms_11zon.jpg)
Nilai diri tidak ditentukan oleh seberapa banyak pekerjaan yang berhasil diselesaikan dalam sehari. Daftar tugas yang panjang, rumah yang selalu rapi, atau jadwal yang penuh bukan ukuran utama keberhasilan seseorang.
Dorongan untuk terus melakukan lebih banyak justru bisa membuat hidup terasa tidak pernah cukup. Cobalah menilai kembali apakah kesibukan tersebut benar-benar membantu atau hanya membuat diri semakin lelah.
Advertisement
6. Batasi Hal yang Menguras Perhatian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227786/original/098051800_1747820971-portrait-expressive-young-woman.jpg)
Tidak semua informasi, ajakan, pesan, maupun aktivitas membutuhkan respons atau perhatian. Ketika terlalu banyak hal berebut fokus, energi mental pun lebih cepat habis.
Pilih kegiatan, informasi, dan urusan yang memang penting, lalu berikan perhatian lebih besar pada hal yang benar-benar berarti.
Mengurangi distraksi dapat membuat pikiran lebih tenang sekaligus memberi ruang untuk menjalani hari dengan lebih sadar.
7. Pahami Mengapa Melepaskan Barang Tidak Selalu Mudah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5169130/original/1098200_1742483555-happy-dreamy-tender-asian-girl-blue-pajamas-close-eyes-smiling-as-daydreaming-hugging-herself-embracing-own-body-jammies-standing-white-background-relaxed-daydreaming_1258-64124.jpg)
Merapikan rumah bukan sekadar memilah barang, tetapi juga berhubungan dengan kenangan dan perasaan yang melekat pada benda tersebut. Karena itu, proses decluttering sering kali terasa sulit meskipun barangnya sudah jarang digunakan.
Hidup sederhana tidak berarti harus membuang semua kepemilikan. Hal yang lebih penting adalah menemukan keseimbangan antara mempertahankan benda yang bermakna dan melepaskan sesuatu yang hanya menambah beban.
Advertisement
8. Kurangi Kekhawatiran terhadap Penilaian Orang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149292/original/094222900_1591796992-young-caucasian-woman-winks-eye-holds-okay-gesture-with-hand_1187-23382.jpg)
Terlalu memikirkan pendapat orang lain dapat membuat seseorang mengambil keputusan yang sebenarnya tidak sesuai dengan keinginannya. Kita juga sering merasa harus menjelaskan pilihan pribadi agar dipahami semua orang.
Padahal, tidak setiap keputusan membutuhkan persetujuan dari orang lain. Dengan mengurangi perhatian pada penilaian sekitar, ada lebih banyak ruang untuk mempertimbangkan apa yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan dalam hidup.
9. Bersikap Lebih Lembut pada Diri Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3098316/original/023233700_1586424168-raychan-BSOVKp_RSSc-unsplash.jpg)
Kesederhanaan juga berarti memberi ruang untuk berhenti dan beristirahat tanpa merasa bersalah. Tidak perlu selalu menuntut diri agar kuat, produktif, atau mampu menyelesaikan semuanya sekaligus.
Ketika tubuh dan pikiran mulai lelah, mengambil jeda justru dapat membantu menjaga keseimbangan. Mulailah dari langkah kecil, seperti mengurangi tekanan, memperlambat aktivitas, dan memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk bernapas.
Advertisement
10. Hadir dan Nikmati Momen Sekarang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366276/original/021737600_1759222001-self_1.jpg)
Salah satu cara menjalani hidup sederhana adalah belajar benar-benar hadir dalam kehidupan yang sedang dijalani. Terlalu sibuk memikirkan masa lalu atau mencemaskan sesuatu yang belum terjadi dapat membuat momen saat ini terlewat.
Fokus pada kegiatan yang sedang dilakukan, nikmati percakapan, makanan, waktu bersama orang terdekat, atau sekadar suasana tenang di sekitar. Dengan lebih hadir, kehidupan sederhana dapat terasa lebih bermakna tanpa harus selalu mengejar sesuatu yang belum dimiliki.
Pertanyaan Seputar Cara Menjalani Hidup Sederhana
Apa yang dimaksud dengan hidup sederhana?
Hidup sederhana bukan berarti harus membuang semua barang atau mengubah kehidupan secara drastis. Gaya hidup ini lebih berkaitan dengan mengurangi hal yang tidak perlu, menyederhanakan aktivitas, serta memberi lebih banyak ruang untuk fokus pada sesuatu yang benar-benar penting.
Apakah decluttering menjadi satu-satunya cara menjalani hidup sederhana?
Tidak. Decluttering memang dapat membantu mengurangi barang yang menumpuk, tetapi hidup sederhana juga mencakup cara mengatur aktivitas, perhatian, dan energi. Mengurangi kesibukan, menentukan prioritas, dan belajar melepaskan hal yang tidak diperlukan juga menjadi bagian penting.
Mengapa perlu memperlambat aktivitas saat menjalani hidup sederhana?
Memperlambat ritme dapat membantu seseorang menikmati kehidupan tanpa terus merasa harus terburu-buru. Jadwal yang terlalu padat bisa membuat tubuh dan pikiran cepat lelah, sedangkan menjalani aktivitas dengan lebih tenang memberi kesempatan untuk fokus dan menyelesaikan sesuatu dengan lebih baik.
Mengapa perlu belajar mempercayai diri sendiri?
Tidak semua hal dapat dikendalikan, termasuk pendapat orang lain atau berbagai keadaan di luar kendali pribadi. Dengan belajar mempercayai diri sendiri, seseorang dapat berhenti berusaha mengatur semuanya dan lebih fokus pada pilihan serta respons terhadap situasi yang dihadapi.
Bagaimana cara mengurangi tekanan dari penilaian orang lain?
Tidak semua keputusan harus mendapatkan persetujuan orang lain. Mengurangi perhatian terhadap pendapat sekitar dapat memberi ruang untuk menentukan apa yang benar-benar diinginkan dan sesuai dengan kehidupan pribadi. Sikap ini juga membantu mengurangi dorongan untuk terus menjelaskan atau membuktikan diri kepada orang lain.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357131/original/047451800_1790234905-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356940/original/051953100_1790227062-HOAX__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356963/original/076849000_1790227753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-24T122607.841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348780/original/066704200_1789457937-cek_fakta_-_pekerja_migran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227951/original/030521500_1747829620-steptodown.com285803.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4952899/original/035752000_1727258014-pexels-liza-summer-6347515.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343324/original/004987500_1788851306-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5222264/original/025351200_1747388204-pretty-young-woman-casual-outfit-looking-into-mirror.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3345103/original/025914400_1610265459-disgusted-woman-raise-palm-stop-refusing-offer_176420-17699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3459188/original/022683600_1621386808-cowomen-cKQkMFzXHAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694981/original/059163000_1703214208-Ilustrasi_pernikahan__menikah__Islami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227976/original/004824600_1747832394-steptodown.com463114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838957/original/039537600_1716297183-portrait-young-woman-nature__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522710/original/040076100_1772774314-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_12.13.42.jpeg)