Liputan6.com, Jakarta - Bau amis di wastafel dapur bisa muncul setelah mencuci ikan, udang, ayam, atau bahan makanan lain yang memiliki aroma kuat. Meski sudah dibilas dengan air, bau terkadang masih tertinggal di sekitar bak wastafel dan lubang pembuangan.Â
Kondisi tersebut tidak selalu berarti wastafel kotor. Sisa lemak, lendir, potongan makanan, dan residu dari bahan makanan bisa menempel pada permukaan atau masuk ke bagian saringan serta saluran pembuangan. Ketika tidak segera dibersihkan, sisa tersebut dapat menjadi sumber bau yang sulit hilang.
Beberapa bahan dapur sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membantu membersihkan wastafel dan mengurangi aroma amis. Tidak semuanya bekerja dengan cara yang sama. Ada yang membantu mengangkat kotoran, mengurangi bau, menyerap minyak, atau sekadar memberikan aroma segar setelah sumber bau dibersihkan.
Advertisement
Berikut 11 bahan dapur untuk menghilangkan bau amis di wastafel dapur, dirangkum Liputan6.com, Kamis (1/10/2026).
1. Jeruk Nipis untuk Mengurangi Bau Amis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2752881/original/027741600_1552722493-bright-citrus-citrus-fruit-1898261.jpg)
Jeruk nipis menjadi salah satu bahan yang mudah digunakan untuk membersihkan wastafel setelah mencuci bahan makanan berbau amis. Kandungan asam sitrat di dalamnya dapat membantu membersihkan residu ringan pada permukaan, sementara aromanya memberikan sensasi lebih segar.
Peras beberapa buah jeruk nipis pada permukaan wastafel, terutama bagian yang terkena sisa bahan makanan. Gosok menggunakan spons, diamkan selama beberapa menit, kemudian bilas dengan air bersih.
Kulit jeruk nipis juga bisa dimanfaatkan dengan menggosokkan bagian dalamnya pada permukaan wastafel. Cara ini lebih tepat untuk membantu membersihkan dan menyegarkan permukaan, bukan mengatasi saluran pembuangan yang tersumbat.
Advertisement
2. Lemon untuk Membersihkan Permukaan Wastafel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350464/original/002078800_1789617128-6431b683-1fa0-461e-b677-d4e4cbf6c66d.jpeg)
Lemon dapat menjadi alternatif jika tidak memiliki jeruk nipis. Sifat asamnya dapat membantu meluruhkan sebagian residu ringan, sedangkan aroma citrus dapat membantu membuat wastafel terasa lebih segar setelah dibersihkan.
Belah lemon menjadi dua, lalu gosokkan bagian daging buah pada permukaan wastafel. Fokuskan pada area yang sering terkena sisa makanan, termasuk sekitar saringan. Setelah itu, bilas menggunakan air.
Jika permukaan wastafel memiliki material yang sensitif terhadap bahan asam, sebaiknya jangan mendiamkan lemon terlalu lama. Bilas setelah selesai digunakan agar tidak meninggalkan residu.
3. Baking Soda untuk Membantu Menetralisir Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3531946/original/007660600_1628148065-flour-powder-wheat-jar.jpg)
Baking soda termasuk bahan dapur yang cukup serbaguna untuk membersihkan area rumah. Pada wastafel, bahan ini dapat membantu mengurangi bau sekaligus membersihkan kotoran ringan yang menempel.
Taburkan baking soda secukupnya pada permukaan wastafel yang sudah dibasahi. Tambahkan sedikit air hingga menjadi pasta, kemudian gosok menggunakan spons. Diamkan beberapa menit sebelum dibilas hingga bersih.
Baking soda juga dapat digunakan di sekitar lubang pembuangan untuk membantu membersihkan residu ringan. Namun, jangan menganggapnya sebagai solusi untuk saluran yang mengalami penyumbatan berat.
Advertisement
4. Garam untuk Menggosok Sisa Kotoran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715499/original/046154800_1782807228-pexels-marek-kupiec-1696944-9974511.jpg)
Garam dapur dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembersih sederhana karena bentuknya yang berbutir. Ketika digosokkan dengan spons, garam dapat membantu mengangkat kotoran ringan yang menempel pada permukaan wastafel.
Basahi wastafel terlebih dahulu, lalu taburkan garam secukupnya pada bagian yang berbau. Gosok secara perlahan menggunakan spons, terutama pada bagian sekitar saringan dan sudut bak wastafel.
Setelah selesai, bilas sampai tidak ada butiran garam yang tertinggal. Cara ini lebih berguna untuk membersihkan permukaan yang menjadi sumber bau daripada sekadar menutupi aroma amis dengan pewangi.
5. Cuka Putih untuk Membantu Membersihkan Residu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167806/original/054892000_1742370479-ecologiacal-products-concept-with-copy-space.jpg)
Cuka putih memiliki sifat asam yang dapat membantu meluruhkan sebagian residu pada permukaan wastafel. Bahan ini dapat digunakan ketika wastafel terasa licin atau memiliki sisa kotoran yang sulit dibersihkan dengan air biasa.
Tuangkan sedikit cuka putih pada spons atau kain, kemudian gunakan untuk mengelap bagian wastafel yang sudah dibersihkan dari sisa makanan. Diamkan sebentar, lalu bilas menggunakan air bersih.
Hindari mencampurkan cuka dengan pemutih atau produk pembersih yang mengandung klorin. Kombinasi tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya. Jika menggunakan cuka, gunakan secara terpisah dan pastikan wastafel memiliki ventilasi yang baik.
Advertisement
6. Kulit Jeruk sebagai Penyegar Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3394047/original/091847600_1614937450-pexels-photo-4033025.jpeg)
Kulit jeruk tidak harus langsung dibuang setelah buahnya dimakan. Aromanya yang kuat dapat dimanfaatkan untuk membantu membuat area wastafel terasa lebih segar setelah dibersihkan.
Gosokkan bagian dalam kulit jeruk pada permukaan wastafel, lalu bilas dengan air. Bisa juga menggunakan kulit jeruk untuk mengelap bagian permukaan yang sebelumnya sudah dibersihkan.
Namun, jangan memasukkan banyak kulit jeruk ke dalam lubang pembuangan. Potongan kulit dapat tertinggal di saluran dan justru menjadi sumber masalah baru.
7. Tepung Maizena untuk Menyerap Sisa Minyak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172650/original/075178100_1594115815-flat-lay-baking-bread-with-flour-dairy-products_23-2148438684.jpg)
Bau amis sering kali terasa semakin kuat ketika terdapat sisa minyak atau lemak pada permukaan wastafel. Dalam kondisi seperti ini, tepung maizena dapat digunakan terlebih dahulu untuk membantu menyerap bagian yang berminyak sebelum wastafel dicuci.
Taburkan sedikit maizena pada area yang masih licin karena minyak. Biarkan beberapa saat hingga tepung menyerap sebagian minyak, kemudian kumpulkan dan buang ke tempat sampah. Setelah itu, cuci wastafel menggunakan sabun dan air.
Jangan membuang tepung dalam jumlah banyak ke lubang wastafel karena bahan tersebut tidak ditujukan untuk membersihkan saluran pembuangan.
Advertisement
8. Tepung Terigu untuk Mengatasi Permukaan yang Berminyak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5160851/original/041505700_1741843444-preparing-all-purpose-flour-make-dough_114579-37754.jpg)
Tepung terigu juga dapat digunakan dengan prinsip serupa ketika terdapat sisa minyak pada permukaan wastafel. Bahan ini membantu membuat minyak lebih mudah dikumpulkan sebelum proses pencucian.
Taburkan sedikit tepung pada bagian yang berminyak, kemudian diamkan sebentar. Setelah minyak terserap, kumpulkan tepung dan buang ke tempat sampah. Selanjutnya, bersihkan wastafel menggunakan sabun pencuci piring dan air.
Metode ini lebih tepat digunakan pada permukaan wastafel yang terkena minyak. Untuk bau yang berasal dari dalam saluran pembuangan, tepung bukan pilihan yang tepat.
9. Air Panas untuk Membantu Membilas Lemak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4773838/original/042183700_1710499221-Ilustrasi_air_putih_panas__hangat.jpg)
Air panas dapat menjadi langkah tambahan setelah sisa makanan dan kotoran pada wastafel dibersihkan. Air hangat hingga panas dapat membantu melonggarkan sebagian residu berminyak sehingga lebih mudah terbawa aliran air.
Alirkan air panas melalui wastafel secara perlahan setelah saringan dibersihkan. Cara ini dapat dilakukan setelah mencuci ikan atau makanan berminyak untuk membantu membilas sisa residu.
Perhatikan material wastafel dan sistem pipa di rumah. Jangan langsung menuangkan air yang sangat panas dalam jumlah besar jika tidak mengetahui apakah material tersebut mampu menahan suhu tinggi.
Advertisement
10. Ampas Kopi untuk Mengurangi Aroma di Permukaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306581/original/066326000_1784884535-e0eda8fb-7bf5-4faa-934f-d8b00610f32b__1_.jpg)
Ampas kopi memiliki aroma kuat yang dapat membantu mengurangi kesan bau tidak sedap pada beberapa permukaan. Namun, bahan ini sebaiknya tidak digunakan dengan cara memasukkannya ke lubang pembuangan.
Jika ingin memanfaatkannya, letakkan ampas kopi dalam wadah kecil di dekat wastafel yang sudah dibersihkan. Cara ini lebih cocok sebagai penyerap atau pengalih aroma di area sekitar wastafel.
Hindari membuang ampas kopi ke saluran karena butiran yang menumpuk dapat ikut menyebabkan masalah pada pipa. Jadi, fungsi ampas kopi dalam konteks ini lebih sebagai pengontrol aroma, bukan pembersih saluran.
11. Pandan, Cengkih, dan Kayu Manis sebagai Pengharum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4923327/original/020678100_1724148657-close-up-fresh-green-grass.jpg)
Daun pandan, cengkih, dan kayu manis dapat digunakan jika ingin memberikan aroma yang lebih segar di sekitar area wastafel. Ketiganya lebih tepat dianggap sebagai bahan pengharum alami daripada bahan utama untuk menghilangkan sumber bau amis.
Misalnya, beberapa batang kayu manis atau cengkih dapat diletakkan dalam wadah kecil di dekat wastafel setelah area tersebut selesai dibersihkan. Daun pandan juga dapat dipotong dan diletakkan di tempat yang kering.
Langkah ini sebaiknya dilakukan setelah sumber bau dibersihkan. Jika sisa ikan, lemak, atau kotoran masih berada di dalam wastafel, aroma dari pandan atau rempah hanya akan menutupi bau untuk sementara.
Advertisement
Langkah Membersihkan Wastafel agar Bau Tidak Cepat Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314676/original/056251800_1785758688-1.jpg)
Menghilangkan bau amis tidak cukup hanya dengan memberikan bahan beraroma. Sumber bau perlu dibersihkan terlebih dahulu agar masalah tidak berulang. Langkah sederhana berikut bisa dilakukan setelah mencuci bahan makanan yang berbau kuat.
- Buang sisa ikan, udang, kulit, tulang, dan potongan makanan ke tempat sampah.
- Bersihkan saringan wastafel dari sisa makanan yang tertinggal.
- Cuci permukaan wastafel menggunakan sabun pencuci piring.
- Gunakan jeruk nipis, lemon, baking soda, atau bahan lain sesuai kebutuhan.
- Gosok bagian sekitar lubang pembuangan menggunakan spons atau sikat kecil.
- Bilas wastafel sampai tidak ada sisa bahan pembersih.
- Alirkan air untuk membantu membawa sisa kotoran yang masih tertinggal.
- Keringkan permukaan wastafel setelah selesai digunakan.
Jika bau tetap muncul meskipun saringan dan permukaan wastafel sudah dibersihkan, kemungkinan sumber masalah berada di dalam saluran pembuangan. Bau yang berasal dari bagian tersebut membutuhkan pemeriksaan dan pembersihan saluran, bukan sekadar tambahan bahan dapur.
Pertanyaan Seputar Bau Amis di Wastafel Dapur
Apa bahan dapur yang paling mudah digunakan untuk menghilangkan bau amis di wastafel?
Jeruk nipis, lemon, baking soda, garam, dan cuka putih termasuk bahan yang mudah ditemukan dan dapat digunakan untuk membantu membersihkan wastafel. Pemilihannya tergantung pada sumber masalah, apakah berasal dari permukaan, minyak, atau sisa kotoran.
Apakah kulit jeruk bisa dimasukkan ke lubang wastafel?
Sebaiknya tidak memasukkan kulit jeruk dalam jumlah banyak ke lubang wastafel. Potongan kulit dapat tertinggal di saluran dan berpotensi menambah masalah. Lebih aman menggunakan kulitnya untuk menggosok permukaan wastafel.
Apakah ampas kopi bisa dibuang ke wastafel?
Sebaiknya ampas kopi tidak dibuang ke lubang wastafel. Butirannya dapat menumpuk di saluran. Jika ingin memanfaatkan aromanya, letakkan ampas kopi dalam wadah kecil di dekat wastafel setelah area tersebut dibersihkan.
Apakah baking soda dan cuka bisa dicampur untuk menghilangkan bau amis?
Baking soda dan cuka akan menghasilkan reaksi berbuih ketika dicampurkan. Namun, reaksi tersebut tidak otomatis membuat campuran menjadi pembersih yang lebih kuat. Jika digunakan untuk membersihkan wastafel, keduanya lebih baik digunakan secara terpisah dan dibilas setelahnya.
Kenapa bau amis di wastafel tetap muncul setelah dibersihkan?
Bau dapat muncul kembali jika masih ada sisa makanan, minyak, atau kotoran yang tertinggal di saringan dan saluran pembuangan. Jika permukaan sudah bersih tetapi bau terus muncul, bagian dalam saluran mungkin menjadi sumber masalah.
Bagaimana mencegah wastafel kembali bau amis?
Jangan membuang sisa makanan langsung ke lubang wastafel, bersihkan saringan secara rutin, cuci permukaan setelah mengolah ikan atau seafood, dan jangan membiarkan sisa minyak menempel terlalu lama. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi sumber bau sebelum menjadi masalah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326567/original/092602700_1787027929-Screenshot_2026-08-18_110108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769280/original/060584600_1710211493-cek_fakta_tahanan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353576/original/002126400_1789969776-cek_fakta_-_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360462/original/005335100_1790648090-45f239d1-d8bb-4e8f-9810-c47473a01d29.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356138/original/032145000_1790153718-Gemini_Generated_Image_yqawdoyqawdoyqaw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2890665/original/066841000_1566548099-woman-cleaning-window_23-2148118514.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349864/original/009177100_1789547649-ChatGPT_Image_16_Sep_2026__15.33.15.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347053/original/060613500_1789267406-9a25b5a8-ae1f-4c65-9445-f9a33495e38a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309064/original/066327000_1785218010-1d2ff26b-ccc9-4cb0-b641-7cd1bbb266e9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308250/original/034767800_1785133582-e4cdbf56-6474-4ae3-a9a7-639fe7157606.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343883/original/026120200_1788924526-HL_alpukat_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329501/original/090069400_1787283650-QE64OMs4t8ejwNjah2virivtUXbKurb5GVgZcVCY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500557/original/090632700_1770870044-cangkang_telur_2.jpg)