Cara Menghilangkan Bau Apek di Kamar Tidur Tanpa Pewangi, Cek Sudut Ini

Cara menghilangkan bau apek di kamar tidur tanpa pewangi dengan langkah sederhana untuk mengatasi kelembapan dan jamur.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 08:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bau apek di kamar tidur bisa muncul tanpa disadari, terutama ketika ruangan jarang mendapat udara segar atau terlalu banyak barang yang menyimpan kelembapan. Kondisi ini biasanya terasa ketika pintu kamar dibuka setelah beberapa jam tertutup, dengan aroma pengap yang membuat ruangan terasa kurang nyaman meskipun tempat tidur dan lantainya terlihat bersih. Kalau sudah begini, menggunakan pewangi ruangan memang dapat membuat kamar terasa harum untuk sementara, tetapi bau tersebut bisa kembali lagi ketika sumbernya belum diatasi.

Untungnya, ada beberapa cara menghilangkan bau apek di kamar tidur tanpa pewangi yang bisa dilakukan dengan kebiasaan sederhana. Mulai dari membuka jendela, menjemur perlengkapan tidur, membersihkan sudut kamar, hingga memastikan tidak ada benda lembap yang tersimpan terlalu lama, langkah-langkah tersebut dapat membantu membuat udara kamar lebih segar secara alami. Berikut Liputan6 telah rangkum dari berbagai sumber cara menghilangkan bau apek di kamar tidur, Kamis (1/10).

1. Buka Jendela dan Pintu Secara Rutin

Sirkulasi udara yang buruk menjadi salah satu hal yang membuat kamar tidur terasa pengap dan berbau apek. Kamar yang terus tertutup membuat udara di dalam ruangan tidak banyak berganti, sementara kelembapan dari tubuh, pakaian, dan aktivitas sehari-hari dapat bertahan lebih lama. Karena itu, buka jendela dan pintu kamar secara rutin pada waktu yang memungkinkan agar udara lama dapat keluar dan udara segar masuk.

Kebiasaan sederhana ini sebaiknya dilakukan terutama pada pagi atau siang hari ketika kondisi ruangan memungkinkan untuk mendapatkan pertukaran udara yang lebih baik. Jika posisi jendela dan pintu memungkinkan, bukalah keduanya secara bersamaan sehingga aliran udara dapat bergerak melewati kamar. Cara tersebut tidak membutuhkan pewangi dan dapat menjadi kebiasaan harian yang membantu mengurangi aroma pengap secara bertahap.

2. Jemur Kasur, Bantal, dan Selimut

Perlengkapan tidur dapat menjadi salah satu sumber bau apek yang sering luput diperhatikan karena digunakan setiap hari. Kasur, bantal, selimut, dan seprai dapat menyimpan keringat, kelembapan, serta berbagai partikel setelah digunakan berulang kali, sehingga kamar tetap berbau kurang sedap meskipun lantainya sudah disapu dan dipel. Membersihkan perlengkapan tidur secara rutin karena itu penting untuk menjaga kondisi kamar.

Seprai dan sarung bantal sebaiknya dicuci secara berkala, sedangkan kasur dan bantal dapat diangin-anginkan atau dijemur sesuai petunjuk perawatannya. Pastikan perlengkapan tidur benar-benar kering sebelum kembali digunakan atau disimpan. Jika bagian tertentu masih terasa lembap, jangan langsung menutupnya dengan selimut atau memasukkannya ke tempat penyimpanan karena kelembapan yang terperangkap dapat membuat bau apek lebih mudah muncul.

3. Periksa Bagian Bawah dan Belakang Furnitur

Area di bawah tempat tidur, belakang lemari, dan sisi furnitur yang menempel dengan dinding sering menjadi bagian kamar yang jarang dibersihkan. Padahal, debu dapat menumpuk di sana bersama rambut, serpihan kain, atau benda-benda kecil yang sulit terlihat dari posisi berdiri. Jika area tersebut juga memiliki kelembapan tinggi, kondisi ini dapat memperparah aroma pengap yang menyebar ke seluruh kamar.

Cobalah menggeser furnitur secara berkala untuk memeriksa kondisi lantai dan dinding di belakangnya, terutama jika bau apek terasa semakin kuat tanpa sumber yang jelas. Perhatikan pula tanda-tanda seperti bercak lembap, perubahan warna pada dinding, atau permukaan kayu yang terasa basah. Membersihkan bagian tersembunyi sekaligus memastikan area tersebut mendapatkan sirkulasi udara dapat membantu mencegah bau kembali setelah kamar dibersihkan.

4. Kurangi Barang yang Menumpuk

Kamar tidur yang terlalu banyak menyimpan barang dapat membuat udara sulit bergerak dengan baik, khususnya jika barang diletakkan di sudut-sudut ruangan atau menutupi sebagian besar permukaan lantai. Kardus, tumpukan buku, pakaian, dan berbagai barang yang jarang digunakan juga dapat menyimpan debu serta kelembapan. Akibatnya, aroma apek bisa muncul tanpa langsung diketahui sumbernya.

Mulailah dengan memilah barang yang benar-benar masih digunakan dan singkirkan benda yang sudah tidak diperlukan. Kardus sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk terlalu lama di kamar karena bahan tersebut mudah menyerap kelembapan dari lingkungan. Dengan membuat ruang lebih lega, udara akan lebih mudah bergerak dan proses pembersihan juga menjadi lebih praktis, sehingga kamar tidak mudah terasa pengap.

5. Cuci Kain yang Menjadi Sumber Bau

Selain perlengkapan tidur, kain lain di dalam kamar juga bisa menjadi tempat berkumpulnya debu dan menyimpan aroma kurang sedap. Tirai, karpet, keset, selimut tambahan, dan sarung bantal dekoratif misalnya, dapat menyerap kelembapan dan bau dari lingkungan selama digunakan dalam waktu lama. Benda-benda tersebut sering tidak dicuci sesering seprai sehingga aromanya terkadang baru terasa ketika sudah cukup kuat.

Periksa satu per satu benda berbahan kain yang ada di kamar dan tentukan mana yang sudah waktunya dicuci. Setelah dicuci, keringkan sampai benar-benar tuntas sebelum dipasang kembali agar tidak justru menambah kelembapan di ruangan. Untuk karpet atau tirai yang sulit dicuci terlalu sering, bersihkan dan angin-anginkan secara rutin sehingga debu serta aroma yang menempel tidak terus terakumulasi.

6. Bersihkan Area yang Berjamur

Jamur dapat menjadi salah satu penyebab bau khas yang terasa apek, terutama pada kamar yang memiliki masalah kelembapan. Pertumbuhan jamur tidak selalu langsung terlihat karena dapat muncul di belakang furnitur, sudut dinding, bagian bawah benda, atau area lain yang minim cahaya dan sirkulasi udara. Karena itu, ketika bau terus muncul meskipun kamar sudah dibersihkan, periksa kemungkinan adanya bercak jamur.

Jika menemukan jamur, bersihkan permukaan tersebut menggunakan metode yang sesuai dengan materialnya dan gunakan perlindungan diri yang diperlukan saat melakukan pembersihan. Jangan hanya menghilangkan bercaknya tanpa mencari penyebab kelembapan karena jamur berpotensi kembali tumbuh ketika kondisi lingkungannya masih mendukung. Bila sumbernya berasal dari kebocoran, rembesan, atau kerusakan bangunan, bagian tersebut juga perlu diperbaiki agar masalah tidak berulang.

7. Gunakan Kipas untuk Membantu Mengeluarkan Udara Lembap

Kipas angin dapat dimanfaatkan untuk membantu mempercepat pertukaran udara di dalam kamar, terutama ketika ruangan terasa pengap. Namun, kipas sebaiknya tidak dianggap sebagai solusi tunggal karena alat tersebut tidak menghilangkan sumber kelembapan. Penggunaannya akan lebih membantu jika dilakukan bersamaan dengan membuka jendela atau pintu sehingga udara lembap dari dalam kamar memiliki jalur untuk keluar.

Salah satu cara yang dapat dicoba adalah mengarahkan kipas ke arah luar melalui jendela ketika kondisi memungkinkan. Dengan begitu, udara dari dalam kamar terdorong keluar dan udara dari area lain dapat masuk menggantikannya. Setelah sirkulasi berjalan lebih baik, kamar biasanya terasa tidak terlalu pengap. Tetap perhatikan kebersihan kipas karena debu yang menempel pada baling-baling atau kisi-kisinya juga dapat ikut tersebar ke seluruh ruangan.

8. Gunakan Bahan Penyerap Kelembapan Tanpa Pewangi

Jika kamar cenderung lembap, bahan atau produk penyerap kelembapan tanpa tambahan pewangi dapat menjadi pilihan untuk membantu mengendalikan kondisi udara. Cara ini berbeda dengan penggunaan pewangi karena tujuannya bukan menutupi aroma apek, melainkan membantu mengurangi kandungan air berlebih di area yang cenderung lembap. Produk semacam ini dapat ditempatkan di bagian kamar yang sesuai dengan petunjuk penggunaannya.

Periksa wadah penyerap kelembapan secara rutin dan ganti atau kosongkan sesuai petunjuk produk ketika sudah penuh. Jangan meletakkannya di tempat yang mudah tersenggol atau dekat dengan barang yang tidak tahan terhadap cairan. Penggunaan penyerap kelembapan akan lebih efektif jika tetap disertai kebiasaan membuka ventilasi, membersihkan kamar, dan memastikan benda-benda yang disimpan di dalamnya benar-benar kering.

9. Jangan Memasukkan Pakaian yang Masih Lembap ke Lemari

Pakaian yang terasa sedikit lembap setelah dicuci sebaiknya tidak langsung dilipat dan dimasukkan ke dalam lemari. Kelembapan yang terperangkap di antara pakaian dapat membuat bagian dalam lemari menjadi pengap dan menciptakan aroma yang sulit dihilangkan. Kondisi tersebut juga dapat membuat pakaian lain yang sebenarnya sudah kering ikut menyerap bau dari lingkungan penyimpanan.

Sebelum memasukkan pakaian ke lemari, pastikan seluruh bagiannya sudah benar-benar kering, termasuk bagian yang lebih tebal seperti lipatan celana, kerah, dan bagian bawah pakaian. Jika pakaian sudah terlanjur berbau apek, keluarkan terlebih dahulu dan cuci atau angin-anginkan sesuai kebutuhan. Berikan juga sedikit ruang di antara tumpukan pakaian agar udara dapat bergerak dan bagian dalam lemari tidak terlalu lembap.

10. Cari Sumber Kelembapan yang Tidak Terlihat

Jika berbagai cara sudah dilakukan tetapi bau apek masih muncul, kemungkinan terdapat sumber kelembapan yang tidak langsung terlihat. Periksa dinding, plafon, lantai, bagian belakang lemari, serta area sekitar jendela untuk mengetahui apakah ada rembesan air atau kebocoran. Kadang-kadang, bau berasal dari satu titik yang lembap tetapi aromanya menyebar ke seluruh ruangan sehingga sumbernya terasa sulit ditemukan.

Jangan hanya membersihkan kamar setiap kali bau muncul jika sumber kelembapannya belum diketahui. Apabila terdapat kebocoran atau rembesan, perbaiki sumber masalah tersebut agar kondisi kamar dapat kembali kering. Perhatikan pula area yang sering tertutup furnitur karena bagian tersebut cenderung memiliki sirkulasi udara lebih rendah. Setelah sumber kelembapan ditangani, lanjutkan dengan membersihkan area dan memperbaiki sirkulasi udara agar bau apek tidak mudah kembali.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menghilangkan Bau Apek di Kamar Tidur

1. Apa penyebab utama kamar tidur berbau apek?

Bau apek umumnya berkaitan dengan kelembapan, sirkulasi udara yang kurang baik, kain yang menyimpan bau, debu, atau pertumbuhan jamur.

2. Apakah membuka jendela bisa menghilangkan bau apek?

Membuka jendela dapat membantu memperbaiki sirkulasi udara dan mengurangi udara pengap, terutama jika dilakukan secara rutin dan kondisi luar ruangan mendukung.

3. Bagaimana cara menghilangkan bau apek dari kasur?

Kasur dapat diangin-anginkan atau dijemur sesuai petunjuk perawatannya, sementara seprai dan sarung bantal sebaiknya dicuci serta dikeringkan secara menyeluruh.

4. Apakah baking soda bisa digunakan untuk bau apek?

Baking soda sering digunakan untuk membantu menyerap atau menetralisasi bau pada permukaan tertentu, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan material agar tidak menyebabkan kerusakan.

5. Mengapa bau apek di kamar terus kembali?

Bau dapat kembali jika sumber kelembapan, jamur, rembesan air, pakaian lembap, atau benda yang menyimpan bau belum ditangani secara menyeluruh.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6