Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat tanaman pandan tetap rimbun di pot kecil dapat dilakukan dengan perawatan yang tepat sejak awal. Keterbatasan ruang bukan berarti pandan tidak bisa tumbuh subur, selama kebutuhan cahaya, air, dan nutrisi tetap terpenuhi.
Media tanam, penyiraman, hingga pemangkasan menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan cara membuat tanaman pandan tetap rimbun di pot kecil. Perawatan tersebut membantu menjaga pertumbuhan daun sekaligus membuat rumpun tetap terlihat penuh dan sehat.
Jika ruang tanam terbatas, pengelolaan anakan juga penting agar pandan tidak tumbuh terlalu padat. Dengan memperhatikan hal tersebut, cara membuat tanaman pandan tetap rimbun di pot kecil dapat diterapkan tanpa mengabaikan kebutuhan tanaman.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari Wellspring Gardens dan Little Green Fingers, Rabu (30/9/2026).
1. Gunakan media tanam yang kaya bahan organik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362192/original/091080500_1790761070-Gunakan_media_tanam.jpg)
Pilih media tanam yang subur, kaya bahan organik, dan mampu mempertahankan kelembapan tanpa membuat air menggenang.
Kondisi tersebut membantu akar mendapatkan air dan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan daun.
Pastikan media tetap memiliki drainase yang baik agar kelebihan air dapat mengalir dan akar terhindar dari masalah akibat genangan.
Advertisement
2. Berikan cahaya yang cukup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786065/original/026526200_1711510891-pexels-lukas-296234.jpg)
Pandan menyukai sinar matahari penuh hingga area dengan teduh sebagian. Jika tanaman berada dalam pot kecil dan diletakkan di lokasi yang sangat panas, berikan sedikit naungan, terutama pada siang hari.
Langkah ini membantu mengurangi risiko daun terbakar akibat paparan matahari berlebihan sekaligus menjaga media tidak terlalu cepat kehilangan kelembapan. Di dalam ruangan, letakkan pandan di area terang dengan cahaya tidak langsung.
3. Jaga media tetap lembap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362193/original/094219000_1790761070-Jaga_media_tetap_lembap.jpg)
Pandan membutuhkan media yang selalu cukup lembap untuk menunjang pertumbuhannya. Siram secara teratur dan jangan biarkan tanah terlalu lama dalam kondisi kering.
Wellspring Gardens menyarankan agar lapisan tanah bagian atas dibiarkan sedikit mengering sebelum penyiraman berikutnya. Meski menyukai kelembapan, pandan tetap membutuhkan media dengan drainase baik agar air tidak terus menggenang di sekitar akar.
Advertisement
4. Berikan pupuk secara rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3298227/original/057619800_1605584039-gardening-690940_640.jpg)
Asupan nutrisi yang cukup membantu pandan menghasilkan pertumbuhan daun yang lebih subur. Dilansir dari Wellspring Gardens, pupuk seimbang seperti 10-10-10 dapat diberikan setiap 4–6 minggu selama musim pertumbuhan.
Sementara itu, Little Green Fingers menyebut kompos atau pupuk organik dapat diberikan satu hingga dua kali dalam sebulan agar tanaman tumbuh lebih produktif. Pemberian nutrisi secara berkala penting diperhatikan, terutama ketika tanaman berada dalam wadah dengan ruang akar yang terbatas.
5. Rutin panen daun yang sudah tua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362194/original/097776900_1790761070-Rutin_panen_daun_yang_sudah_tua.jpg)
Daun pandan yang telah cukup matang dapat dipanen secara berkala, terutama dari bagian luar rumpun. Potong daun dekat pangkalnya agar tanaman tetap rapi dan memberikan ruang bagi pertumbuhan baru.
Dilansir dari Wellspring Gardens, pemanenan daun secara rutin dapat membantu menjaga tanaman tetap penuh dan produktif. Selain memenuhi kebutuhan daun untuk memasak, kebiasaan ini juga dapat membantu mempertahankan tampilan pandan agar tetap lebat.
Advertisement
6. Buang daun kuning atau rusak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362195/original/001312000_1790761071-Buang_daun_kuning_atau_rusak.jpg)
Periksa kondisi tanaman secara rutin dan singkirkan daun yang sudah menguning, kering, atau mengalami kerusakan. Langkah sederhana ini membantu menjaga kesehatan pandan sekaligus membuat tampilannya lebih rapi.
Daun yang masih hijau dan tumbuh dengan baik sebaiknya tetap dipertahankan agar rumpun tidak terlihat terlalu jarang. Pembersihan secara berkala juga membuat perubahan kondisi tanaman lebih mudah terlihat.
7. Kelola anakan yang tumbuh dari pangkal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362196/original/004814800_1790761071-Kelola_anakan.jpg)
Pandan yang sudah tumbuh dengan baik biasanya menghasilkan anakan atau tunas baru dari bagian pangkal. Menurut Little Green Fingers, anakan tersebut dapat dikenali dari pertumbuhan daun yang membentuk kumpulan serta adanya akar udara yang terlihat.
Jika sudah cukup berkembang, tunas dapat dipisahkan dan ditanam pada wadah lain. Cara ini membantu mengurangi kepadatan dalam pot utama sekaligus memungkinkan tanaman baru tumbuh secara terpisah.
Advertisement
8. Pangkas pandan yang mulai tumbuh terlalu tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362197/original/008535600_1790761071-Pangkas_pandan.jpg)
Seiring bertambah besar, pandan dapat tumbuh memanjang dengan daun yang lebih banyak terkumpul di bagian atas. Kondisi tersebut disebut leggy dan dapat membuat tanaman terlihat kurang kompak, bahkan menjadi berat pada bagian atas.
Dilansir dari Little Green Fingers, tanaman pandan yang sudah terlalu tinggi dapat dipotong untuk membantu mempertahankan bentuk yang lebih bulat dan rapi. Cara ini dapat diterapkan ketika ukuran tanaman mulai sulit dikendalikan dalam ruang terbatas.
9. Manfaatkan bagian bawah tanaman untuk menghasilkan anakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362198/original/011991900_1790761071-Manfaatkan_bagian_bawah.jpg)
Jika pandan sudah terlalu tinggi dan perlu dipotong, bagian bawah tanaman tidak harus dibuang. Little Green Fingers menjelaskan bahwa bagian bawah tanaman yang tetap berada di pot dapat menghasilkan tunas baru setelah pemotongan.
Anakan tersebut kemudian akan berkembang dari pangkal dan membantu membentuk rumpun baru yang lebih penuh. Dengan begitu, tanaman lama tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pertumbuhan baru tanpa harus langsung menggantinya.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Tanaman Pandan Tetap Rimbun di Pot Kecil
Apa kunci utama agar tanaman pandan tetap rimbun di pot kecil?
Kuncinya adalah menjaga media tetap lembap, memberikan cahaya yang cukup, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta rutin memanen daun yang sudah matang. Perawatan tersebut membantu mendukung pertumbuhan daun sekaligus mempertahankan bentuk rumpun agar tetap penuh.
Apakah pandan yang ditanam dalam pot kecil tetap bisa tumbuh subur?
Bisa, selama kebutuhan dasarnya terpenuhi dan ukuran tanaman tetap dikelola. Pandan dapat tumbuh dalam wadah, tetapi ketika akar sudah memenuhi pot, tanaman sebaiknya dipindahkan ke wadah yang sedikit lebih besar agar tetap mendapatkan ruang, air, dan nutrisi yang cukup.
Bagaimana cara membuat pandan tidak tumbuh terlalu tinggi?
Pandan yang mulai terlalu tinggi dan terlihat leggy dapat dipangkas untuk mempertahankan bentuk yang lebih kompak. Bagian tanaman yang tersisa di pot juga dapat menghasilkan tunas baru sehingga rumpun berpeluang kembali terlihat lebih penuh.
Apakah anakan pandan perlu dipisahkan dari tanaman utama?
Jika anakan sudah berkembang dan jumlahnya membuat pot terlalu padat, sebagian dapat dipisahkan lalu ditanam pada wadah lain. Cara ini memberikan ruang bagi tanaman utama sekaligus menghasilkan tanaman pandan baru.
Seberapa sering pandan perlu diberi pupuk agar daunnya lebat?
Pupuk dapat diberikan secara rutin selama masa pertumbuhan. Wellspring Gardens menyarankan pupuk seimbang seperti 10-10-10 setiap 4–6 minggu, sedangkan pupuk organik atau kompos dapat diberikan satu hingga dua kali sebulan untuk mendukung pertumbuhan yang lebih produktif.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769280/original/060584600_1710211493-cek_fakta_tahanan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353576/original/002126400_1789969776-cek_fakta_-_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361902/original/027437400_1790753188-HOAX__27_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362191/original/087793300_1790761070-HL_pandan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302604/original/019822500_1784598845-11369708220074094152.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300783/original/066740000_1784380953-pandan_latte.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296853/original/061345700_1784028859-6a2d5bde-b0b4-4c40-9147-1bd434298961.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3237589/original/005615300_1600082328-bubur-sumsum-pandan-foto-resep-utama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362261/original/005206000_1790765964-mencuci_jeans.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359273/original/065999100_1790494978-Gemini_Generated_Image_pfh4tgpfh4tgpfh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362178/original/002711000_1790760139-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262292/original/002234600_1781777503-japandi_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2799007/original/062619700_1557236045-photo-1546421241-a36e7ccc558b.jpg)