Cara Merawat Tanaman Pandan agar Tumbuh Subur, Lebat, dan Wangi

Panduan cara merawat tanaman pandan agar subur, lebat, dan wangi, dari media tanam, penyiraman, cahaya, pemupukan, sampai mengatasi daun menguning.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 11:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara merawat tanaman pandan tidaklah sulit dan bisa dilakukan di pekarangan luas maupun lahan terbatas. Agar tumbuh subur, tanaman ini membutuhkan media tanam yang kaya nutrisi, penyiraman teratur, dan pencahayaan yang sesuai.

Pandan tumbuh baik di tanah yang lembap, tetapi tidak tergenang air. Tanaman ini juga menyukai sinar matahari yang cukup tanpa paparan berlebihan. Dengan perawatan yang tepat, daunnya dapat tumbuh lebat, berwarna hijau segar, dan menghasilkan aroma khas yang sering dimanfaatkan untuk memasak.

Dilansir dari Specialty Produce, pandan termasuk spesies Pandanus yang memiliki daun beraroma dan banyak dibudidayakan di kebun rumah. Daun pandan umumnya dapat mulai dipanen sekitar enam bulan setelah ditanam. Agar tumbuh optimal, perawatannya perlu disesuaikan dengan karakteristik tanaman tropis yang menyukai kondisi hangat dan lembap, berikut ulasan Liputan6.com.

Menyiapkan Media Tanam dan Menanam Bibit Pandan

Keberhasilan merawat tanaman pandan dimulai dari pemilihan wadah, media tanam, dan bibit yang tepat. Persiapan ini membantu akar beradaptasi, menyerap nutrisi, dan mendukung pertumbuhan tunas baru. Prinsipnya serupa dengan cara menanam tanaman yang benar agar tumbuh subur.

  1. Pilih Pot atau Polybag yang Lebar: Gunakan wadah yang cukup luas agar akar dapat menyebar dengan leluasa. Pastikan pot atau polybag memiliki lubang drainase untuk membuang kelebihan air. Pilihan ini cocok untuk menanam daun pandan di polybag, terutama jika lahan terbatas.

  2. Siapkan Media Tanam yang Subur: Campurkan tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:2:1. Kombinasi ini membantu menyediakan nutrisi sekaligus menjaga media tetap gembur dan lembap. Panduan mengenai komposisi media tanam dapat menjadi acuan untuk menanam pandan dalam pot.

  3. Pastikan Drainase Berfungsi Baik: Sebelum memasukkan media tanam, periksa lubang pembuangan air pada pot agar tidak tersumbat. Jika diperlukan, gunakan pecahan bata atau genting sebagai lapisan dasar. Namun, bahan tersebut bukan pengganti lubang drainase dan media yang mampu mengalirkan air dengan baik.

  4. Pilih Bibit atau Anakan yang Sehat: Gunakan anakan pandan yang memiliki akar dan daun hijau segar. Hindari bibit dengan bercak cokelat, daun menguning secara tidak wajar, atau tanda serangan hama agar tanaman lebih mudah beradaptasi setelah dipindahkan.

  5. Tanam Bibit dan Siram Secukupnya: Letakkan bibit dalam posisi tegak, kemudian tutup akarnya dengan media tanam hingga pangkal batang tertopang dengan baik. Padatkan tanah secara perlahan dan siram sampai lembap merata tanpa membuat air menggenang.

Selain menggunakan anakan yang sudah berakar, Anda bisa mencoba menanam daun pandan di media air sebelum memindahkannya ke tanah. Ada pula metode menanam pandan tanpa akar menggunakan potongan batang atau tunas samping. Namun, keberhasilannya bergantung pada kondisi bahan tanam dan kemampuannya membentuk akar baru.

Mengatur Penyiraman, Cahaya, dan Kelembapan Tanaman Pandan

Pandan menyukai lingkungan yang hangat dan lembap, tetapi tidak tahan terhadap media tanam yang terus-menerus tergenang atau paparan matahari terik berlebihan. Karena itu, cara merawat tanaman pandan perlu memperhatikan keseimbangan penyiraman, pencahayaan, dan kelembapan agar daun tetap segar serta pertumbuhannya optimal.

  1. Jaga Media Tanam Tetap Lembap: Siram pandan secara teratur sesuai kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Saat cuaca panas, penyiraman mungkin perlu dilakukan lebih sering. Periksa permukaan media sebelum menyiram agar tidak terlalu kering maupun basah berlebihan. Kenali juga tanda tanaman kekurangan air untuk mengetahui kapan tanaman membutuhkan tambahan air.

  2. Siram di Pangkal Tanaman: Arahkan air ke media tanam dan pastikan kelebihannya dapat mengalir keluar melalui lubang drainase. Penyiraman berlebihan dapat membuat akar kekurangan oksigen dan membusuk. Jika daun mulai menguning atau tanaman tampak layu meski media masih basah, periksa kemungkinan tanaman yang terlalu banyak disiram.

  3. Gunakan Air yang Sesuai: Air bersih yang tidak mengandung garam atau mineral berlebihan umumnya cocok untuk pandan. Jika ujung daun mengering atau berubah warna, periksa juga kualitas air dan kondisi media tanam sebelum menentukan penyebabnya. Air hujan yang bersih dapat menjadi alternatif untuk menyiram tanaman.

  4. Berikan Cahaya yang Cukup: Letakkan pandan di tempat yang mendapat cahaya matahari pagi atau berada dalam kondisi teduh sebagian. Mengacu pada panduan The Food Gardener, tanaman ini dapat tumbuh di lokasi yang memperoleh sinar matahari hingga teduh sebagian. Hindari paparan matahari terik terlalu lama, terutama saat tanaman masih muda, karena dapat membuat daun mengering atau terbakar.

  5. Jaga Suhu dan Kelembapan: Pandan tumbuh baik di lingkungan tropis yang hangat dan lembap. Garden Nursery menyebutkan kisaran suhu sekitar 18–30 derajat Celsius dengan kelembapan di atas 60 persen sebagai kondisi yang mendukung pertumbuhannya. Jika udara di sekitar tanaman terlalu kering, tingkatkan kelembapan dengan meletakkan wadah berisi air di dekat pot atau mengelompokkan beberapa tanaman. Pastikan bagian bawah pot tidak terendam air.

Frekuensi penyiraman tidak harus mengikuti jadwal yang sama sepanjang tahun. PlantIn menyarankan penyiraman sekitar setiap 6–10 hari pada kondisi yang lebih sejuk, tetapi kebutuhan sebenarnya bergantung pada cuaca, ukuran pot, dan jenis media tanam.

Periksa kelembapan tanah secara berkala sebelum menambahkan air. Jika ujung daun telanjur kering, pangkas bagian yang rusak menggunakan gunting bersih tanpa memotong jaringan daun yang masih sehat. Perhatikan pula daun menguning dan layu sebagai tanda untuk mengevaluasi penyiraman, pencahayaan, atau kondisi akar.

Pemupukan, Pemangkasan, dan Pengendalian Hama agar Pandan Lebat

Setelah tanaman tumbuh dengan baik, perawatan rutin diperlukan agar daun pandan tetap hijau, sehat, dan produktif. Pemupukan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, sedangkan pemangkasan dan pengendalian hama menjaga tanaman tetap rapi serta terhindar dari kerusakan. Dengan perawatan yang konsisten, rumpun pandan dapat terus menghasilkan daun untuk kebutuhan sehari-hari.

  1. Berikan Pupuk Secara Berimbang: Mengacu pada Wellspring Gardens, pupuk seimbang seperti NPK 10-10-10 dapat diberikan setiap 4–6 minggu selama masa pertumbuhan aktif, dengan menyesuaikan dosis pada petunjuk kemasan. Pupuk yang mengandung nitrogen membantu mendukung pertumbuhan daun, tetapi pemberian berlebihan justru dapat merusak akar. Untuk menjaga kondisi media, lakukan juga pengolahan tanah agar subur dan gembur secara berkala.

  2. Manfaatkan Pupuk Organik: Kompos matang dapat menjadi sumber nutrisi tambahan sekaligus membantu memperbaiki struktur media tanam. Anda bisa membuat pupuk organik alami dari bahan yang tersedia di rumah atau mencoba membuat pupuk kompos dari sisa bahan dapur. Pastikan pupuk telah terurai dengan baik sebelum digunakan. Air cucian beras atau kulit pisang sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pupuk lengkap karena kandungan nutrisinya tidak terukur.

  3. Pangkas Daun Tua dan Rusak: Potong daun yang menguning, mengering, atau rusak menggunakan gunting bersih. Pemangkasan membantu menjaga penampilan tanaman dan mengurangi bagian yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya hama. Hindari memotong terlalu banyak daun sehat sekaligus agar pertumbuhan pandan tidak terganggu.

  4. Kendalikan Hama Sejak Dini: Periksa permukaan dan bagian bawah daun secara rutin untuk menemukan ulat atau hama lainnya. Jika jumlahnya sedikit, ambil secara manual. Untuk serangan yang lebih luas, gunakan pestisida nabati dari bahan alami sesuai petunjuk penggunaan dan uji terlebih dahulu pada sebagian kecil daun. Pelajari pula cara mengatasi ulat agar kerusakan tidak meluas. Jika serangan cukup parah, segera pisahkan tanaman yang terkena hama dari tanaman lain untuk mengurangi risiko penyebaran.

  5. Ganti Pot Saat Diperlukan: Periksa kondisi akar secara berkala. Jika akar sudah memenuhi wadah, keluar melalui lubang drainase, atau pertumbuhan tanaman mulai terhambat, pindahkan pandan ke pot yang sedikit lebih besar dengan media tanam baru. Mengutip Greg, repotting dapat membantu menjaga kondisi tanaman, tetapi frekuensinya sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan akar dan ukuran wadah, bukan semata-mata dilakukan setiap tahun.

  6. Panen Daun Secara Bijak: Petik daun tua dari bagian terluar sesuai kebutuhan dan gunakan alat yang bersih. Hindari mengambil terlalu banyak daun sekaligus agar tanaman tetap memiliki cukup daun untuk berfotosintesis. Jika hasil panen berlebih, ikuti panduan menyimpan daun pandan agar aroma dan kualitasnya lebih terjaga.

Pemupukan yang tepat, termasuk penggunaan bahan organik yang sesuai, dapat mendukung pertumbuhan daun pandan. Namun, kesuburan dan kekuatan aromanya juga dipengaruhi oleh varietas, cahaya, air, serta kondisi tanaman secara keseluruhan. Setelah dipanen, daun pandan sebaiknya segera dibersihkan dan disimpan dengan benar. Anda juga dapat menerapkan prinsip merawat sayuran daun agar tidak cepat layu untuk mempertahankan kesegarannya.

Manfaat Daun Pandan yang Membuatnya Layak Dirawat

Selain mudah ditanam di pekarangan maupun dalam pot, pandan memiliki beragam kegunaan yang membuatnya bermanfaat untuk dipelihara di rumah. Daunnya sering digunakan sebagai penambah aroma masakan, pewarna alami, hingga bahan dalam pengobatan tradisional.

Plantly menyebutkan bahwa daun pandan mengandung senyawa 2-acetyl-1-pyrroline yang berkontribusi terhadap aroma khasnya. Aroma tersebut juga membuat pandan dimanfaatkan dalam sejumlah cara tradisional untuk membantu mengusir kecoa. Berikut beberapa manfaat daun pandan yang perlu diketahui.

  • Pengharum dan Pewarna Alami: Daun pandan kerap ditambahkan ke nasi, kue, dan minuman untuk memberikan aroma harum. Ekstraknya juga dapat menghasilkan warna hijau alami pada berbagai hidangan.

  • Berpotensi Mendukung Pengelolaan Kolesterol: Daun pandan sering digunakan dalam ramuan tradisional yang dipercaya membantu menurunkan kolesterol. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas sehingga penggunaannya tidak dapat menggantikan pengobatan atau pola hidup sehat yang dianjurkan tenaga medis.

  • Dikaji untuk Membantu Mengontrol Gula Darah: Sejumlah penelitian awal meneliti senyawa dalam pandan terkait pengelolaan kadar gula darah. Meski demikian, efektivitas dan keamanan pandan sebagai terapi masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

  • Digunakan dalam Pengobatan Tradisional untuk Meredakan Nyeri: Daun pandan juga dimanfaatkan secara tradisional untuk membantu mengurangi keluhan seperti nyeri sendi dan sakit kepala. Manfaat tersebut belum memiliki bukti klinis yang cukup kuat untuk menjadikannya pengganti penanganan medis.

  • Diteliti Terkait Tekanan Darah: Kandungan senyawa antioksidan dalam pandan menjadi salah satu hal yang menarik perhatian peneliti. Meski demikian, klaim bahwa pandan dapat menurunkan tekanan darah masih membutuhkan dukungan penelitian klinis yang memadai.

  • Dimanfaatkan untuk Relaksasi: Aroma pandan yang khas sering digunakan untuk menciptakan suasana nyaman di rumah. Menghirup aromanya dapat menjadi bagian dari rutinitas relaksasi, meskipun manfaatnya dalam mengatasi kecemasan belum terbukti secara klinis.

  • Digunakan dalam Perawatan Rambut dan Kulit: Dalam perawatan tradisional, pandan juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk perawatan rambut dan kulit. Namun, efektivitasnya masih perlu diteliti lebih lanjut. Jika digunakan langsung pada kulit, lakukan uji pada area kecil terlebih dahulu untuk memeriksa kemungkinan iritasi.

Beragam kegunaan tersebut membuat pandan layak ditanam sebagai tanaman bumbu di rumah. Meski beberapa manfaat kesehatannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, daun pandan tetap praktis untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Dengan penyiraman yang tepat, pencahayaan cukup, dan pemupukan berkala, tanaman ini dapat menghasilkan daun segar yang siap dipanen sesuai kebutuhan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Pandan

Berapa kali tanaman pandan perlu disiram?

Pandan menyukai media yang selalu lembap, sehingga umumnya disiram sekali sehari, atau dua kali saat cuaca sangat panas. Yang terpenting media tidak sampai kering, tetapi juga tidak tergenang agar akar tidak busuk.

Kenapa daun pandan menguning?

Daun pandan menguning paling sering disebabkan kelebihan air yang memicu busuk akar, kekurangan nutrisi, atau paparan matahari terik. Perbaiki drainase, atur ulang jadwal penyiraman, dan pindahkan ke lokasi yang lebih teduh untuk memulihkannya.

Berapa lama pandan bisa mulai dipanen?

Daun pandan umumnya sudah bisa dipanen sekitar enam bulan setelah tanam dengan memilih daun tua di bagian luar. Pemetikan rutin justru membuat rumpun tetap kompak dan mendorong tumbuhnya daun baru.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6