Liputan6.com, Jakarta Menanam pohon jeruk ternyata bisa dimulai hanya dari sebutir biji yang tersisa dari buah segar di dapur. Prosesnya memang menuntut kesabaran, tetapi cara menanam jeruk dari biji sebenarnya sederhana dan bisa dipraktikkan siapa saja.
Kunci keberhasilannya terletak pada pemilihan biji berkualitas, penyemaian yang tepat, serta perawatan yang rutin. Dengan langkah yang benar, cara menanam jeruk dari biji akan menghasilkan kecambah dalam hitungan minggu dan bibit yang sehat.
Secara umum, biji jeruk tergolong mudah berkecambah selama tidak dibiarkan benar-benar kering sebelum disemai. Praktiknya pun mirip dengan menanam jeruk nipis dari biji di pot yang banyak dilakukan pekebun rumahan.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (20/10/2026).
Cara Memilih dan Menyiapkan Biji Jeruk Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377753/original/092791800_1792477924-Gemini_Generated_Image_fomn3ufomn3ufomn.jpg)
Fondasi utama dalam cara menanam jeruk dari biji adalah memilih sumber biji yang tepat lalu menyiapkannya dengan benar. Biji jeruk termasuk salah satu biji buah yang bisa ditanam kembali di rumah, dan biji yang gemuk serta berasal dari buah matang memiliki daya kecambah paling tinggi.
Dilansir dari MasterClass, biji jeruk sebaiknya direndam dalam air minimal 24 jam sebelum ditanam, lalu ditempatkan di lokasi yang hangat dan lembap dengan cahaya matahari tidak langsung. Prinsip serupa juga berlaku untuk beragam tanaman dapur yang bisa tumbuh dari biji lainnya.
-
Pilih buah jeruk yang matang dan berkualitas: Karena pohon jeruk butuh waktu lama, pilih buah yang benar-benar matang dan rasanya enak agar sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.
-
Keluarkan dan bersihkan biji: Belah buah secara hati-hati agar biji tidak ikut terpotong, lalu ambil biji dan bilas bersih dari sisa daging serta lendir yang menempel.
-
Uji kelayakan biji: Rendam biji dalam wadah berisi air, buang biji yang mengapung, dan simpan biji yang tenggelam ke dasar.
-
Rendam selama 24 jam: Perendaman membantu melunakkan cangkang luar biji sekaligus mendorong perkecambahan.
-
Kupas lapisan kulit biji: Menggores atau mengupas kulit keras biji dengan hati-hati dapat meningkatkan peluang munculnya akar lebih cepat.
-
Jaga biji tetap lembap: Biji jeruk tidak perlu dikeringkan dan tidak boleh dibiarkan mengering sepenuhnya, sebab biji segar justru berkecambah paling baik.
Advertisement
Cara Mengecambahkan dan Menanam Biji Jeruk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377755/original/000582300_1792477925-Gemini_Generated_Image_6rq96w6rq96w6rq9.jpg)
Begitu biji siap, inti dari cara menanam jeruk dari biji terletak pada upaya merangsang perkecambahan sebelum memindahkannya ke media tanam. Persiapan medianya tidak jauh berbeda dengan cara menanam buah di pot pada umumnya, yakni gembur dan berdrainase baik.
Mengutip Gardening Know How, media perlu dijaga tetap lembap dan hangat hingga biji bertunas, dengan perkecambahan yang dapat muncul dalam seminggu meski kerap memerlukan beberapa minggu. Jeruk pun menjadi salah satu tanaman buah dari biji sisa dapur yang relatif mudah disemai.
-
Kecambahkan dengan metode tisu basah: Letakkan biji berjarak di atas tisu lembap, lipat, lalu masukkan ke dalam kantong plastik dan simpan di tempat yang hangat, gelap, serta lembap agar cepat bertunas.
-
Periksa biji secara berkala: Cek kondisi biji setiap beberapa hari; munculnya akar kecil (radikula) menandakan perkecambahan berhasil.
-
Siapkan media tanam yang porous: Gunakan campuran media steril dan berdrainase baik, misalnya gambut dan perlit berbutir halus dengan takaran seimbang.
-
Perhatikan tingkat keasaman tanah: Jeruk menyukai tanah agak asam hingga netral dengan pH ideal di kisaran 6,0 sampai 6,5.
-
Tanam biji pada kedalaman tepat: Tanam biji sedalam sekitar 1 cm; Anda bisa menekan dua biji ke permukaan media setiap wadah, lalu menutupnya tipis dengan media.
-
Letakkan di tempat hangat: Jaga suhu sekitar 21 derajat Celsius; pada kondisi ini biji umumnya berkecambah dalam waktu dua minggu.
-
Sisakan tunas terkuat: Setiap biji dapat memunculkan hingga tiga tunas, jadi pangkas tunas yang paling lemah.
Cara Merawat Bibit Jeruk hingga Tumbuh Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377756/original/007809600_1792477925-Gemini_Generated_Image_czhc42czhc42czhc.jpg)
Tahap perawatan sangat menentukan keberhasilan cara menanam jeruk dari biji secara keseluruhan, sebab bibit muda masih sangat rentan. Dengan cahaya, air, dan nutrisi yang seimbang, bibit akan tumbuh kuat layaknya saat kita merawat tanaman jeruk dalam pot agar berbuah besar dan manis.
-
Berikan cahaya yang cukup: Bibit muda butuh cahaya terang tidak langsung agar daunnya tidak gosong, sementara pohon yang lebih dewasa idealnya mendapat sinar matahari delapan hingga sepuluh jam sehari.
-
Siram secara teratur: Pohon jeruk membutuhkan sekitar 2-3 cm air per minggu dan tidak menyukai akar yang tergenang, jadi jaga media tetap lembap tetapi tidak becek.
-
Beri pupuk khusus jeruk: Gunakan pupuk lambat urai yang diformulasikan untuk jeruk dan aplikasikan pada musim tanam sesuai petunjuk kemasan.
-
Pindahkan saat bibit cukup besar: Bibit sebaiknya sudah setinggi 15-20 cm dan memiliki tiga sampai empat set daun sejati sebelum dipindahkan, lalu tanam mengikuti tips menanam pohon buah di pot besar.
-
Pangkas untuk membentuk tajuk: Buang cabang yang mati atau sakit serta cabang yang tumbuh ke arah yang tidak diinginkan agar pohon tetap sehat dan produktif.
-
Pantau hama dan penyakit: Periksa tanaman secara rutin dari tanda hama atau penyakit seperti daun menggulung dan jamur, lalu atasi sejak dini sebelum menyebar.
Advertisement
Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Menanam Jeruk dari Biji
Hal pertama yang perlu disadari adalah pohon jeruk dari biji membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk berbuah dibanding bibit hasil perbanyakan vegetatif. Mengacu pada riset University of Florida Extension, pohon dari biji umumnya baru berbuah setelah 6-7 tahun, sementara pohon hasil sambung dapat berbuah dalam 3-4 tahun.Â
Sebagaimana diungkapkan University of California, pohon jeruk dari biji bahkan bisa memerlukan waktu hingga sepuluh tahun untuk berbuah, kurang produktif, dan umumnya dijadikan batang bawah karena sifatnya yang tidak serupa induk. Karena itu, banyak pekebun yang mendambakan panen cepat memilih cara menanam pohon jeruk nipis di pot agar cepat berbuah melalui bibit cangkok, okulasi, atau sambung pucuk.
Pertanyaan klasik berikutnya adalah apakah buah yang dihasilkan akan sama dengan induknya. Dalam buku Hardy Citrus for the South East, Tom McClendon menuliskan, "Sebagian besar jeruk umum seperti jeruk manis, grapefruit, lemon, dan kebanyakan mandarin bersifat poliembrioni dan akan tumbuh sesuai dengan induknya."
Secara sederhana, biji poliembrioni mengandung beberapa embrio yang merupakan klon induk serta satu embrio hasil penyerbukan yang justru paling lemah dan biasanya dibuang. Namun, sejumlah varietas seperti Meyer lemon, pomelo, clementine, dan temple tidak tumbuh sesuai induknya, sehingga hasilnya lebih sulit ditebak, seperti juga berlaku pada penanaman jeruk bali dari biji.
Dari sisi kualitas, pohon jeruk hasil biji juga memiliki beberapa ciri khas yang perlu diantisipasi. Tony Marquez, pekebun jeruk komersial sekaligus salah satu pemilik Pearson Ranch, dikutip dari AOL menyatakan, "Pohon yang dihasilkan merupakan campuran genetik dari tanaman induknya, sehingga menghasilkan karakter buah yang tidak dapat diprediksi dan terkadang kurang disukai, seperti buah yang masam, berbiji banyak, serta berkulit kasar."Â
Selain itu, pohon yang berasal dari biji cenderung memiliki lebih banyak duri. Meski demikian, tanaman ini tetap menarik sebagai penghias rumah karena memiliki daun hijau mengilap sepanjang tahun, sehingga cocok dikoleksi bersama tanaman buah lain yang bisa tumbuh di pot atau dibentuk melalui teknik mengerdilkan pohon jeruk.
Kabar baiknya, kesabaran menanam dari biji tetap memberi banyak manfaat jangka panjang. Bibit yang kuat dapat dijadikan batang bawah untuk disambung dengan varietas unggul di kemudian hari, dan sekali berbuah, pohon jeruk yang sehat mampu terus berproduksi hingga 30 tahun atau lebih.
Agar akar berkembang maksimal, gunakan wadah yang memadai seperti yang disarankan untuk tanaman buah di wadah besar maupun tanaman buah dalam pot untuk rumah cluster. Dengan begitu, menanam jeruk dari biji bukan sekadar hobi, melainkan investasi hijau untuk rumah Anda.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Jeruk dari Biji
Berapa lama biji jeruk berkecambah?
Pada suhu hangat sekitar 21 derajat Celsius, biji jeruk umumnya berkecambah dalam waktu satu hingga dua minggu, meskipun pada sebagian kasus bisa memerlukan beberapa minggu lebih.
Apakah jeruk yang ditanam dari biji bisa berbuah?
Bisa, tetapi butuh waktu bertahun-tahun. Bibit dari biji dapat memerlukan waktu hingga sepuluh tahun untuk berbuah, dan sebagian pohon dari biji bahkan ada yang tidak pernah berbuah sama sekali.
Apakah biji jeruk harus dikeringkan dulu sebelum ditanam?
Tidak perlu. Biji jeruk tidak perlu dikeringkan sebelum ditanam; justru biji segar berkecambah paling baik dan tidak boleh dibiarkan mengering sepenuhnya.
Pada akhirnya, keberhasilan menanam jeruk dari biji sangat ditentukan oleh ketelatenan merawat bibit dari hari ke hari. Sambil menanti pohon tumbuh besar, Anda juga bisa mencoba menanam pohon mangga dari biji sebagai variasi dan kelak menikmati buah jeruk segar yang kaya manfaat untuk kesehatan. Selamat mencoba, dan bersabarlah karena hasil terbaik selalu membutuhkan waktu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380731/original/013852100_1792736272-cek_fakta_-_ikan_budidaya_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377751/original/084459900_1792477924-Gemini_Generated_Image_6rq96w6rq96w6rq9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562702/original/032646200_1776837475-portable_hand_fan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377707/original/070882400_1792476366-0e2ea816-441b-48ae-8a0e-032986f20fad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377435/original/019359400_1792463447-kandang_kucing_diy_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381071/original/007381100_1792751675-f9ebe0ae-19d7-42c8-8bff-7946fabd0c87.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352780/original/054677800_1789870445-pexels-sutee-vichaporn-73721216-8790104.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381010/original/091538400_1792749206-pintu_geser_5a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381056/original/038536100_1792751392-pelindung_6a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372089/original/080654800_1791867657-01M4SRF5V516YGY46GQ0CCGCED.jpg)