Cara Mencuci Celana Jeans agar Warnanya Tidak Cepat Pudar, Ikuti 8 Langkah Ini

Jaga warna celana jeans tetap awet dengan teknik pencucian yang tepat. Hindari pudar dengan frekuensi, suhu air, deterjen, dan pengeringan yang benar.

Diterbitkan 30 September 2026, 20:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Celana jeans menjadi salah satu pakaian yang sering dipakai karena mudah dipadukan dengan berbagai gaya. Namun, terlalu sering mencucinya dengan cara yang kurang tepat dapat membuat warna indigo atau hitam perlahan terlihat kusam. Karena itu, mengetahui cara mencuci celana jeans agar warnanya tidak cepat pudar penting dilakukan, terutama jika ingin celana kesayangan tetap terlihat bagus dan nyaman dipakai dalam waktu lama.

Berbeda dari pakaian yang harus dicuci setelah sekali digunakan, jeans sebenarnya tidak selalu membutuhkan pencucian setiap kali selesai dipakai. Denim termasuk bahan yang cukup kuat dan dapat digunakan beberapa kali sebelum dicuci, selama tidak terkena noda, kotoran, atau bau yang mengganggu.

Perawatan jeans juga tidak berhenti pada proses mencuci. Cara membalik pakaian, pemilihan deterjen, suhu air, siklus mesin cuci, hingga metode pengeringan turut menentukan seberapa lama warna dan bentuk denim dapat dipertahankan. Berikut beberapa langkah dari Liputan6.com yang dapat diterapkan di rumah, Rabu (30/9/2026).

1. Jangan Terlalu Sering Mencuci Celana Jeans

Salah satu cara paling sederhana untuk menjaga warna jeans adalah mengurangi frekuensi pencucian. Semakin sering denim terkena air, deterjen, gesekan, dan putaran mesin cuci, semakin besar pula kemungkinan warna serta serat kain mengalami perubahan.

Dalam artikel NBC News, pakar laundry Morgan LaLonde dari Whirlpool Laundry menyebutkan bahwa jeans pada umumnya dapat dicuci setiap empat sampai lima kali pemakaian. Namun, frekuensi tersebut bukan aturan mutlak. Jeans yang digunakan untuk aktivitas berat, terkena noda, atau mulai berbau tentu perlu dicuci lebih cepat.

Sementara itu, Fashion Journal mengutip pakar denim Hanh Le yang menyebutkan bahwa pencucian setiap lima hingga sepuluh kali pemakaian dapat menjadi patokan, tergantung penggunaan. Untuk denim yang hanya dipakai sebentar dan masih bersih, mengangin-anginkannya di tempat yang berventilasi dapat menjadi pilihan sebelum memasukkannya ke keranjang cucian.

Jika hanya terdapat noda kecil, tidak selalu perlu mencuci seluruh celana. Bersihkan bagian tersebut secara lokal menggunakan kain lembap dan sedikit sabun lembut. Cara ini membantu mengurangi paparan deterjen dan air pada keseluruhan kain.

2. Balik Jeans Sebelum Dimasukkan ke Mesin Cuci

Membalik celana jeans sehingga bagian dalam berada di luar merupakan langkah sederhana yang banyak direkomendasikan dalam perawatan denim. Cara ini membantu mengurangi paparan langsung permukaan luar jeans terhadap deterjen dan gesekan selama pencucian.

Good Housekeeping juga menyarankan agar jeans dibalik sebelum dicuci. Selain membantu mengurangi risiko warna luntur selama proses pencucian, posisi tersebut dapat membantu melindungi permukaan denim ketika celana nantinya dijemur.

Pastikan seluruh ritsleting ditutup dan kancing dikaitkan jika memungkinkan. Kemudian, masukkan jeans ke dalam mesin dalam kondisi terbalik. Untuk jeans berwarna sangat gelap, terutama yang masih baru, sebaiknya jangan langsung mencampurnya dengan pakaian berwarna terang karena pewarna dapat lebih mudah berpindah pada beberapa kali pencucian pertama.

3. Gunakan Air Dingin dan Siklus Pencucian yang Lembut

Suhu air menjadi bagian penting dalam cara mencuci celana jeans agar warnanya tidak cepat pudar. NBC News, melalui saran pakar laundry Daniel Feliciano dan Morgan LaLonde, merekomendasikan air dingin serta siklus delicate atau gentle untuk mencuci jeans.

Air dingin membantu mengurangi perlakuan yang terlalu keras terhadap serat dan pewarna denim. Pilih pengaturan pencucian yang lembut agar celana tidak terus-menerus mengalami gesekan dan putaran yang berlebihan.

Fashion Journal juga mengutip Hanh Le yang menyarankan pencucian dingin dengan suhu maksimal sekitar 30 derajat Celsius. Prinsipnya, semakin lembut proses pencucian, semakin kecil tekanan yang diberikan pada kain.

Sebelum menentukan pengaturan mesin, tetap periksa label perawatan pada jeans. Petunjuk dari produsen harus menjadi acuan utama, terutama untuk denim dengan bahan campuran, lapisan khusus, hiasan, atau konstruksi yang berbeda.

4. Pilih Deterjen yang Lembut dan Sesuai untuk Pakaian Berwarna

Deterjen yang terlalu keras dapat mempercepat perubahan warna denim. Karena itu, gunakan deterjen yang lembut dan, khusus jeans gelap, pertimbangkan produk yang memang dirancang untuk pakaian berwarna gelap.

Good Housekeeping menjelaskan bahwa beberapa deterjen mengandung optical brighteners yang dirancang untuk membuat pakaian putih tampak lebih cerah. Bahan tersebut kurang sesuai jika tujuan utama adalah mempertahankan warna pakaian berwarna gelap.

NBC News juga menyebutkan bahwa pakar laundry merekomendasikan deterjen ringan untuk jeans. Untuk denim biru tua atau hitam, deterjen khusus pakaian gelap dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi risiko warna cepat memudar.

Tidak perlu menggunakan deterjen dalam jumlah berlebihan. Ikuti takaran pada kemasan dan sesuaikan dengan jumlah pakaian serta tingkat kekotorannya. Terlalu banyak deterjen tidak otomatis membuat jeans lebih bersih dan justru dapat meninggalkan residu jika proses pembilasan kurang optimal.

5. Pisahkan Jeans Gelap, Terutama Saat Masih Baru

Jeans berwarna indigo pekat atau hitam dapat melepaskan sebagian pewarna ketika pertama kali dicuci. Karena itu, celana yang masih baru sebaiknya dicuci terpisah atau bersama pakaian berwarna gelap yang memiliki karakter warna serupa.

Langkah ini tidak hanya membantu menjaga jeans, tetapi juga mencegah pakaian lain terkena transfer warna. NBC News menjelaskan bahwa jeans berwarna gelap dan masih baru lebih berisiko mengalami dye bleeding pada beberapa pencucian awal.

Good Housekeeping juga menyarankan agar jeans dengan warna serupa dicuci bersama. Jika khawatir pewarna akan banyak keluar, perhatikan air bilasan pada pencucian pertama dan kedua.

Untuk jeans baru yang sangat pekat, jangan langsung mencampurnya dengan kaus putih, pakaian pastel, atau kain berwarna terang. Pencegahan sederhana ini dapat menghindarkan pakaian lain dari noda pewarna yang sulit dihilangkan.

6. Hindari Menjemur Jeans di Bawah Sinar Matahari Langsung

Setelah proses pencucian selesai, jangan asal menjemur jeans di tempat yang terkena matahari terik sepanjang hari. Paparan sinar matahari langsung dapat membuat warna kain lebih cepat berubah, terutama pada denim yang memiliki warna gelap.

Good Housekeeping dan Fashion Journal sama-sama menekankan pentingnya pengeringan secara alami sekaligus menghindari paparan sinar matahari langsung. Pilih tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara baik.

Jeans sebaiknya segera dikeluarkan dari mesin cuci setelah siklus selesai. Good Housekeeping menyebutkan bahwa membiarkan jeans terlalu lama berada di dalam tabung mesin dapat menyebabkan munculnya lipatan kusut yang terlihat pudar pada permukaan kain.

Setelah dikeluarkan, rapikan bagian jahitan dan bentuk celana dengan tangan. Gantung atau bentangkan sesuai petunjuk perawatan, lalu biarkan kering secara alami.

7. Sebisa Mungkin Hindari Pengering Bersuhu Tinggi

Meski praktis, mesin pengering dengan suhu tinggi bukan pilihan ideal jika ingin mempertahankan kondisi jeans. Panas dapat memengaruhi serat kain, menyebabkan penyusutan, mempercepat pemudaran, dan merusak elastane pada jeans yang memiliki sifat stretch.

NBC News mengutip LaLonde yang menjelaskan bahwa pengering dapat membuat jeans menyusut, memudar, atau mengalami kerusakan serat. Karena itu, pengeringan dengan udara menjadi pilihan yang lebih aman jika tersedia.

Good Housekeeping juga menyebutkan bahwa penggunaan mesin pengering secara terus-menerus dapat merusak serat lycra atau elastane yang membuat jeans terasa lentur. Jika benar-benar harus menggunakan mesin pengering, pilih pengaturan tanpa panas atau panas rendah dan segera keluarkan jeans setelah selesai.

Untuk jeans stretch, langkah ini sangat penting karena kerusakan pada serat elastane dapat membuat bentuk celana berubah dan kemampuan meregangnya berkurang.

8. Perlakukan Jeans Ripped, Berlapis, dan Berhias Secara Khusus

Tidak semua jeans dapat diperlakukan dengan cara yang sama. Celana dengan sobekan, manik-manik, studs, kristal, atau lapisan khusus membutuhkan perhatian lebih saat dicuci.

Good Housekeeping menyarankan jeans dengan hiasan untuk dicuci menggunakan tangan agar ornamen tidak mudah terlepas akibat gesekan di mesin cuci. Sementara itu, NBC News menyarankan penggunaan kantong jaring untuk jeans ripped atau berhias jika harus dicuci dengan mesin.

Untuk noda pada denim, Fashion Journal menyarankan pembersihan lokal dengan kain lembap dan air yang diberi sedikit sabun. Gosok secara perlahan menggunakan gerakan ringan, bukan mengucek permukaan dengan keras. Cara tersebut membantu membersihkan noda tanpa terlalu banyak menarik pewarna indigo dari kain.

Jika jeans memiliki lapisan coating khusus, baca label perawatan terlebih dahulu. Good Housekeeping mencatat bahwa jeans berlapis dapat membutuhkan perawatan berbeda, termasuk pencucian tangan menggunakan air dingin dan pengeringan secara mendatar sesuai rekomendasi produsennya.

Pertanyaan Seputar Mencuci Celana Jeans

1. Berapa kali jeans sebaiknya dicuci?

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua kondisi. NBC News menyebutkan sekitar empat hingga lima kali pemakaian sebagai patokan umum, sedangkan Fashion Journal menyebut lima hingga sepuluh kali tergantung jenis dan penggunaan. Jika jeans terkena noda, kotoran, atau mulai berbau, sebaiknya segera dicuci.

2. Apakah jeans harus dicuci dengan air dingin?

Secara umum, air dingin direkomendasikan untuk membantu menjaga warna dan kondisi serat denim. NBC News dan Fashion Journal sama-sama menyarankan pencucian menggunakan air dingin atau suhu rendah. Namun, tetap prioritaskan petunjuk pada label pakaian.

3. Apakah jeans harus dibalik sebelum dicuci?

Ya. Membalik jeans sebelum dicuci membantu mengurangi paparan langsung bagian luar kain terhadap deterjen dan gesekan. Cara ini juga dapat membantu menjaga warna permukaan denim.

4. Apakah jeans boleh dimasukkan ke mesin pengering?

Boleh jika label perawatan mengizinkannya, tetapi sebaiknya tidak terlalu sering. Pengering dengan suhu tinggi dapat menyebabkan jeans menyusut, memudar, atau mengalami kerusakan serat. Pengeringan alami di tempat teduh dan berventilasi lebih disarankan.

5. Apakah memasukkan jeans ke freezer bisa menggantikan pencucian?

Tidak. NBC News menjelaskan bahwa membekukan jeans mungkin membuat bakteri penyebab bau menjadi tidak aktif sementara, tetapi tidak menghilangkan kotoran dan minyak dari kain. Fashion Journal juga mencatat adanya perbedaan pendapat mengenai metode tersebut. Untuk membersihkan jeans secara menyeluruh, pencucian tetap lebih efektif.

 

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6