Liputan6.com, Jakarta - Menjelang masa panen, buah tomat yang tiba-tiba retak tentu membuat pekebun kecewa. Mengetahui cara mengatasi buah tomat pecah saat hampir matang penting untuk menjaga kualitas dan mengurangi risiko buah membusuk.
Tomat pecah atau retak biasanya terjadi ketika pasokan air berubah secara drastis. Celah pada kulit buah juga dapat meningkatkan risiko masuknya jamur dan bakteri yang mempercepat pembusukan. Fenomena fruit cracking ini dapat dicegah dengan perawatan yang tepat, terutama menjaga kelembapan tanah tetap stabil, memastikan drainase baik, dan memilih varietas yang lebih tahan terhadap retak buah.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber langkah-langkah jitu untuk memastikan tomat di kebun pekarangan Anda tumbuh merah merona dan bebas dari celah retakan yang merugikan, Kamis (1/10/2026).
Advertisement
Lakukan Penyiraman Secara Konsisten dan Terjadwal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362523/original/098270200_1790819530-28215347-7de3-4cc4-a41a-51aad7c6b77d.jpg)
Penyebab utama pecahnya buah tomat adalah fluktuasi pasokan air yang ekstrem, mendadak, dan tidak terjadwal secara baik. Ketika tanaman tomat dibiarkan mengalami kekeringan panjang akibat cuaca panas hingga tanahnya memadat, lalu tiba-tiba diguyur air dalam volume sangat besar, sistem akarnya akan langsung menyerap air tersebut dengan amat agresif menembus batang.
Lonjakan debit air yang mendadak ini akan dipompa tanpa henti menuju ke dalam daging buah. Akibatnya, bagian dalam buah tomat yang berair akan mengembang secara signifikan dan membesar jauh lebih cepat dibandingkan daya regang elastisitas kulit luarnya. Ketidakseimbangan laju pertumbuhan antara daging dan kulit inilah yang akhirnya secara paksa merobek kulit buah tomat hingga terbuka.
Untuk mencegah insiden ini, Anda diwajibkan menyiram tanaman tomat dengan jadwal yang sangat konsisten, misalnya satu kali setiap pagi hari dengan volume air yang stabil. Jangan pernah membiarkan media tanah di dalam pot atau bedengan sampai mengering kerontang, namun hindari juga penyiraman berlebihan secara brutal yang membuat area perakaran berubah menjadi genangan lumpur.
Advertisement
Aplikasikan Lapisan Mulsa di Atas Tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362524/original/005934100_1790819531-f30dfae2-c1b9-486f-a948-10f3645c7faa.jpg)
Menjaga kelembapan tanah agar tidak menguap secara drastis ditarik oleh terik matahari siang adalah rahasia para petani profesional yang patut dicontoh. Mengaplikasikan selimut mulsa di atas permukaan tanah pot atau area bedengan akar adalah salah satu investasi perlindungan terbaik untuk mencegah tomat kesayangan Anda pecah menjelang masa panen tiba.
Mulsa ini berfungsi layaknya payung isolator pelindung yang menghalangi sengatan paparan sinar mentari membakar tanah secara langsung. Anda bisa menggunakan mulsa organik yang ramah lingkungan seperti tumpukan jerami kering, cacahan daun bambu, sekam mentah, atau kompos. Penggunaan mulsa plastik hitam perak yang menutupi bedengan juga bisa diaplikasikan untuk penanaman skala lahan luas.
Kehadiran lapisan penutup ini terbukti ampuh menjaga suhu akar tanah agar tetap sejuk dan mengunci ketersediaan air agar senantiasa stabil dari pagi hingga malam hari. Tanah yang selalu lembap terjaga ini akan mencegah tanaman mengalami fase dehidrasi mendadak, sehingga pasokan cairan yang dialirkan menuju buah tomat berjalan secara konstan tanpa kejutan yang memicu retakan.
Pastikan Drainase Pot atau Lahan Berfungsi Sempurna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362525/original/013854200_1790819531-3562f120-ea80-4b7f-859a-8bfd7167fa4a.jpg)
Selain fluktuasi penyiraman dari keteledoran manusia, ancaman terbesar penyumbang kasus tomat pecah sering kali datang dari curah hujan badai lebat yang turun secara tak terduga. Guyuran hujan deras tak henti selama berjam-jam bisa membuat tanaman kebanjiran pasokan air, memicu daging buah membengkak super cepat dan pecah hanya dalam waktu satu malam buta.
Oleh sebab itu, menyiapkan sistem drainase atau pembuangan air yang prima adalah harga mati yang tidak bisa ditawar sejak awal mula masa penanaman. Apabila Anda menanam tomat secara urban di dalam wadah pot plastik tebal atau polybag, pastikan lubang buangan air di bagian dasar dan dinding bawah tidak tersumbat oleh endapan lumpur tanah liat yang mulai memadat keras.
Sementara itu, bagi bibit tomat yang ditanam secara konvensional melantai di pekarangan, Anda wajib membentuk guludan (gundukan bukit tanah) yang cukup tinggi dengan parit selokan pembuangan di sisi sekelilingnya. Saluran drainase lahan yang lancar tanpa genangan ini menjamin air hujan berlebih segera tuntas mengalir menjauh, menyelamatkan akar dari kondisi terendam berlebihan.
Advertisement
Suplai Nutrisi Kalsium Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362526/original/022233700_1790819531-cfcfff10-2e56-4827-9145-91cd8ed4b01a.jpg)
Banyak pekebun pemula yang menaruh fokus berlebihan pada pupuk penyubur daun dan malah melupakan pentingnya asupan unsur hara sekunder seperti kalsium pada fase generatif. Kalsium memiliki peranan biologis yang luar biasa penting dalam membangun kerangka dinding sel tanaman, yang tak lain adalah merekatkan elastisitas struktur jaringan kulit epidermis luar pada buah tomat.
Tanaman buah tomat yang menelan pil pahit karena defisiensi (kekurangan) pasokan kalsium akan tumbuh menghasilkan rentetan buah berkulit sangat tipis, kaku, dan amat rentan pecah belah ketika mendapat tekanan dorongan kecil dari pembesaran daging dalam. Kulit yang kaku kusam ini tak lagi mampu merenggang elastis beradaptasi pada tahapan masa kematangan paripurna.
Sebagai langkah pengamanan preventif yang patut dikerjakan, Anda bisa rutin mengucurkan pupuk cair tinggi kalsium atau menaburkan bubuk kapur pertanian (dolomit) di area sekitar perakaran sejak satu bulan sebelum panen. Alternatif organik ramah kantong lainnya adalah menumbuk sisa cangkang telur rebus hingga menjadi serbuk tepung halus, untuk ditabur sebagai suplemen alami penyuplai kalsium harian.
Panen Lebih Awal Saat Muncul Semburat Warna Merah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362527/original/029185300_1790819531-a25fd1a8-7377-464b-ae7c-6641f2d289e7.jpg)
Menunggu seluruh hamparan buah tomat memerah cantik sempurna di atas cabang pohonnya (vine-ripened) memang menyuguhkan sensasi visual yang amat melegakan dada. Akan tetapi, jika laporan ramalan cuaca sore itu menunjukkan awan badai hujan akan segera turun pasca kemarau yang panjang, membiarkan tomat matang di pohon adalah sebuah arena pertaruhan nasib yang tak sepadan.
Buah tomat yang penampakannya sudah memasuki fase semburat (breaker stage)—ditandai dengan guratan merah muda, merah, atau pendar oranye kekuningan di pantat bawah buah—sejatinya sudah terputus suplai makanan utamanya dari batang pohon. Itu artinya, proses pematangan isi tomat secara biologis sudah selesai, dan hanya menyisakan waktu tunggu pertukaran pigmen warna luar saja.
Mengeksekusi panen secara prematur pada fase semburat warna ini jauh lebih aman untuk menepis risiko pecah mendadak akibat siraman hujan badai. Cukup petik dan geletakkan buah tomat semburat tersebut mendatar di atas meja ruangan bersuhu sejuk yang terhalang dari sinar matahari langsung, niscaya merahnya buah tomat akan masak merata secara alamiah dalam dua hingga tiga hari.
Advertisement
Pilih Varietas Tomat yang Resisten Terhadap Pecah Buah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362528/original/038746100_1790819531-fc550dce-e6a7-4d98-a191-c8e510ea6fe6.jpg)
Apabila Anda bersikeras merasa telah mengaplikasikan semua teknik presisi penyiraman serta pemupukan kalsium secara sempurna namun panen tomat terus-menerus retak, biang keroknya mutlak bermuara pada cacat genetika. Beberapa jenis tomat lawas (heirloom) peninggalan zaman dulu, yang ukurannya sebesar kepalan raksasa, memang dikaruniai anatomi kulit tipis rapuh yang tak tahan fluktuasi air.
Untuk menekan kerugian pada periode musim tanam paruh waktu berikutnya, pilihlah biji benih bibit tomat dari ras hibrida unggul yang sengaja dirakit genetisnya khusus tahan pecah buah (crack resistant). Kredensial informasi kekebalan atau ketahanan adaptasi hibrida ini selalu tercetak sangat jelas mendominasi deskripsi tulisan di muka label kemasan biji benih yang dijual bebas.
Sebagai referensi tambahan, kategori tomat mungil seukuran buah ceri (cherry tomato) dan tomat buah meruncing (tipe roma) rata-rata dirancang berbekal lapisan kulit luar yang puluhan kali lipat lebih tebal nan elastis dibanding varietas tomat bistik pedaging besar. Mengkurasi jenis benih yang prima sesuai kecocokan iklim tempat tinggal Anda adalah strategi pelindung utama menuju jalan panen raya mulus.
Tanya Jawab Singkat Masalah Tomat Pecah
Apakah tomat yang kulitnya terlanjur pecah masih layak dimakan?
Masih bisa jika baru retak, belum berbau aneh, dan tidak berlendir. Petik, cuci dengan air mengalir, buang bagian yang retak, lalu segera olah.
Bisakah retakan pada kulit tomat tertutup kembali?
Tidak. Jaringan kulit tomat yang sudah robek tidak dapat menyatu kembali. Karena itu, buah yang retak sebaiknya segera dipanen.
Kenapa retakan tomat berbentuk melingkar di sekitar tangkai?
Retakan konsentris di sekitar tangkai dapat dipengaruhi pertumbuhan buah dan kondisi lingkungan, termasuk paparan panas atau sinar matahari berlebih.
Benarkah pupuk daun bisa memicu tomat pecah?
Pemakaian pupuk daun terlalu pekat dapat merusak jaringan tanaman. Gunakan sesuai dosis pada label dan hindari aplikasi berlebihan.
Apakah kalsium bisa menghentikan tomat yang sudah mulai retak?
Tidak secara langsung. Kalsium lebih berperan dalam pencegahan dan pertumbuhan jaringan. Setelah buah mulai retak, perbaikan kelembapan tanah lebih penting.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326567/original/092602700_1787027929-Screenshot_2026-08-18_110108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769280/original/060584600_1710211493-cek_fakta_tahanan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353576/original/002126400_1789969776-cek_fakta_-_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457096/original/053841600_1766985729-Panen_Teratur___Cegah_Masalah_Sejak_Dini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360462/original/005335100_1790648090-45f239d1-d8bb-4e8f-9810-c47473a01d29.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480336/original/073221300_1769054250-Untitled_design__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362552/original/023046400_1790821289-HL_terong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573953/original/088381400_1777956888-Gemini_Generated_Image_bzo5ybzo5ybzo5yb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362520/original/093024200_1790818068-Gemini_Generated_Image_fngmjxfngmjxfngm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5699508/original/013386200_1778579012-6x6_pasangan_muda_3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362242/original/085179700_1790764709-pexels-ekamelev-8072103.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353848/original/032192000_1789981261-i6dqEOv9rFfo1x3wbaVdOuPrzHpSmKeiNViBpWHJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362191/original/087793300_1790761070-HL_pandan.jpg)