Marak Hoaks Bansos Beredar di Media Sosial, Simak Daftar dan Faktanya

Hoaks biasanya disertai link atau tautan yang disebut sebagai akses resmi untuk mendaftar atau mengecek penerima bantuan.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 16:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Informasi hoaks yang mencatut program bantuan sosial (bansos) masih marak beredar di media sosial. Salah satu jenis hoaks yang kerap beredar adalah pendaftaran untuk mendapatkan bantuan.

Untuk meyakinkan masyarakat, hoaks biasanya disertai tautan yang disebut sebagai akses resmi untuk mendaftar atau mengecek penerima bantuan. Namun, ketika tautan dibuka, pengguna diarahkan ke situs yang meminta berbagai data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.

Kementerian Sosial (Kemensos) pun telah mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tautan semacam itu. Tautan pendaftaran bansos yang tidak berasal dari kanal resmi berpotensi menjadi modus penipuan.

Lalu, apa saja hoaks yang mencatut bansos dan beredar di media sosial? Berikut daftar selengkapnya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bansos Kemerdekaan HUT ke-81 RI

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan sosial (bansos) Kemerdekaan HUT ke-81 RI. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 10 Agustus 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Daftar nama kalian sekarang sebagai penerima bantuan sosial Kemerdekaan HUT KE - 81 RI !!!"

Unggahan disertai link daftar. Jika diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran bansos Kemerdekaan HUT ke-81 RI? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bansos untuk Balita

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan sosial (bansos) untuk balita. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 22 Juli 2026.

Berikut isi unggahannya:

"ALHAMDULILLAH ADA BANTUAN UNTUK BALITA

Bagi KPM yang sudah menerima bantuan Balita, jangan lupa rutin membawa anak ke Posyandu sebagai bagian dari kewajiban penerima.

Bagi keluarga yang memiliki Bayi tetapi belum menerima bantuan, Segera Daftar Nama Orang Tua Balita Tersebut:

https://daftar-sekarang-2026-ochre.vercel.app/"

Unggahan disertai poster dengan tulisan sebagai berikut:

"PROGRAM KELUARGA HARAPAN

BANTUAN UNTUK BALITA SEBESAR Rp750.000

CAIR SETIAP 3 BULAN SEKALI.

BESARAN BANTUAN:

1 ANAK BALITA

Rp750.000 PER 3 BULAN

2 ANAK BALITA

TOTAL Rp1.500.000 PER 3 BULAN

BAGI KELUARGA YANG MEMILIKI BALITA TETAPI BELUM MENERIMA BANTUAN PKH, SEGERA DAFTAR"

Unggahan disertai link daftar. Jika diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran bansos untuk balita? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bansos PKH Periode Juli - September 2026

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tautan atau link pendaftaran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) periode Juli hingga September 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Juli 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Kementerian Sosial mulai menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan Tahap III periode Juli hingga September 2026 kepada keluarga miskin dan rentan di berbagai wilayah Indonesia pada bulan Juli 2026."

Unggahan turut menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:

"KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

PKH (Program Keluarga Harapan)

Bantuan sosial bersyarat dari pemerintah untuk keluarga miskin dan rentan.

Dibayarkan per tahap senilai, Rp600.000-Rp1.500.000

Klik DAFTAR"

Unggahan disertai link pendaftaran. Jika diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap hingga nomor Telegram.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran bansos PKH periode Juli hingga September 2026? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.