Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Air di Sektor Pertambangan

Rangkaian kegiatan meliputi kunjungan lapangan, konsultasi teknis, lokakarya, hingga diskusi publik.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 14:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memperkuat kerja sama dalam pengelolaan kualitas air dan pemantauan lingkungan di sektor pertambangan melalui program pertukaran teknis yang berlangsung pada 8–18 Juni 2026. Program ini mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku industri kedua negara untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan sumber daya air di kawasan pertambangan.

Program bertajuk "Ambassador Water Expert Program (AWEP)" itu diselenggarakan Kedutaan Besar AS di Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). AS menghadirkan pakar sistem air Steven Rice dari Dinas Taman Nasional di bawah Departemen Dalam Negeri AS untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan air di sektor pertambangan.

Juru Bicara Kedutaan Besar AS Jamie Ravetz mengatakan program ini mencerminkan eratnya kerja sama Indonesia dan AS dalam pengembangan keahlian pengelolaan sistem air di sektor pertambangan.

"Program pertukaran teknis ini mencerminkan kuatnya kerja sama antara AS dan Indonesia dalam hal keahlian sistem air dalam pertambangan. Pakar bidang keairan kami juga memperoleh wawasan berharga dari pengalaman rekan-rekan Indonesia dalam mengelola infrastruktur air di kawasan yang penting ini," kata Ravetz.

Selama program berlangsung, delegasi mengunjungi Lombok dan Sumbawa Barat untuk mempelajari pengelolaan kualitas air di kawasan pertambangan. Kunjungan ini dimanfaatkan untuk membahas parameter kualitas air, metode pengolahan, serta pendekatan pembangunan infrastruktur yang disesuaikan dengan karakteristik geografis dan lingkungan Indonesia.

Selain kunjungan lapangan, delegasi menggelar konsultasi teknis dengan KLH, Kementerian ESDM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Amman Mineral, sejumlah perguruan tinggi, serta mitra industri. Pembahasan difokuskan pada tantangan pengelolaan kualitas air dan peluang penguatan kerja sama teknis di sektor pertambangan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan lokakarya di Jakarta yang mempertemukan pejabat pemerintah, akademisi, peneliti, dan praktisi konservasi untuk membahas temuan selama kunjungan lapangan sekaligus mengidentifikasi peluang kolaborasi lanjutan.

Sebagai bagian dari program, AWEP juga menggelar diskusi panel di pusat kebudayaan @america bertajuk "Inovasi dalam Aksi: Solusi Air bagi AS dan Indonesia Menuju Pertambangan yang Bertanggung Jawab." Diskusi menghadirkan peneliti BRIN Cynthia Henny, Direktur Senior Ecolab Tomy Suryatama, akademisi ITB Muhammad Sonny Abfertiawan, serta Steven Rice.