Iran Menolak Buka Selat Hormuz hingga AS Penuhi Sejumlah Tuntutan

Salah satu syaratnya adalah penghentian total atas segala bentuk ancaman militer dan narasi yang melecehkan kehormatan negara Iran.

Diterbitkan 10 Agustus 2026, 08:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Garda Revolusi Iran pada Minggu (9/8/2026) menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi sejumlah tuntutan.

Blokade Iran terhadap jalur penting perdagangan energi itu telah membuat sejumlah negara sekutu resah, mengguncang pasar, dan mendorong kenaikan harga. Namun, Presiden Donald Trump mengisyaratkan tidak akan terburu-buru menghadapi Teheran dan memilih menunggu sampai tekanan ekonomi semakin membebani Iran.

Pasca-perang, Iran bersikeras tetap mengendalikan Selat Hormuz dan ingin memungut biaya dari kapal-kapal yang melintas. Iran juga berulang kali menyerang kapal yang dituduh mencoba menghindari jalur pelayaran yang ditetapkannya.

Serangkaian serangan terhadap kapal di Selat Hormuz, yang sebelum perang dapat dilalui dengan bebas, menyebabkan gencatan senjata pada April runtuh. Para mediator kemudian mendesak kedua pihak kembali pada kesepakatan Juni yang membuka jalan menuju perundingan damai.

Laporan CNA menyebutkan, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Sabtu (8/8), menetapkan sejumlah syarat untuk membuka kembali selat tersebut. Menurut kantor berita Tasnim, tuntutan itu mencakup penghentian perang di seluruh front, penghentian blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, penghapusan sanksi, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta pembayaran ganti rugi atas kerusakan akibat perang.

Tuntutan tersebut sejalan dengan ketentuan dalam kesepakatan Juni yang membuka jalan menuju perundingan damai.

Garda Revolusi menegaskan blokade akan terus dipertahankan "sampai musuh menerima seluruh persyaratan kami ... selat ini sekarang benar-benar menjadi medan perang bagi kami, bukan sekadar jalur perairan".

Penutupan Selat Hormuz telah mendorong kenaikan harga yang dirasakan para pemilih di AS dan menjadi persoalan politik bagi Trump menjelang pemilu paruh waktu pada November.

"Kami memilih menanganinya dengan tenang," kata Trump kepada Axios mengenai pendekatannya terhadap Iran.

Trump mengatakan AS hanya melakukan negosiasi secara terbatas dengan Iran dan memilih mengamati kondisi ekonomi negara tersebut.

"Semua akan terselesaikan," klaimnya. "Ini seperti permainan catur."

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengaku bahwa pihaknya sejauh ini hanya "bertukar pesan" dengan AS melalui perantara.

Sementara itu, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz turun tajam akibat serangkaian serangan. Uni Emirat Arab mengatakan sedikitnya satu kapal tanker terkena serangan pada Sabtu.

Oman mengatakan perundingan mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz masih berlangsung. Araghchi menyebut pembicaraan dengan Oman mengenai pengelolaan selat tersebut telah "mendekati tahap akhir".

Â