Di China, Wajah Kini Bisa Disewakan untuk Konten AI hingga Rp 265 Juta

Kira-kira, siapa segmen dari bisnis lisensi wajah di China?

Diterbitkan 23 September 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Di China, semakin banyak platform lisensi wajah digital yang menghubungkan masyarakat umum dengan para pembuat konten, memungkinkan mereka untuk memberikan izin kemiripan wajah mereka dalam drama pendek, iklan, dan game buatan AI.

Dikutip dari South China Morning Post, Rabu, (23/9/2026), sejak bulan April, transaksi pribadi "jual beli wajah" yang sebelumnya hanya beredar di dalam obrolan industri film dan televisi, kini beralih perlahan-lahan ke platform publik.

Menurut laporan National Business Daily, ada kabar seorang pegawai bank mendapatkan hampir 2.500 yuan (Rp 6,6 juta) setelah sebuah perusahaan iklan membeli foto dirinya sebanyak tujuh kali hanya dalam waktu tiga hari.

Di antara platform-platform terkenal, Yuanxiang Xinsheng yang berbasis di Shenzen, dan diluncurkan di bulan Mei memungkinkan pengguna untuk membuat "profil aktor digital" setelah melakukan pendaftaran dan verifikasi identitas.

Para pengguna bisa menentukan ketentuan seperti waktu penggunaan, konten yang dilarang, dan hak adaptasi sekunder, dengan biaya otorisasi sekitar antara 50 yuan (Rp 132,6 ribu) hingga 99,9 ribu yuan (Rp 265,3 juta).

Dalam platform tersebut, seorang pria dengan nama belakang Chen menawarkan harga 99 yuan (Rp 262,6 ribu) untuk sekali penggunaan wajahnya, yang mengizinkan penampilannya dalam produksi bertema romantis dan keluarga, tapi menolak konten horor dan konten mengandung unsur eksplisit.

Kele, wanita asal Provinsi Guangdong di China selatan, bergabung ke platform tersebut untuk menjaga identitas digitalnya. "Saya tidak perlu khawatir AI mencuri wajah saya. Jika seseorang ingin menggunakannya, mereka harus membayar kepada saya," ucapnya.

Pembuat video AI bisa mencari aktor digital dan mendapatkan hak penggunaan, tapi Yuanxiang Xinsheng menjelaskan bahwa otoritas tersebut tidak memberikan hak untuk melatih AI kecuali jika sudah ada kesepakatan secara eksplisit.

Platform lain, Xinzhua, yang diluncurkan di Chengdu bulan April lalu, menampilkan sekitar 370 profil aktor digital dengan harga berkisar antara 500 yuan (Rp 1,3 juta) hingga 6.000 yuan (Rp 15,9 juta). Platform ini mengelompokkan izin penggunaan berdasarkan skenario penggunaan, termasuk iklan di televisi, permodelan, film, animasi, dan game.

Sisi Negatif Industri Wajah Ini

Aktor digital yang paling sering digunakan adalah seorang wanita dengan nama belakang Lin, yang keempat opsi lisensinya masing-masing berharga 500 yuan (Rp 1,3 juta). Profilnya memungkinkan penampilannya dalam peran yang melibatkan karakter jahat, pakaian terbuka, identitas asing, dan adegan kematian.

Xinzhua juga memberikan fitur untuk para pembuat konten untuk mencari wajah berdasarkan gender, umur, gaya, dan genre, termasuk kategori khusus untuk anak-anak, walaupun belum ada profil anak di bawah umur yang diposting.

Para ahli hukum menyampaikan kekhawatirannya terkait privasi dan persetujuan, terutama yang berkaitan dengan wajah anak di bawah umur. Mereka mencatat bahwa anak-anak di bawah 14 tahun memerlukan persetujuan orang tua untuk proses data wajah, sementara remaja umur 16 dan 17 tahun secara hukum bisa memberikan izin untuk penggunaan tersebut, tapi mungkin belum sepenuhnya paham akan implikasinya. 

The Beijing News melaporkan bahwa beberapa platform lisensi data wajah menggunakan perjanjian yang tidak seimbang dan lebih menguntungkan pihak operator dibandingkan pengguna.

Seorang pengacara di Firma Hukum Hairun Tianrui, Dai Yue, mengamati bahwa beberapa kontrak tertentu mewajibkan para pengguna untuk melepaskan hak gugatan terkait foto, suara, nama dan hak-hak pribadi lainnya.

Terlebih lagi, pengguna biasa dapat terkena denda setidaknya 50 ribu yuan (Rp 132,6 juta) jika menarik otorisasi sebelum waktunya, sementara platform hanya menanggung tanggung jawab yang jauh lebih rendah atas keterlambatan pembayaran.

Reaksi publik di media sosial China beragam. Seorang pengguna ada yang berkomentar, "Orang biasa akhirnya bisa mewujudkan impian mereka untuk menjadi aktor, dan kita sudah menemukan cara untuk menghasilkan uang sambil berbaring."

Sebaliknya, ada yang mempertanyakan potensi dari pasar ini dengan berkata, "untuk para sutradara, hanya wajah selebriti yang memiliki nilai pengenalan, sedangkan wajah orang biasa bisa saja AI buat."

Â