7 November 1824: Banjir Dahsyat St. Petersburg, Ratusan Orang Tewas

Banjir yang tercatat pada tanggal 7 November 1824 ini menimbulkan kerusakan besar hingga satu kota lumpuh.

Diterbitkan 07 November 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Moskow - Banjir terbesar dalam sejarah St. Petersburg, Rusia terjadi pada 7 November 1824. Gelombang pasang akibat badai yang berlangsung singkat bukan hal yang langka di St. Petersburg, yang terletak di delta Sungai Neva, tapi banjir kali ini jauh melampaui tingkat normal.

Dikutip dari Environment and Society, Sabtu (7/11/2026), pada malam hari tanggal 6 November 1824, badai melanda Laut Baltik dan baru mereda menjelang pagi. Badai tersebut menyebabkan gelombang pasang bergerak ke arah timur menyusuri Teluk Finlandia, dan pada pukul 10.00 waktu setempat badai pun mulai terjadi.

Di pukul 14.00, Sungai Neva sudah kembali ke alur semua. Namun, selama banjir tersebut, ketinggian air Sungai Neva mencapai rekor tertinggi 4,20 meter di atas permukaan laut, menjadikannya banjir paling merusak yang pernah terjadi di kota tersebut.

Pulau Vasilevsky mengalami kerusakan paling parah. Ratusan orang tewas, dan jumlah korban tidak dapat dipastikan. Banyak hewan tenggelam dan dibutuhkan beberapa hari untuk mengkremasi jenazah-jenazah mereka. Jalan-jalan rusak karena tersapu arus sementara tanggul sungai dan kanal mengalami kerusakan. Air yang naik menghancurkan tangki septik, isi selokan mengalir ke jalan-jalan dan kondisi sanitasi kota yang sebelumnya sudah buruk semakin parah.

Kota tersebut membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk pulih dari kerusakan besar yang ditimbulkan oleh banjir tahun 1824. Keterlambatan ini memperparah kondisi sanitasi kota yang buruk dan memicu penyebaran kolera, seperti yang terjadi selama wabah kolera pertama pada tahun 1831.

Pada tahun 1824, ada pengumuman sebuah lomba untuk proyek-proyek perlindungan banjir di St. Petersburg. Hasilnya, banjir tersebut menjadi pemicu pengembangan teknologi baru untuk melawan bencana alam.

Di tahun 1825, direktur Institut Insinyur Transportasi Pierre-Dominique Bazaine mengusulkan pembangunan bendungan sepanjang 22 kilometer yang akan melintasi Teluk Finlandia dari Lisy Nos melalui Kronstadt hingga Oranienbaum.

Sebuah pintu air untuk keperluan pelayaran rencananya akan dibangun di kawasan Kanal Morskoi, serta sebuah bendung di ujung selatan tanggul. Proyek ini tidak terealisasi karena kendala dalam navigasi. Namun, proyek lain dari Bazaine berhasil direalisasikan seperti Kanal Obvodny (dibangung pada tahun 1805-1834) yang tidak hanya dimaksudkan sebagai jalur pelayaran, tapi juga proyek untuk mengalirkan air limpahan dari Sungai Neva jika terjadi banjir.

Tetapi, proyek ini didasarkan pada pemahaman yang salah tentang sifat banjir tersebut. Hingga awal abad ke-20, diyakini bahwa penyebab utama banjir adalah angin barat yang kencang, yang menghambat aliran deras Sungai Neva dan menyebabkan sungai tersebut meluap.

Â