Pertama dalam 11 Tahun, Angka Kelahiran Jepang Akhirnya Naik

Data terbaru menunjukkan angka kelahiran Jepang naik 0,4 persen di semester I 2026, menandai kenaikan pertama dalam lebih dari satu dekade.

Diterbitkan 06 November 2026, 17:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Jumlah bayi yang lahir dari warga negara Jepang meningkat 0,4 persen secara tahunan menjadi 320.458 pada semester I 2026. Kenaikan ini menjadi yang pertama dalam 11 tahun untuk periode Januari-Juni, berdasarkan data pemerintah yang dirilis pada Rabu.

Dikutip dari Kyodo News, angka tersebut menjadi salah satu tanda perbaikan di tengah penurunan demografi Jepang yang telah berlangsung lama. Meski demikian, jumlah kelahiran masih berada pada tingkat yang sangat rendah secara historis.

Seperti dilaporkan Anadolu, Jepang, yang merupakan salah satu negara dengan populasi menua paling cepat di dunia, selama ini kesulitan membalikkan tren penurunan angka kelahiran. Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk mendorong pernikahan dan kelahiran anak, termasuk melalui insentif keuangan serta perluasan dukungan pengasuhan anak.

Data awal Kementerian Kesehatan Jepang, yang juga mencakup kelahiran dari warga negara asing, mencatat total 342.068 bayi lahir selama enam bulan pertama 2026. Angka tersebut naik 0,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, jumlah kematian jauh melampaui angka kelahiran. Jepang mencatat 778.982 kematian pada semester I 2026, atau lebih banyak 436.914 dibandingkan jumlah bayi yang lahir. Kondisi ini kembali menunjukkan penurunan populasi yang masih berlangsung di negara tersebut.

Sepanjang 2025, Jepang mencatat 671.236 kelahiran dari warga negaranya. Jumlah itu menjadi yang terendah sejak pencatatan dengan metode sebanding dimulai pada 1899.

Tingkat fertilitas total Jepang, yang menggambarkan rata-rata jumlah anak yang diperkirakan dilahirkan seorang perempuan sepanjang hidupnya, juga turun ke rekor terendah 1,14 pada 2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 1,15 pada 2024.

Sementara itu, angka final sensus menunjukkan populasi Jepang, termasuk warga negara asing yang tinggal di negara tersebut, menyusut 2,5 persen menjadi 122,97 juta jiwa pada 2025. Penurunan itu menjadi yang ketiga secara berturut-turut dalam pencatatan sensus.

Penduduk berusia 65 tahun ke atas mencapai rekor 29,4 persen dari total populasi. Kondisi ini menambah tekanan terhadap angkatan kerja, sistem pensiun, dan layanan kesehatan Jepang.