4 Provinsi Jadi Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air, Ini Lokasinya

Empat provinsi akan menjadi lokasi kawasan swasembada pangan, energi dan air.

Diterbitkan 06 November 2026, 17:15 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah segera menyusun rencana pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air di seluruh Indonesia. Ada empat provinsi yang menjadi lokasi pembangunan dalam mendukung swasembada tersebut.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menuturkan, swasembada pangan, energi, dan air merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Setiap perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait turut terlibat dalam penyusunan rencana tersebut.

"Pada kesempatan hari ini, kami tadi mencoba merumuskan langkah-langkah percepatan penyusunan rencana-rencana  induk dalam pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air pada empat provinsi," ungkap Hanif di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Empat provinsi itu di antaranya Papua Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatra Selatan. Penetapan keempat lokasi ini telah menimbang kebutuhan rencana swasembada pemerintah.

"Harapan kita, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan segera menetapkan rencana induk, penyusunan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air pada empat provinsi tersebut," jelas dia.

"Maka mulai hari ini, kami semua melakukan koordinasi, dilakukan secara berkesinambungan setiap beberapa minggu sekali," imbuh Hanif.

Tak Ada Negara Maju Tanpa Swasembada

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi utama kemajuan sebuah bangsa. Menurut dia, kedaulatan pangan berhubungan langsung dengan kehidupan para produsen di sektor tersebut.

"Tidak ada negara yang maju tanpa swasembada. Oleh karena itu, Pak Prabowo mengatakan swasembada itu kehormatan,” tegas Zulhas di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 4 September 2026.

Pesan tersebut disampaikan dalam peluncuran buku berjudul Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul yang ditulis Zulhas bersama Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan.

 

Pangan Jadi Perhatian

Lewat buku ini, masalah pangan yang terkesan rumit dikemas agar lebih ramah dibaca masyarakat luas, mencakup sudut pandang kebijakan hingga kedaulatan bangsa.

"Tidak hanya makan itu sekadar nasi di piring, lauk di piring. Tapi kita akan mulai memahami betapa penting soal makan. Karena itu akan menyangkut soal kedaulatan, peradaban kita, masa depan kita," kata dia.

Kondisi ketahanan pangan Indonesia memang terus bergerak positif. Pada Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada untuk delapan komoditas utama, yaitu beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Pemerintah kini mengejar target swasembada komoditas lain, seperti bawang putih yang diproyeksikan tuntas dalam tiga tahun, serta daging sapi dan kerbau dalam kurun lima hingga enam tahun.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6