Banjir dan Longsor di Sejumlah Daerah, Lumajang Terparah

BNPB mencatat banjir terjadi di sejumlah daerah, antara lain Aceh, Deli Serdang, serta Malang dan Lumajang.

Diterbitkan 04 November 2026, 07:31 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah wilayah di Indonesia dilanda banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Bencana tersebut mengakibatkan ribuan kepala keluarga (KK) terdampak, sejumlah rumah rusak, hingga korban jiwa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, banjir terjadi di sejumlah daerah, antara lain Aceh, Deli Serdang di Sumatra Utara, serta Malang dan Lumajang di Jawa Timur.

"Kita melihat di sini bahwa ada beberapa kejadian banjir di Aceh. Aceh bagian selatan terdampak ada 222 KK. Saat ini kami masih tetap memantau perkembangannya," ujar Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Selain Aceh, banjir juga berdampak pada 13 KK di Deli Serdang, Sumatra Utara. Namun, kondisi banjir di wilayah tersebut dilaporkan mulai surut. Hal serupa terjadi di Malang, Jawa Timur, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 43 KK.

"Sedangkan di Jawa Timur di Lumajang ada 1.567 KK yang terdampak. Dan ini dalam penanganan," terang Berton.

BNPB juga mencatat dua kejadian tanah longsor, masing-masing di Simalungun, Sumatra Utara, yang berdampak pada 90 KK, serta Malang, Jawa Timur, dengan 24 KK terdampak.

Sementara itu, cuaca ekstrem di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

"Cuaca ekstrem terjadi di Dairi saat kami mendapatkan laporan ada satu jiwa meninggal. Kami tentu dari Badan Penanganan Bencana menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya satu jiwa di Sumatra Utara akibat dari cuaca ekstrem ini," papar dia.

 

Bencana di Lumajang

Berton secara khusus memaparkan perkembangan penanganan bencana di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di wilayah tersebut, BNPB mencatat empat jenis bencana, yakni cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir bandang, dan banjir genangan.

Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia, yakni seorang ayah dan anaknya. Selain itu, sebanyak 1.567 KK terdampak dan 13 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

"Ada dua jiwa yang meninggal kemarin sudah kami sampaikan. Ini adalah bapak dan anak. Dan ada 1.567 KK yang terdampak dan ini masih tetap dalam pendataan. Dan 13 rumah rusak dan ini pun sudah dalam pencatatan dan pelaporan," kata dia.

Untuk menangani dampak bencana, BNPB bersama BPBD dan sejumlah institusi terkait melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pihak kecamatan dan desa, PLN, serta unsur lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memulihkan layanan-layanan vital.

Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah diterjunkan untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Petugas juga membuka kembali akses jalan yang sempat terputus akibat bencana.

"Kemudian Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) telah dikirim untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat, membuka akses jalan yang beberapa waktu ada terputus dan sekarang ini sudah bisa ditembus yaitu Jalan Taman Sari dan Ibu Raja, serta melakukan pemantauan di wilayah-wilayah terisolasi lainnya dan rumah-rumah warga yang terancam rusak, serta mengirimkan logistik kepada saudara-saudara kita yang terdampak di sana," papar dia.

Berton mengimbau masyarakat, khususnya warga Kabupaten Lumajang, agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Warga juga diminta menjauhi aliran air yang berpotensi dilalui banjir lahar, terutama lahar dingin, serta mengikuti arahan petugas dan mengakses informasi dari sumber resmi.

BNPB juga terus memantau debit air sungai dan kondisi jembatan limpasan. Selain itu, pemantauan dilakukan terhadap potensi bencana susulan serta gangguan aliran listrik yang masih terjadi di sejumlah lokasi.

"Berikut ini ada beberapa video maupun gambar yang kita lihat di sini bagaimana di Kabupaten Lumajang terjadi banjir dan longsor, serta banjir genangan, dan beberapa bantuan yang sudah diserahkan oleh pemerintah daerah," kata dia.

Berton berharap kondisi masyarakat terdampak segera pulih dan pemerintah daerah dapat menangani dampak bencana tersebut.

"Semoga apa yang dialami oleh saudara-saudara kita segera dapat dilalui dan pemerintah-pemerintah daerah segera dapat mengatasi dampak banjir maupun cuaca ekstrem longsor yang terjadi di Lumajang," sambung Berton.

 

Penanganan Cuaca Ekstrem di Dairi

Selain Lumajang, BNPB turut menyampaikan perkembangan penanganan cuaca ekstrem di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Bencana tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu orang terluka, serta satu unit rumah mengalami rusak berat.

BPBD Dairi telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk melakukan pendataan serta memberikan bantuan kepada warga terdampak.

"Upaya yang dilakukan adalah di mana BPBD Dairi sudah berkoordinasi dengan camat setempat serta kepala desa daerah terdampak untuk melakukan asesmen serta memberikan bantuan kepada korban yang terdampak," jelas Berton.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6