Mendiktisaintek: 400 Lulusan URI Akan Bekerja di BUMN

Mereka akan dibekali pelatihan intensif selama enam bulan dan magang dua bulan.

Diterbitkan 04 November 2026, 01:01 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 400 lulusan URI tahap pertama akan bekerja di BUMN dan Proyek Strategis Nasional.
  • Lulusan URI disiapkan melalui pelatihan 6 bulan dan magang 2 bulan.
  • Presiden Prabowo tekankan integritas, kebangsaan, empati, dan kepemimpinan.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan sebanyak 400 lulusan Universitas Republik Indonesia (URI) tahap pertama akan ditempatkan untuk bekerja di BUMN dan Proyek Strategis Nasional.

Hal ini disampaikan Brian usai menghadiri penyampaikan taklimat atau arahan Presiden Prabowo Subianto kepada peserta program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun 2026 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/11/2026).

"Kita salah satu program URI itu menyiapkan para lulusan URI. Sarjana yang memang punya kapasitas yang baik yang dibutuhkan sesuai beberapa program strategis nasional," kata Brian usai acara taklimat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

"Nah itu tahap pertama sudah disalur sekitar 400 itu nantinya akan bekerja di BUMN. Penyiapan dari 400 orang yang nantinya di tempatnya BUMN dan program strategis dilakukan oleh URI," sambungnya.

Dia menyampaikan, para pesera didik URI nantinya akan menjalani masa pelatihan terlebih dahulu selama enam bulan. Selanjutnya, mereka akan mengikuti magang selama dua bulan.

Brian menuturkan Prabowo mengingatkan para peserta didik URI untuk bertinegritas baik dan memiliki jiwa kebangsaan serta pemahaman yang baik, khususnya mengenai kondisi masyarakat Indonesia.

"Sehingga mereka dalam bekerja memiki performa yang baik dengan integeritas. Jadi itu yang disampaikan Presiden," ujar Brian.

Dia menjelaskan peserta URI akan diajarkan soal kedisplinan, rasa empati, dan soal kepemimpinan. Hal ini dikarenakan mereka akan disiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan.

"Ya pembelajaran seperti biasa, disiplin kebangsaaan, empati, disaat yang sama ada penyiapan kapasitas, kepemimpinanan. Kombinasi kedua itu," jelas Brian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6