InJourney Catat Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Rp 5,2 Triliun

InJourney mencatat gelaran MotoGP Mandalika menghasilkan dampak ekonomi Rp 5,2 triliun, menyerap 3.000 tenaga kerja lokal.

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 18:45 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mencatat gelaran MotoGP Mandalika memberikan dampak ekonomi sebesar Rp 5,2 triliun. Ajang balap motor internasional tersebut terbukti menjadi motor penggerak pertumbuhan pariwisata, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga penguatan aktivitas usaha masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, dampak ekonomi MotoGP Mandalika tidak hanya tercipta selama tiga hari balapan berlangsung, melainkan menjalar luas ke sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aktivitas wisatawan dan penyelenggaraan acara pendukung memperpanjang siklus perputaran uang di Mandalika dan sekitarnya.

"Untuk perhelatan sendiri, dampak ekonominya mencapai Rp 5,2 triliun," ujar Maya.

Maya menjelaskan, InJourney menghitung dampak tersebut melalui kajian bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (LPPM ITB), yang disokong data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Penghitungan tersebut mencakup dampak langsung, tidak langsung, hingga dampak lanjutan (multiplier effect) dari total belanja wisatawan.

Wisatawan yang hadir membelanjakan uangnya untuk akomodasi dan konsumsi. Aliran dana tersebut kemudian menggerakkan rantai pasok lokal, pedagang, hingga pekerja yang memperoleh tambahan pendapatan untuk kembali dibelanjakan di daerah.

 

Dorong Penyerapan 3.000 Tenaga Kerja Lokal

Selain perputaran uang, Maya menyoroti lonjakan kapasitas dan keahlian tenaga kerja lokal selama lima tahun penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Pada awal penyelenggaraan, InJourney masih mengandalkan tenaga ahli luar negeri untuk sejumlah fungsi operasional teknis.

Namun, pada perhelatan terbaru, sekitar 3.000 pekerja lokal asal NTB sukses terlibat penuh. Bahkan, sebagian dari mereka memperoleh kesempatan berkarier pada ajang MotoGP di Australia, Jepang, dan Malaysia.

Maya menilai perkembangan ini menjadi bukti nyata bahwa event internasional mampu mendongkrak keterampilan (upskilling) masyarakat lokal sekaligus membuka peluang karier di tingkat global.

"Kalau kita lihat perhelatan terakhir kemarin, sebanyak 3.000 pekerja lokal semuanya berasal dari NTB," tegas Maya.

Ia menambahkan, dampak MotoGP juga menjangkau masyarakat lintas profesi. Petani dapat mengambil peluang bekerja di sirkuit pada akhir pekan, sementara ibu rumah tangga memperoleh penghasilan tambahan sebagai marshal. Beberapa pelaku UMKM bahkan mengaku pendapatan dari satu musim MotoGP mampu menopang kebutuhan hidup hingga beberapa bulan.

 

Mendorong Akselerasi Usaha dan Ekonomi Daerah

Aktivitas di Sirkuit Mandalika turut memicu menjamurnya usaha baru di kawasan Kuta Mandalika, mulai dari restoran, vila, hingga penyedia akomodasi.

Guna menjaga keberlanjutan bisnis di luar musim balap, InJourney mengembangkan Mandalika sebagai destinasi sports entertainment. Maya menyebut jadwal Sirkuit Mandalika kini terisi sekitar 200 hari dalam setahun, salah satunya melalui acara riset massa seperti Pocari Sweat Run yang memboyong sekitar 12.000 pelari beserta keluarga ke NTB.

Dukungan sektor pariwisata ini tecermin pada pertumbuhan ekonomi NTB yang menembus 10,4% pada semester I-2026. Dari sisi sosial, angka kemiskinan di NTB berhasil ditekan dari sekitar 14% pada 2022 menjadi 11% pada 2026, di mana sekitar 200.000 warga berhasil keluar dari garis kemiskinan. Kendati demikian, Maya menggarisbawahi bahwa penurunan kemiskinan tersebut turut dipengaruhi oleh gabungan faktor ekonomi makro daerah lainnya.

 

Pemberdayaan Berkelanjutan dan Komitmen Fasilitas

Maya menegaskan, pengembangan Mandalika oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) tidak semata-mata berorientasi pada profitabilitas BUMN, melainkan pada pemerataan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Masyarakat di sekitar kawasan harus makmur. Di Borobudur harus makmur, di Mandalika juga harus makmur," tuturnya.

Selain pemberdayaan perempuan dan pelatihan UMKM, InJourney berkomitmen untuk terus menyempurnakan fasilitas sirkuit, termasuk rencana penambahan atap pada seluruh tribun (grandstand) serta optimalisasi manajemen arus penonton.

"Pastinya kami berharap ajang ini terus berlanjut. Ini sangat baik untuk Mandalika, masyarakat Lombok, dan seluruh NTB," pungkas Maya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6