Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa setelah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan logam mulia tersebut. Investor tengah mencermati hasil pemilu paruh waktu AS untuk mendapatkan gambaran mengenai arah kebijakan fiskal negara tersebut.
Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$ 3.927,49 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat merosot 1% hingga menyentuh level terendah sesi perdagangan di US$ 3.893,31 per ons.
Penurunan harga minyak dunia sempat meredakan kekhawatiran inflasi dan memberikan ruang bagi emas untuk menguat dalam waktu singkat. Namun, harga logam mulia kembali berbalik melemah.
Advertisement
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,8% menjadi US$ 3.936,80 per ons.
Harga minyak dunia juga terkoreksi sekitar 2% hingga menyentuh level terendah dalam tiga pekan. Pelaku pasar mempertimbangkan upaya mengakhiri perang di Ukraina dan Iran, sekaligus mengantisipasi gangguan pasokan akibat serangan dalam kedua konflik tersebut.
Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, mengatakan penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi menjadi faktor yang menekan harga emas.
“Dolar AS terus menguat, sementara imbal hasil obligasi semakin meningkat,” ujarnya dikutip dari CNBC, Rabu (4/11/2026).
Penguatan dolar AS terjadi ketika investor mencermati ketidakpastian mengenai kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran serta hasil pemilu paruh waktu. Pada saat bersamaan, imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury juga bergerak naik.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
Di sisi lain, sedikit penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga memberikan dukungan bagi emas yang tidak menghasilkan bunga. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada Desember sebesar 73%, turun dari perkiraan sebelumnya 76%.
Perhatian investor juga tertuju pada pemilu AS. Sejumlah jajak pendapat dan analis independen memperkirakan Partai Demokrat berpeluang mengambil alih kendali DPR dari Partai Republik. Namun, persaingan untuk menguasai Senat masih belum pasti.
Analis pasar Forex.com, Fawad Razaqzada, menilai kemenangan besar Partai Demokrat berpotensi menekan dolar AS karena dapat menyulitkan pemerintah meloloskan sejumlah undang-undang, termasuk kebijakan terkait batas utang negara.
“Jika dolar AS melemah, hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi memberikan dukungan bagi harga emas,” ujarnya.
Sementara itu, World Gold Council memangkas proyeksi pertumbuhan investasi emas tahun ini menjadi 200 ton metrik dari perkiraan sebelumnya 400 ton. Meski demikian, lembaga tersebut menaikkan estimasi pembelian emas oleh bank sentral.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103058/original/008204000_1658923818-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)