Liputan6.com, Teheran - Mantan Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohsen Rezaee, ditunjuk sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Penunjukan ini menempatkan Rezaee di salah satu posisi penting yang berperan dalam menentukan arah keamanan dan kebijakan luar negeri Iran.
Dikutip dari Al Jazeera, Senin (10/8/2026), Rezaee, 71 tahun, menggantikan Mohammad Bagher Zolghadr yang kini ditunjuk sebagai penasihat politik Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Jabatan tersebut sebelumnya dipegang Ali Larijani, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Maret.
Penunjukan Rezaee berlangsung di tengah pembicaraan mengenai Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang digunakan Teheran sebagai alat tekan selama konflik berbulan-bulan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Advertisement
Sosok Mohsen Rezaee
Rezaee memimpin IRGC dari 1981 hingga 1997. Masa kepemimpinannya mencakup periode Perang Iran-Irak pada 1980-an, yang di Iran dikenal sebagai era “Pertahanan Suci”.
Setelah meninggalkan posisi sebagai kepala IRGC, Rezaee menjadi anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran atau Expediency Discernment Council. Lembaga tersebut berperan menyelesaikan perselisihan terkait rancangan undang-undang antara parlemen dan Dewan Wali atau Guardian Council.
Guardian Council merupakan lembaga terpisah yang anggotanya ditunjuk oleh pemimpin tertinggi Iran. Lembaga ini bertugas menyeleksi kandidat untuk jabatan politik yang dipilih melalui pemilu, termasuk parlemen, presiden, dan Majelis Ahli. Guardian Council juga meninjau peraturan perundang-undangan untuk memastikan kesesuaiannya dengan konstitusi dan hukum Islam.
Dalam beberapa waktu terakhir, Rezaee dikenal menaruh perhatian besar pada upaya Iran mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Jalur sempit tersebut menjadi salah satu jalur penting bagi lalu lintas minyak dan gas dunia.
Pada Juli, Rezaee mengatakan penguasaan atas Selat Hormuz bernilai lebih dari “puluhan bom atom”. Pekan lalu, ia juga memperingatkan Amerika Serikat bahwa Washington akan “menghadapi risiko serius dan korban” jika blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus berlanjut.
Iran memberlakukan blokade di Selat Hormuz sebagai respons terhadap perang Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada Februari. Sementara itu, Amerika Serikat memberlakukan blokade laut terhadap Iran dalam upaya memberikan tekanan ekonomi kepada Teheran.
Penunjukan Rezaee
Kantor komunikasi Presiden Iran mengumumkan pada Minggu malam bahwa Presiden Masoud Pezeshkian menunjuk Rezaee sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, demikian dilaporkan Al Jazeera Arabic.
Pada hari yang sama, Mojtaba Khamenei mengeluarkan keputusan yang menunjuk Rezaee sebagai wakilnya di dewan tersebut. Dalam keputusan itu, pengalaman Rezaee serta perannya sebagai salah satu “pelopor era Pertahanan Suci” selama Perang Iran-Irak mendapat perhatian khusus.
Penekanan terhadap latar belakang tersebut turut memperkuat pandangan bahwa pengalaman militer Rezaee menjadi salah satu pertimbangan dalam penunjukannya.
Posisi Strategis Dewan Keamanan Nasional
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi merupakan salah satu institusi penting Iran. Di lembaga ini, pertimbangan strategis dari kepresidenan, kementerian luar negeri, angkatan bersenjata, serta badan-badan keamanan bertemu.
Karena itu, sosok yang menjabat sebagai sekretaris dewan memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar menjalankan fungsi administratif. Terlebih, pergantian tersebut berlangsung ketika Iran berada dalam situasi perang terbuka, negosiasi dengan Amerika Serikat mengalami hambatan, serta terjadi perselisihan mengenai ketentuan pelayaran dan kedaulatan atas Selat Hormuz.
Peneliti senior di Center for Middle East Strategic Studies yang berbasis di Teheran, Abas Aslani, mengatakan Rezaee membawa pengalaman militer, ekonomi, dan politik ke posisi barunya.
“Mereka membutuhkan seseorang yang bisa menyinkronkan berbagai badan pemerintahan,” kata Aslani kepada Al Jazeera.
Menurut Aslani, secara politik Rezaee tidak terlalu berbeda dari pendahulunya dalam urusan keamanan. Namun, perannya di dalam negeri dan kemampuannya menjadi penyeimbang di antara berbagai kekuatan politik dinilai penting.
Aslani juga menilai latar belakang Rezaee sebagai mantan kepala IRGC dan anggota Dewan Penentu Kebijakan akan membuatnya memainkan peran penting dalam negosiasi Teheran dengan Washington.
“Saya pikir penting untuk memiliki seseorang yang mampu menjangkau berbagai faksi dan berbicara dengan mereka, dan itulah alasan dia dipilih,” ujarnya.
Advertisement
Punya Ruang di Antara Berbagai Faksi
Penunjukan Rezaee juga memiliki dimensi politik tambahan jika melihat posisinya dalam pemilihan presiden Iran 2024. Saat itu, ia mendukung Mohammad Bagher Ghalibaf.
Sikap tersebut membuat posisi elektoral Rezaee lebih dekat dengan kubu konservatif yang diwakili Ghalibaf, yang kini menjadi ketua parlemen sekaligus kepala negosiator dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat. Posisi itu berbeda dengan faksi yang lebih garis keras yang diasosiasikan dengan Saeed Jalili, kandidat yang berada di posisi kedua setelah Pezeshkian.
Dukungan Rezaee terhadap Ghalibaf tidak serta-merta menjadikannya figur moderat. Satu sikap dalam pemilu juga tidak cukup untuk menentukan secara permanen dengan siapa ia beraliansi.
Namun, posisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Rezaee di kubu konservatif tidak selalu sejalan dengan Jalili maupun kelompok-kelompok yang paling menentang negosiasi dengan Amerika Serikat.
Kondisi itu berpotensi memberinya ruang untuk bergerak di antara berbagai pihak, mulai dari pemerintahan Pezeshkian yang menggunakan pendekatan lebih terbuka terhadap negosiasi, kubu konservatif yang terkait dengan Ghalibaf, hingga kelompok militer dan keamanan yang memiliki hubungan historis dengan Rezaee sejak ia memimpin IRGC.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320735/original/073079200_1786377674-Mohsen_Rezaee.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524822/original/062327900_1773012804-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542887/original/058023900_1774983885-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569339/original/097080000_1777438673-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563533/original/046149400_1776904156-AP26108447326306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318749/original/047089000_1786155529-Tentara_AS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4373616/original/042892900_1679963213-Israel-Netanyahu-AFP-800x500-780x470.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477887/original/010773400_1687477107-Harga_Minyak_Dunia_Freepik.jpg)