7 Ayat Al-Quran Tentang Perintah Berdoa, Tafsir dan Keutamaannya

Doa merupakan inti dari ibadah dalam Islam. Allah SWT memerintahkannya secara tegas dalam berbagai ayat Al-Qur'an

Diterbitkan 27 September 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa merupakan inti dari ibadah dalam Islam. Allah SWT memerintahkannya secara tegas dalam berbagai ayat Al-Qur'an, yang menunjukkan betapa pentingnya kedudukan doa dalam kehidupan seorang Muslim.

Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa adalah ibadah yang paling mulia di sisi Allah, karena di dalamnya terkandung pengakuan akan kehambaan diri dan ketergantungan total kepada Sang Pencipta.

Dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, al-Badr menegaskan bahwa doa adalah senjata orang beriman dan sarana paling ampuh untuk mendekatkan diri kepada Allah. Berdoa adalah amalan yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dilakukan dalam segala keadaan.

Al-Qur'an memuat banyak ayat yang memerintahkan berdoa dengan berbagai redaksi, mulai dari perintah langsung seperti ud'ūnī (berdoalah kepada-Ku) hingga perintah yang disampaikan melalui kisah para nabi. Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah ayat Al-Qur'an tentang perintah berdoa penjelasan ulama, keutamaan, serta hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya.

Ayat-Ayat Al-Qur'an tentang Perintah Berdoa

1. QS. Al-Mu'min (Ghafir) Ayat 60

Arab: وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Latin: Wa qāla rabbukumud'ūnī astajib lakum, innalladzīna yastakbirūna 'an 'ibādatī sayadkhulūna jahannama dākhirīn

Arti: "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.'" (QS. Al-Mu'min: 60)

Ayat ini merupakan perintah paling tegas dalam Al-Qur'an tentang kewajiban berdoa. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah dari Allah Ta'ala untuk berdoa, bahkan bukan hanya perintah, namun terdapat janji Allah yang akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.

Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa "Bana dua edin" (berdoalah kepada-Ku) bermakna "Bana kulluk edin; ibadeti benden başkasına, putlara ve başka şeylere değil, sırf bana yapın ki duanızı kabul edeyim" (Beribadahlah kepada-Ku; jangan menyembah selain-Ku, hanya kepada-Ku, agar Aku mengabulkan doamu). Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa doa mencakup makna ibadah secara keseluruhan.

Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menyebutkan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa doa adalah ibadah, dan barang siapa yang meninggalkannya karena sombong, maka ancamannya adalah neraka Jahanam dalam keadaan hina. Hadis riwayat At-Tirmidzi menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Doa adalah ibadah", kemudian beliau membaca ayat ini.

2. QS. Al-Baqarah Ayat 186

Arab: وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Latin: Wa idzā sa'alaka 'ibādī 'annī fa innī qarīb, ujību da'watad-dā'i idzā da'āni falyastajībū lī walyu'minū bī la'allahum yarsyudūn

Arti: "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)

Imam Asy-Syaukani dalam Fath Al-Qadir menjelaskan bahwa ayat tersebut menunjukkan betapa mudahnya bagi Allah untuk menjawab setiap doa yang dipanjatkan oleh seorang Muslim, serta menunjukkan makna bahwa Allah SWT menerima ketaatan seorang Muslim yang dilakukan melalui doa.

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam At-Tafsirul Munir li Ma'alimit Tanzil menyebutkan beberapa riwayat terkait sebab turunnya ayat ini. Diriwayatkan bahwa suatu ketika orang Badui datang menemui Nabi Muhammad SAW dan berkata: "Apakah Tuhan kita dekat, sehingga kita berdoa dengan lirih atau jauh, sehingga kita berdoa dengan lantang?" Kemudian Allah menurunkan ayat ini. Diriwayatkan juga dari Qatadah bahwa para sahabat bertanya: "Bagaimana kami berdoa kepada Tuhan kami wahai Nabi Allah? Apakah dengan berbisik atau dengan memanggil lantang?"

Kemudian Allah menurunkan ayat ini. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan kedekatan Allah dengan hamba-Nya, bahkan lebih dekat dari urat nadi.

3. QS. Al-A'raf Ayat 55

Arab: اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ

Latin: Ud'ū rabbakum taḍarru'an wa khufyah, innahū lā yuḥibbul-mu'tadīn

Arti: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-A'raf: 55)

Ayat ini tidak hanya memerintahkan berdoa, tetapi juga mengajarkan adab-adabnya. Sayyid Qutb dalam Tafsir Fii Zhilalil Qur'an menafsirkan bahwa Allah Tabaaraka wa Ta'ala membimbing hamba-hamba-Nya supaya berdoa kepada-Nya, yaitu doa untuk kebaikan mereka di dunia dan akhirat.

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan hamba Allah untuk berdoa kepada-Nya dengan penuh kerendahan hati (tadarru') dan suara yang lembut (khufyah), bukan dengan suara lantang atau sombong agar doa diterima.

Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menjelaskan bahwa ayat ini mengajarkan bahwa dalam berdoa, hendaklah seseorang menyeru kepada Tuhannya dengan melahirkan kehinaan diri dan dalam keadaan tersembunyi, tidak dengan suara yang tinggi dan penuh kesombongan.

4. QS. Al-Furqan Ayat 77 Arab: قُلْ مَا يَعْبَؤُا بِكُمْ رَبِّيْ لَوْلَا دُعَاۤؤُكُمْۚ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُوْنُ لِزَامًا

Latin: Qul mā ya'ba'u bikum rabbī laulā du'ā'ukum, fa qad kadzdzabtum fa saufa yakūnu lizāmā

Arti: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu kalau tidak karena doamu. Sungguh, kamu telah mendustakan (Al-Qur'an), maka kelak (azab itu) akan menimpamu.'" (QS. Al-Furqan: 77)

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa doa adalah sebab Allah memberikan nilai dan perhatian kepada hamba-Nya. Menurut sebagian ulama, ayat ini bermakna bahwa tanpa doa, manusia tidak memiliki nilai di hadapan Allah.

Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menyebutkan bahwa ayat ini menegaskan bahwa doa adalah bukti penghambaan diri seorang hamba kepada Allah. Tanpa doa, manusia tidak berbeda dengan makhluk lain yang tidak mengenal Tuhannya.

5. QS. Al-Mu'min (Ghafir) Ayat 14

Arab: فَادْعُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

Latin: Fad'ullāha mukhliṣīna lahud-dīna wa lau karihal-kāfirūn

Arti: "Maka sembahlah (berdoalah kepada) Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya)." (QS. Al-Mu'min: 14)

Ayat ini memerintahkan berdoa dengan ikhlas, memurnikan ibadah hanya kepada Allah. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan agar doa dan ibadah dipersembahkan hanya kepada Allah, tidak kepada selain-Nya. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa keikhlasan adalah syarat utama diterimanya doa.

6. QS. Al-Isra Ayat 110

Arab: قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا

Latin: Qulid'ullāha awid'ur-Raḥmān, ayyam mā tad'ū fa lahul-asmā'ul-ḥusnā, wa lā tajhar biṣalātika wa lā tukhāfit bihā wabtaghi baina dzālika sabīlā

Arti: "Katakanlah, 'Serulah (berdoalah kepada) Allah atau serulah (berdoalah kepada) Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaul Husna).'" (QS. Al-Isra: 110)

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini memberikan kebebasan kepada hamba untuk berdoa dengan menyebut nama Allah atau Ar-Rahman, karena keduanya adalah nama-nama Allah yang terbaik. Ayat ini juga mengajarkan adab berdoa dengan suara yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu lirih.

7. QS. An-Naml Ayat 62

Arab: اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاۤءَ الْاَرْضِۗ اِٰلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗقَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ

Latin: Amman yujībul-muḍṭarra idzā da'āhu wa yaksyifus-sū'a wa yaj'alukum khulafā'al-arḍ, a ilāhum ma'allāh, qalīlam mā tadzakkarūn

Arti: "Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)." (QS. An-Naml: 62)

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa hanya Allah-lah yang mampu mengabulkan doa orang yang dalam kesulitan dan menghilangkan kesusahan. Ini adalah bukti keesaan Allah dan kewajiban berdoa hanya kepada-Nya.

Keutamaan Berdoa dalam Islam

1. Doa adalah Ibadah yang Paling Mulia

Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Ta'ala daripada doa." (HR. At-Tirmidzi). Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilush Shayyib menjelaskan bahwa doa yang dimulai dengan pujian dan sanjungan kepada Allah merupakan doa yang paling sempurna, karena mengandung penghambaan diri seorang hamba yang akan menyuburkan iman dan menguatkan tauhid.

2. Doa Mampu Mengubah Takdir

Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebaikan." (HR. Ibnu Majah). Imam Al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa doa adalah sebab yang ditetapkan Allah untuk mengubah takdir, sehingga seorang hamba yang berdoa dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan ketetapan Allah yang lebih baik.

3. Doa Menjauhkan Musibah dan Bencana

Rasulullah SAW bersabda: "Doa itu bermanfaat terhadap apa yang telah terjadi dan apa yang belum terjadi." (HR. At-Tirmidzi). Dalam Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr menjelaskan bahwa doa adalah senjata orang beriman dan benteng dari segala musibah.

4. Doa Mendatangkan Rahmat dan Kemudahan

Dalam Keutamaan Membaca Doa-Doa Harian, dijelaskan bahwa dengan berdoa, Allah dapat menghapuskan kesulitan, memberikan kemudahan, dan meluaskan hati orang-orang yang beriman. Allah akan menutup aib orang yang berdoa dengan sungguh-sungguh.

5. Doa adalah Bukti Penghambaan dan Kedekatan dengan Allah

Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa adalah perwujudan rasa cinta seorang hamba kepada Allah dan pengakuan akan kebutuhan atas pertolongan-Nya. Hakikat doa adalah bukti kepasrahan seorang hamba setelah segala daya dan upaya dilakukan.

6. Doa Dijamin Dikabulkan dalam Tiga Bentuk

Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang Muslim berdoa dengan sesuatu yang tidak mengandung dosa dan tidak memutus silaturahmi, melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal: (1) dikabulkan segera, (2) disimpan untuknya di akhirat, atau (3) dipalingkan darinya keburukan yang semisal. (HR. Al-Hakim). Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa doa tidak pernah sia-sia; jika tidak dikabulkan di dunia, maka pahalanya akan disimpan di akhirat.

Hikmah Berdoa dalam Islam

1. Mendekatkan Diri kepada Allah

Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menjelaskan bahwa doa adalah sarana untuk menjalin kasih sayang dan mengeratkan hubungan mesra antara hamba dengan Tuhannya. Berdoa hendaklah dilakukan dengan penuh khusyuk serta yakin akan dimakbulkan oleh Allah SWT.

2. Melatih Kerendahan Hati dan Menjauhi Kesombongan

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mu'min ayat 60 bahwa orang-orang yang menyombongkan diri dari berdoa akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina. Imam Thabari menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan hamba untuk merendahkan diri di hadapan Allah, karena kesombongan adalah penghalang terbesar diterimanya doa.

3. Memberikan Kekuatan dan Ketabahan Jiwa

Dalam Hikmah Berusaha dan Berdoa, dijelaskan bahwa doa adalah kekuatan orang Mukmin; ikhtiar membuka jalan untuk rahmat Allah. Islam mengajarkan pentingnya doa di samping ikhtiar, karena doa bukanlah pengganti usaha melainkan memperkuat usaha dan ikhtiar.

4. Menumbuhkan Optimisme dan Menghilangkan Keputusasaan

Berdoa merupakan bentuk berserah diri kepada Allah, dijelaskan bahwa berdoa merupakan bentuk berserah diri kepada Allah SWT yang menunjukkan perilaku merendahkan diri dan tidak bersikap sombong di hadapan-Nya. Dengan berdoa, seorang hamba tidak mudah berputus asa dari rahmat Allah.

5. Memperkuat Tauhid dan Iman

Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilush Shayyib menjelaskan bahwa doa yang sempurna, yang dimulai dengan pujian kepada Allah dan sanjungan kepada-Nya, akan menyuburkan iman dan menguatkan tauhid seorang hamba. Jika seseorang sering melakukan doa dan dzikir yang sempurna dalam kesehariannya, maka akan menjadi sebab kuat untuk memperbaiki imannya.

 

Pertanyaan Seputar Ayat Al Quran

1. Apa ayat Al-Qur'an yang paling tegas memerintahkan berdoa?

Ayat yang paling tegas adalah QS. Al-Mu'min (Ghafir) ayat 60: "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.'" Ayat ini mengandung perintah langsung dari Allah untuk berdoa, disertai janji pengabulan dan ancaman bagi yang meninggalkannya.

2. Apakah doa itu wajib atau sunnah?

Jumhur ulama berpendapat bahwa berdoa adalah ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), bahkan sebagian ulama menyatakan wajib dalam kondisi tertentu. Imam Ibnu 'Asyur dalam Tafsir Ibn 'Asyur menyatakan bahwa ayat Al-Mu'min ayat 60 adalah dalil bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya, dan tidak ada perselisihan di kalangan umat Islam tentang pensyariatan doa.

3. Kapan waktu terbaik untuk berdoa?

Waktu terbaik berdoa antara lain: sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, ketika sujud dalam salat, setelah salat fardhu, hari Jumat, ketika berbuka puasa, dan ketika dalam kondisi darurat. Dalam Adab Berdoa yang diterbitkan MUI, dijelaskan bahwa sebaiknya berdoa dengan hati yang khusyuk, menghadap kiblat, dan memilih waktu-waktu utama seperti sepertiga malam terakhir.

4. Apa perbedaan antara doa dan zikir?

Doa adalah permohonan kepada Allah, sedangkan zikir adalah mengingat Allah dengan memuji kebesaran-Nya. Dalam Tuntutan Berdoa dan Berzikir, dijelaskan bahwa doa ialah ibadah dan merupakan senjata orang Mukmin, sedangkan zikir adalah ibadah untuk mengingati Allah dengan memuji kebesaran-Nya seperti bertasbih, bertahmid, dan bertakbir.

5. Mengapa doa disebut sebagai inti ibadah?

Rasulullah SAW bersabda: "Doa adalah ibadah" (HR. At-Tirmidzi), kemudian beliau membaca QS. Al-Mu'min ayat 60. Dalam Lima Fungsi Doa, dijelaskan bahwa doa adalah bagian dari ibadah kepada Allah, sebab Allah memerintahkannya kepada kita. Doa merupakan inti ibadah karena di dalamnya terkandung pengakuan akan kehambaan diri, ketergantungan total kepada Allah, dan penyerahan segala urusan kepada-Nya.