Risiko ETF Emas, Produk Investasi Baru di Pasar Modal

Analis menuturkan, peluncuran ETF emas merupakan langkah cukup strategis untuk pendalaman pasar modal Indonesia.

Diterbitkan 10 Agustus 2026, 16:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) emas atau ETF emas dinilai menjadi tonggak baru dalam transformasi pasar modal Indonesia. Produk ETF emas diharapkan memperluas pilihan investasi dan memperkuat integrasi pasar modal dengan ekosistem bullion nasional.

Direktur Utama KSEI Syamsul Hidayat mengatakan ETF emas menghadirkan alternatif instrumen investasi bagi investor pasar modal Indonesia. Menurut dia, produk tersebut juga dapat mendorong pendalaman pasar keuangan nasional.

"ETF emas diharapkan menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor pasar modal Indonesia,” kata Syamsul dalam peluncuran ETF emas, di Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8/2026).

Syamsul menjelaskan, pengembangan ETF emas merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), manajer investasi, bank kustodian, dealer participant, bullion bank, dan pelaku industri pasar modal.

Dalam ekosistem tersebut, emas fisik menjadi aset dasar ETF. Kepemilikan emas kemudian direpresentasikan secara elektronik melalui Electronic Gold Receipt (EGR) yang dicatat di KSEI sebelum unit penyertaan ETF emas diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Seluruh proses pembentukan ETF emas berlangsung dalam satu ekosistem, mulai dari penyediaan emas fisik sebagai aset dasar, pencatatan EGR di KSEI, hingga perdagangan unit penyertaan ETF emas di Bursa Efek Indonesia,” tutur dia.

Syamsul mengatakan peluncuran ETF emas menjadi bagian dari transformasi pasar modal yang terus berkembang sejak pengaktifan kembali pasar modal pada 10 Agustus 1977.

Ia berharap inovasi tersebut dapat memperkuat pasar modal sekaligus mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Peluncuran ETF emas hari ini merupakan simbol harapan pada masa keemasan pasar modal Indonesia untuk dapat berkontribusi menuju Indonesia Emas di tahun 2045,” ujar Syamsul.

Senior Market Analyst, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, peluncuran ETF emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah perkembangan positif dan cukup strategis bagi pendalaman pasar modal Indonesia.

 

 

Alternatif Instrumen Investasi

Dengan peluncuran ETF ema situ, ia menuturkan, investor dapat memperoleh eksposur terhadap harga emas melalui mekanisme perdagangan di bursa tanpa perlu membeli dan menyimpan emas fisik.

“Hadirnya ETF emas memberikan alternatif instrumen investasi yang menjembatani keamanan aset lindung nilai atau safe haven asset dengan likuiditas sera efisiensi transasi di BEI,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Nafan menambahkan, hal menarik dari ETF emas ini dapat menjadi jembatan antara investor ritel dan pasar komoditas.

“Selama ini sebagian masyarakat mengenal emas terutama sebagai aset fisik. Dengan ETF, emas semakin terintegrasi dengan ekosistem pasar modal sehingga berpotensi meningkatkan financial inclusion sekaligus memperluas basis investor domestik,” ujar Nafan.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Investor

Nafan mengingatkan,pelaku pasar dan investor tetap harus memperhatikan tracking error, biaya pengelolaan, likuiditas ETF, spread bid-ask, serta mekanisme underlying asset.

"ETF tidak otomatis selalu bergerak persis sama dengan harga emas dunia. Selain itu, karena emas sudah mengalami kenaikan yang signifikan, investor sebaiknya tidak menjadikan peluncuran ETF sebagai alasan untuk mengejar harga,” ujar dia.

Nafan mengatakan, ETF adalah sarana untuk memperoleh eksposur terhadap emas, bukan instrumen yang menghilangkan risiko koreksi harga emas.