AALI Tebar Dividen Interim Rp 233 per Saham, Simak Jadwal Pembagiannya

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan membagikan dividen interim 2026 pada 26 Oktober 2026. Berikut jadwal lengkapnya.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 449,02 miliar. Dengan demikian, pemegang saham akan mendapatkan dividen interim Rp 233 per saham.

Perseroan membagikan dividen interim sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 29 September 2026. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (1/10/2026).

Perseroan membagikan dividen interim 2026 dengan mempertimbangkan data keuangan per 30 Juni 2026 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 1,09 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 18,99 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 24,60 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen interim 2026:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 8 Oktober 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 9 Oktober 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 12 Oktober 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 13 Oktober 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 12 Oktober 2026, waktu: 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 26 Oktober 2026

Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 30 September 2026, harga saham AALI naik 2,56% menjadi Rp 8.000 per saham. Saham AALI dibuka stagnan di Rp 7.800 per saham. Saham AALI berada di level tertinggi Rp 8.050 dan terendah Rp 7.800 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.816 kali dengan volume perdagangan saham 22.118 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,7 miliar.

Penutupan IHSG pada 30 September 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada penutupan perdagangan saham Rabu, (30/9/2026). Koreksi IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai transaksi harian mencapai Rp 14 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG merosot 0,83% menjadi 6.071,13. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,15% menjadi 601,18. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.187,04 dan level terendah 6.071,13. Sebanyak 360 saham melemah sehingga menekan IHSG. 308 saham menguat dan 125 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.801.370 kali dengan volume perdagangan saham 30,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.882.

Mayoritas sektor saham melemah kecuali sektor saham industri naik 1,17% dan sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,15%. Sementara itu, sektor saham teknologi turun 2,76%, dan catat koreksi terbesar.

Sektor saham energi terpangkas 1,35%, sektor saham basic merosot 0,28%, sektor saham consumer siklikal melemah 2,36%. Sektor saham keuangan turun 0,60%, sektor saham properti terpangkas 0,36%. Lalu sektor saham infrastruktur merosot 0,37% dan sektor saham transportasi tergelincir 0,70%.