Liputan6.com, Jakarta - Tempat kerja adalah ruang tempat seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari rezeki, sehingga suasana di dalamnya sangat memengaruhi ketenangan hati dan kelancaran. Sering kali tempat kerja dipengaruhi gangguan kasat mata maupun tak tampak.
Sebab itu, penting bagi seorang muslim untuk memahami tata cara meruqyah tempat kerja sesuai tuntunan syariat Islam agar tempat mencari ma’isyah tersebut dipenuhi keberkahan dan senantiasa dilindungi Allah SWT.
Ustadz DR. Firanda Andirja dalam Panduan Tata Cara dan Bacaan Ruqyah Syar'iyyah menjelaskan ruqyah syar'iyyah didefinisikan sebagai penyembuhan dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an atau doa-doa kepada Allah.Praktik ini berbeda dari ritual mistik karena tunduk pada batasan yang ditetapkan para ulama.
Advertisement
Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah dalam Ruqyah Sihir & Terapinya menegaskan bahwa ruqyah adalah doa memohon pertolongan Allah, bukan kekuatan manusia. Prinsip ini menjadi rambu agar ruqyah tempat kerja tidak bergeser menjadi praktik kesyirikan.
Mengutip pandangan Ibnu Hajar RA dalam Fathul Bari, tiga syarat ruqyah yang dibolehkan yakni menggunakan firman Allah atau nama dan sifat-Nya, dengan bahasa Arab atau makna yang dipahami, serta meyakini bahwa ruqyah tidak memberi pengaruh dengan sendirinya melainkan atas izin Allah.
Meruqyah tempat kerja bukanlah amalan yang asing dalam tradisi Islam. Umat Islam dianjurkan untuk menghadirkan Al-Qur'an di setiap ruang aktivitasnya, termasuk tempat bekerja, agar rezeki yang diperoleh tidak tercampur dengan gangguan spiritual. Merujuk berbagai literatur, berikut ini adalah panduan tata cara, doa dan hikmah meruqyah tempat kerja agar mudah diamalkan.
Tata Cara Meruqyah Tempat Kerja Sesuai Tuntunan Syariat Islam
Berikut adalah tata cara meruqyah tempat kerja secara lengkap dan komprehensif, sesuai tuntunan Al-Qur'an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.
1. Memastikan Syarat Sahnya Ruqyah
Sebelum memulai, pastikan ruqyah yang akan dilakukan memenuhi tiga syarat yang disepakati ulama, sebagaimana dikutip Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, yaitu menggunakan firman Allah atau nama dan sifat-Nya, menggunakan bahasa Arab atau bahasa yang dipahami maknanya, dan meyakini bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, melainkan atas izin Allah.
Ustadz DR. Firanda Andirja menegaskan syarat ini dalam Panduan Tata Cara dan Bacaan Ruqyah Syar'iyyah agar ruqyah tidak mengandung kesyirikan.
2. Membersihkan Tempat Kerja dari Hal-Hal yang Diharamkan
Bersihkan tempat kerja dari gambar atau patung makhluk bernyawa, jimat, azimat, dan benda-benda yang mengandung kesyirikan. Tempat yang bersih secara fisik dan spiritual akan lebih mudah menerima keberkahan. Kebersihan area menjadi bagian dari adab ruqyah, termasuk menghilangkan gambar-gambar dan jimat.
3. Bersuci dan Berwudhu
Hendaknya yang meruqyah dalam keadaan suci dari hadas dan najis, serta berwudhu sebelum memulai. Kesucian diri merupakan adab penting dalam berinteraksi dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Setelah berwudhu, dianjurkan memakai wangi-wangian secukupnya.
4. Meluruskan Niat dan Menghadirkan Hati
Niatkan ruqyah semata-mata karena Allah, bukan untuk pamer atau mencari keuntungan duniawi. Buletin al-Rasikh menegaskan bahwa ruqyah harus dimulai dengan keyakinan bahwa kesembuhan dan perlindungan hanya datang dari Allah, disertai niat yang ikhlas dan menghadapkan diri kepada-Nya.
5. Mendirikan Shalat Sunnah Dua Rakaat
Sebelum memulai ruqyah, dianjurkan mendirikan shalat sunnah dua rakaat dengan niat ikhlas karena Allah. Shalat ini berfungsi sebagai pembuka majelis ruqyah dan sarana memohon pertolongan Allah. Dianjurkan shalat sunnah dua rakaat setiap kali masuk dan keluar rumah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.
6. Membaca Istighfar, Kalimat Tayibah, dan Shalawat
Perbanyak istighfar, karena Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa senantiasa beristighfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya kelapangan dan untuk setiap kesempitannya jalan keluar, dan akan diberi-Nya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka" (HR. Abu Dawud). Setelah itu, bacalah takbir, tasbih, tahlil, tahmid, serta shalawat kepada Nabi SAW.
7. Membaca Doa Niat Ruqyah Tempat Kerja
Bacalah doa berikut dengan penuh keyakinan:
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَنْوِي رُقْيَةَ مَكَانِ عَمَلِي لِإِبْطَالِ كُلِّ شَرٍّ فِيهِ، وَأَسْأَلُكَ الرَّحْمَةَ وَالْحِفْظَ وَالطُّمَأْنِينَةَ لِكُلِّ مَنْ يَدْخُلُهُ
Latin: Allāhumma innī anwī ruqyata makāni 'amalī li-ibṭāli kulli syarrin fīhi, wa as'alukar-raḥmata wal-ḥifẓa waṭ-ṭuma'nīnata likulli man yadkhuluhu.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berniat meruqyah tempat kerjaku untuk menghancurkan dan membersihkan segala keburukan di dalamnya, dan aku memohon kepada-Mu rahmat, perlindungan, serta ketenangan bagi setiap orang yang memasukinya."
Doa ini diadaptasi dari doa niat ruqyah tempat usaha yang banyak dipraktikkan, sebagaimana disebutkan dalam panduan ruqyah mandiri.
8. Membaca Ayat-Ayat Ruqyah Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil, khusyuk, dan penuh keyakinan. Setiap selesai membaca satu surat atau ayat, tiupkan ke air yang telah disediakan.
a. Surah Al-Fatihah
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. Al-Fatihah: 1–7)
Ustadz DR. Firanda Andirja menempatkan Al-Fatihah sebagai bacaan ruqyah pertama dari Al-Qur'an. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Zād al-Ma'ād menyebutkan bahwa Al-Fatihah adalah penawar yang sangat kuat. Imam Ahmad bin Hanbal juga membolehkan ruqyah dengan Al-Fatihah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Adab Asy-Syar'iyyah.
b. Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
Arab: اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm. Lā ta'khudhuhū sinatuw wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man dhal-ladhī yasyfa'u 'indahū illā bi-idhnih. Ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'. Wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ. Wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā. Wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Baqarah: 255)
Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa barang siapa membacanya ketika akan tidur, Allah akan senantiasa menjaganya hingga pagi. Dalam Panduan Tata Cara dan Bacaan Ruqyah Syar'iyyah, Ustadz DR. Firanda Andirja mencantumkan Ayat Kursi sebagai bacaan ruqyah utama setelah Al-Fatihah.
c. Al-Mu'awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas)
Surah Al-Ikhlas:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: "Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."
Surah Al-Falaq:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin: Qul a'ūdhu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri ghāsiqin idhā waqab. Wa min syarrin-naffāthāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin idhā ḥasad.
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."
Surah An-Nas:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: Qul a'ūdhu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Alladhī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia."
Aisyah RA meriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW sakit, beliau membaca Al-Mu'awwidzat lalu meniupkannya ke tubuhnya (HR. Bukhari dan Muslim). Ustadz Husen Al Mubarok menyebutkan bahwa lima surah utama dalam ruqyah adalah Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
d. Doa Perlindungan Malaikat Jibril
Arab: أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ، مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ
Latin: A'ūdzu biwajhillāhil-karīm, wa bikalimātillāhit-tāmmātil-latī lā yujāwizuhunnā barrun wa fājir, min syarri mā yanzilu minas-samā'i, wa min syarri mā ya'ruju fīhā, wa min syarri mā dzara'a fil-arḍ, wa min syarri mā yakhruju minhā, wa min syarri fitanil-laili wan-nahār, wa min syarri ṭawāriqil-lail, wa min syarri kulli ṭāriqin illā ṭāriqan yaṭruqu bikhairin yā raḥmān.
Artinya: "Aku berlindung dengan Dzat Allah yang Maha Mulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampuainya, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit; dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi; dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam; dari keburukan petaka-petaka malam; dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Yang Maha Pengasih."
Doa ini diajarkan Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW ketika beliau didatangi jin ifrit yang membawa obor api. Setelah membaca doa ini, jin tersebut langsung tersungkur dan obornya padam. Doa ini mencakup perlindungan dari segala arah dan waktu, sehingga sangat relevan untuk membersihkan tempat kerja.
e. Doa dengan Kalimat Allah yang Sempurna
Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin: A'ūdzu bikalimātillāhit-tāmmati min kulli syaiṭānin wa hāmmah, wa min kulli 'ainin lāmmah.
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua gangguan setan, binatang yang mengganggu, dan pandangan mata yang jahat."
Dalil dan Penjelasan: Doa ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan dicantumkan Ustadz DR. Firanda Andirja sebagai bacaan ruqyah dari hadis. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa "kalimat Allah yang sempurna" berarti kalam Allah yang penuh keberkahan, mencukupi, dan tidak ada kekurangan di dalamnya. Doa ini juga dianjurkan untuk membentengi tempat kerja dari gangguan 'ain dan hasad.
9. Membaca Surah Al-Baqarah
Jika memungkinkan, bacalah Surah Al-Baqarah secara lengkap di tempat kerja. Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah di dalamnya" (HR. Muslim).
Syaikh Abdurrahman Al-Barrak dalam fatwanya menegaskan bahwa cara paling efektif untuk membersihkan tempat adalah dengan membaca Al-Qur'an, terutama Surah Al-Baqarah, serta menghidupkan tempat tersebut dengan zikir. Jika tidak mampu membaca satu surat penuh, bacalah dua ayat terakhirnya (QS. Al-Baqarah: 285–286), karena Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa membacanya selama tiga malam, setan tidak akan mendekati rumah tersebut.
10. Meniupkan ke Air dan Memercikkannya
Setiap selesai membaca satu surat atau ayat, tiupkan ke air yang telah disediakan dalam wadah bersih. Setelah semua bacaan selesai, percikkan air tersebut ke sudut-sudut ruangan, pintu masuk, dan area yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas.
Meniupkan ke air atau media lain dibolehkan, dan air tersebut dapat diminumkan, diusapkan, atau dipercikkan. Ustadz Husen Al Mubarok juga menganjurkan penggunaan media air untuk ruqyah mandiri.
11. Menutup dengan Doa dan Sujud Syukur Setelah selesai, tutup dengan doa kebaikan dan sujud syukur kepada Allah. Ketika ruqyah selesai, baik peruqyah maupun yang hadir dianjurkan melakukan sujud syukur. Jangan lupa untuk berdoa agar Allah senantiasa menjaga tempat kerja dan melancarkan rezeki yang halal.
12. Menjaga Istiqamah dan Kebersihan Spiritual
Ruqyah bukan amalan sekali jadi. Untuk menjaga tempat kerja tetap bersih dari energi negatif, biasakan membaca Al-Qur'an, zikir, dan doa perlindungan secara rutin. Meruqyah diri sendiri, keluarga, rumah, dan tempat kerja adalah amalan yang dibolehkan dalam syariat. Konsistensi dalam mengamalkan ruqyah syar'iyyah akan memberikan perlindungan yang berkelanjutan.
Doa Ruqyah Sesuai Tuntunan Syariat Islam yang Bisa Diamalkan
Selain bacaan di atas, berikut adalah doa-doa ruqyah yang diajarkan Rasulullah SAW dan dapat diamalkan untuk tempat kerja.
Hikmah Tata Cara Meruqyah Tempat Kerja
1. Melindungi Tempat Kerja dari Gangguan Jin dan Sihir
Ruqyah dengan Ayat Kursi dan Surah Al-Baqarah menciptakan benteng spiritual yang menghalau jin dan setan dari tempat kerja. Rasulullah SAW bersabda bahwa setan lari dari tempat yang dibacakan Surah Al-Baqarah. Dengan demikian, ruqyah menjadi perisai yang menjaga tempat kerja dari gangguan makhluk halus yang dapat menghambat kelancaran usaha.
2. Mendatangkan Keberkahan dan Kelancaran Rezeki
Pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an secara rutin mengundang keberkahan Allah yang dapat bermanifestasi dalam bentuk peningkatan rezeki, kemudahan usaha, dan terbukanya pintu-pintu rezeki yang halal. Tempat kerja yang dipenuhi bacaan Al-Qur'an akan menjadi magnet kebaikan bagi para pelanggan dan mitra bisnis.
3. Menciptakan Suasana Kerja yang Tenang dan Nyaman
Ruqyah syar'iyyah telah diteliti mampu menurunkan tingkat stres kerja. Sebuah studi pada pekerja perempuan sektor informal menunjukkan penurunan signifikan stres kerja setelah penerapan terapi ruqyah syar'iyyah. Tempat kerja yang bersih secara spiritual akan membuat karyawan merasa lebih betah, produktif, dan harmonis dalam menjalankan tugas.
4. Meningkatkan Ketakwaan dan Tawakkal kepada Allah
Meruqyah tempat kerja bukan sekadar ritual, tetapi juga ibadah yang menumbuhkan kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aktivitas bekerja. Pemilik usaha dan karyawan yang rutin membaca ayat ruqyah akan semakin dekat dengan Al-Qur'an, semakin tawakkal dalam mencari rezeki, dan semakin yakin bahwa segala urusan berada dalam genggaman Allah.
5. Menjauhkan Tempat Kerja dari Praktik Kesyirikan
Ruqyah syar'iyyah yang dilakukan sesuai tuntunan—dengan ayat Al-Qur'an, doa ma'tsur, dan keyakinan bahwa hanya Allah yang memberi pengaruh—secara otomatis menjauhkan tempat kerja dari jimat, azimat, sesajen, dan praktik mistik yang diharamkan. Ini menjaga kemurnian tauhid dalam berusaha dan memastikan bahwa rezeki yang diperoleh benar-benar halal dan berkah.
Pertanyaan Seputar Ruqyah Tempat Kerja
1. Apakah boleh meruqyah tempat kerja sendiri tanpa bantuan ustadz?
Sangat boleh. Ustadz Khalid Basalamah menegaskan bahwa meruqyah diri sendiri, keluarga, rumah, dan tempat kerja adalah amalan yang dibolehkan dalam syariat. Ruqyah pada dasarnya adalah bacaan Al-Qur'an dan doa yang tidak memerlukan keahlian khusus, asalkan memenuhi tiga syarat ruqyah syar'iyyah.
2. Apakah ruqyah tempat kerja harus menggunakan air?
Tidak harus. Ruqyah dapat dilakukan hanya dengan membaca ayat-ayat ruqyah di dalam tempat kerja. Namun, membaca ruqyah pada air lalu memercikkannya ke sudut-sudut ruangan adalah metode yang dibolehkan dan dipraktikkan oleh sebagian salaf, termasuk Imam Ahmad bin Hanbal, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Adab Asy-Syar'iyyah. Ustadz Husen Al Mubarok juga menganjurkan penggunaan media air untuk ruqyah mandiri.
3. Surah apa yang paling utama untuk meruqyah tempat kerja?
Surah yang paling utama adalah Surah Al-Baqarah secara lengkap, karena Rasulullah SAW bersabda bahwa setan lari dari tempat yang dibacakan Surah Al-Baqarah di dalamnya (HR. Muslim). Jika tidak mampu membaca satu surat penuh, maka Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan Al-Mu'awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) adalah bacaan-bacaan utama yang sangat dianjurkan.
4. Berapa kali sebaiknya ruqyah tempat kerja dilakukan?
Tidak ada batasan jumlah yang pasti. Ruqyah tempat kerja dapat dilakukan sekali, namun dianjurkan untuk mengulanginya secara rutin, misalnya seminggu sekali sebagai bentuk pencegahan. Jika tempat kerja sedang mengalami gangguan yang intensif, ruqyah dapat dilakukan setiap hari hingga kondisi membaik. Konsistensi dalam membaca Al-Qur'an di tempat kerja lebih penting daripada jumlah pengulangan yang banyak tetapi tidak berkelanjutan.
5. Apakah ruqyah tempat kerja bisa menghilangkan energi negatif secara permanen?
Ruqyah adalah ikhtiar spiritual yang hasilnya sepenuhnya bergantung pada izin Allah. Untuk menjaga tempat kerja tetap bersih dari energi negatif, ruqyah perlu diiringi dengan menjaga kebersihan fisik dan spiritual tempat kerja, menghindari praktik kesyirikan, serta membiasakan membaca Al-Qur'an dan zikir secara rutin. Dengan demikian, perlindungan yang diperoleh bersifat berkelanjutan, bukan sekali jadi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377022/original/021863400_1760072132-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__88_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4742930/original/018792300_1707900039-SriMul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519844/original/068556900_1772598514-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-04T112728.479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364599/original/046664900_1791011132-Desain_mushola_kecil_dalam_rumah_yang_sejuk_meski_tanpa_kipas_dan_bikin_ibadah_keluarganya_nyaman.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390037/original/073383500_1793781566-1001710929.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4939271/original/009049700_1725776064-Ilustrasi_orang_konsisten__percaya_diri__sukses.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389724/original/055670300_1793769548-IMG-20261104-WA0012.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389720/original/039610900_1793769114-Notes_261104_104652_509.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1369768/original/098603900_1476093234-Oknum_Polisi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309241/original/025113800_1785221451-IjX4VwGkAmwQdayZD99MHarMSZDjxkCEaKpl6kvy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389619/original/071817600_1793763682-site_1_image_870x_6aea90c8d9120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383867/original/086430500_1793106616-1000550805.jpg)