Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ditutup melemah 8 poin ke level 18.168 per dolar AS pada perdagangan Rabu (4/11/2026). Sebelumnya, mata uang Garuda sempat menguat 30 poin dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level 18.152 per dolar AS.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 8 poin. Sebelumnya sempat menguat 30 poin di level Rp 18.168 dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.152," kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Ibrahim menjelaskan, salah satu faktor utama penekan rupiah berasal dari fokus pasar yang tertuju pada hasil pemilihan umum (pemilu) paruh waktu di Amerika Serikat. Berdasarkan penghitungan suara sementara, Partai Demokrat resmi memenangkan Senat AS setelah meraih 51 kursi—batas minimal suara mayoritas—sementara Partai Republik mengantongi 39 kursi.
Advertisement
Selain pemilu AS, pasar terus memantau perkembangan upaya penghentian konflik AS-Israel dan Iran. Qatar dikabarkan terus meningkatkan upaya mediasi guna mencegah eskalasi serangan. Namun, seorang pejabat senior Iran mengungkapkan kepada Reuters bahwa Iran dan AS masih jauh dari kesepakatan damai.
"Seorang pejabat AS menyatakan Amerika Serikat telah melancarkan serangan yang bersifat 'defensif' di Pulau Qeshm, Iran, dengan menyasar rudal darat-ke-udara yang digunakan untuk melawan aset-aset AS. Pejabat lainnya menyebutkan bahwa serangan tersebut tampak terbatas dan tidak menandakan kembalinya operasi tempur berskala besar," ujar Ibrahim.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan kepada Financial Times bahwa pihaknya tidak memiliki rencana jangka pendek untuk menyerang Iran. Dari sisi data ekonomi, laporan ketenagakerjaan AS JOLTS Job Openings bulan September naik menjadi 7,523 juta—melebihi estimasi pasar sebesar 7,13 juta—sehingga makin memperkuat posisi dolar AS.
Â
Faktor Domestik Tekan Pergerakan Rupiah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
Dari dalam negeri, sentimen pelemahan rupiah dipicu oleh proyeksi pelaku pasar terkait perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tingginya suku bunga masih membebani biaya pinjaman, sementara tekanan harga kebutuhan pokok mulai mengikis daya beli masyarakat.
Di sisi lain, penyesuaian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjadi 5,4%-5,5% (dari perkiraan awal 5,6%-6%) turut menjadi perhatian serius pelaku pasar.
"Kondisi tersebut berpotensi membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk saham dan rupiah. Pasar akan mencermati apakah perlambatan ekonomi hanya bersifat sementara atau mulai menunjukkan pelemahan daya beli, konsumsi masyarakat, dan investasi," jelas Ibrahim.
Pada saat bersamaan, eskalasi ketegangan politik dalam negeri memuncak usai Bareskrim Polri menetapkan tiga perwira tinggi sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat negara. Salah satu sosok yang terseret adalah mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
"Perkembangan kasus ini berpotensi meningkatkan ketidakpastian politik dan membuat investor lebih berhati-hati. Pasar akan mencermati stabilitas pemerintahan, soliditas institusi keamanan, serta kepastian penegakan hukum. Jika mengganggu kepercayaan terhadap pemerintahan, risiko keluarnya dana asing (capital outflow) dari pasar keuangan Indonesia dapat meningkat," pungkas Ibrahim.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377022/original/021863400_1760072132-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__88_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4742930/original/018792300_1707900039-SriMul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519844/original/068556900_1772598514-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-04T112728.479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579576/original/026720500_1778057267-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331357/original/032414900_1787539603-sho2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331356/original/099301900_1787539602-sho3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2970772/original/032944800_1574070739-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282581/original/072799000_1672910732-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389292/original/015950800_1793703265-bank_indonesia.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)