Pasar Pakistan Jadi Andalan Ekspor Sawit Indonesia

Hubungan ekonomi Indonesia-Pakistan diperkuat melalui ekspor sawit.

Diterbitkan 04 November 2026, 16:00 WIB
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Islamabad - Pakistan menjadi salah satu mitra penting dalam pengembangan ekspor minyak sawit Indonesia. Peran perusahaan importir Pakistan, MAPAK Edible Oils Private Limited, dalam menjalin kemitraan perdagangan dengan Indonesia mendapat apresiasi melalui penghargaan Primaduta Award 2026.

Penghargaan kategori Importir Produk Halal tersebut diserahkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi kepada MAPAK dalam jamuan makan malam di KJRI Karachi, Selasa (3/11/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Konsul Jenderal RI Karachi, Mudzakir, kepada CEO MAPAK, Abdul Rasheed JanMohammad.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 2002 Tahun 2026, MAPAK menerima penghargaan kategori Importir Produk Halal atas konsistensinya menjalin kemitraan perdagangan dengan Indonesia.

Dalam sambutannya, Mudzakir mengapresiasi kontribusi MAPAK sekaligus menekankan pentingnya kepercayaan dan kemitraan jangka panjang dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Dia mencontohkan perdagangan minyak sawit sebagai bentuk kerja sama yang saling melengkapi antara Indonesia dan Pakistan. Pasokan minyak sawit dari Indonesia menjadi bahan baku penting bagi industri pengolahan minyak nabati dan produk turunannya di Pakistan.

Kerja sama tersebut tidak hanya mendukung ketersediaan bahan baku industri, tetapi juga berkontribusi terhadap manufaktur lokal, penciptaan nilai tambah, lapangan kerja, serta peningkatan daya saing industri Pakistan.

Selain memperkuat perdagangan minyak sawit, Mudzakir juga menyoroti peluang peningkatan hubungan bisnis kedua negara melalui Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Lebih dari 20 perusahaan dari Provinsi Sindh yang difasilitasi KJRI Karachi berhasil menandatangani 14 nota kesepahaman dan Letter of Intent (LoI), dengan nilai potensi kerja sama mencapai US$ 9,4 juta.

Menurut Mudzakir, keberhasilan kerja sama perdagangan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan. Hal yang lebih penting adalah memastikan berbagai kesepakatan tersebut ditindaklanjuti menjadi transaksi, investasi, dan kemitraan yang berkelanjutan.

Indonesia juga membuka peluang lebih luas bagi produk Pakistan untuk memasuki pasar domestik. Kerja sama industri dan pembentukan usaha patungan turut menjadi peluang yang dapat dikembangkan untuk mendorong perdagangan dua arah yang lebih berimbang dan saling menguntungkan.

Jamuan penyerahan penghargaan tersebut turut dihadiri sejumlah pengusaha dan tokoh bisnis Pakistan. Suasana acara juga dimeriahkan penampilan Tari Saman oleh mahasiswa Indonesia di Karachi sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dalam suasana persahabatan kedua negara.

Â