Disokong Manufaktur, PDB Per Kapita Vietnam Bakal Salip Indonesia

PDB per kapita Vietnam diproyeksikan salip Indonesia pada 2026. Meski begitu, nilai PDB keseluruhan Indonesia masih tiga kali lipat lebih besar.

Diterbitkan 04 November 2026, 20:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Vietnam diproyeksikan bakal melampaui Indonesia dalam hal Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita pada 2026. Berdasarkan proyeksi terbaru dari Dana Moneter Internasional (IMF), PDB per kapita Vietnam diperkirakan melonjak 8,9% menjadi US$ 5.259 atau sekitar Rp 95,5 juta (asumsi kurs Rp 18.160 per dolar AS).

Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan PDB per kapita Indonesia yang diproyeksikan berada di angka US$ 5.153 atau sekitar Rp 93,5 juta pada tahun yang sama.

"Vietnam semakin menjadi kontributor penting bagi ekspansi manufaktur dan diversifikasi rantai pasok (supply chain) di kawasan Asia Tenggara," ujar kepala lembaga riset VietKnow yang berbasis di Hanoi, Ha Hoang Hop, dikutip dari South China Morning Post, Rabu (4/11/2026).

Dengan capaian tersebut, Vietnam diperkirakan menempati peringkat kelima di antara negara-negara anggota ASEAN berdasarkan PDB per kapita—berada di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand. Nilai PDB per kapita Vietnam ini melesat hampir dua kali lipat dibanding dekade sebelumnya.

Kendati demikian, Ha mengingatkan bahwa keunggulan PDB per kapita Vietnam atas Indonesia masih tergolong tipis dan berpotensi berubah. Menurutnya, ukuran PDB per kapita dalam denominasi dolar AS tidak hanya mencerminkan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh laju inflasi serta pergerakan nilai tukar mata uang.

"Perubahan nilai tukar nominal dapat membalikkan posisi peringkat dolar AS, sementara konvergensi yang berkelanjutan tetap memerlukan peningkatan produktivitas, keterampilan tenaga kerja, serta penguasaan teknologi yang lebih kuat," terangnya.

Laju pertumbuhan ekonomi Vietnam selama ini disokong oleh keunggulan industri manufaktur berorientasi ekspor, derasnya arus investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) di sektor elektronik dan industri bernilai tambah tinggi, serta masifnya pembangunan infrastruktur publik.

 

Tumbuh Pesat, Vietnam Bidik Posisi Thailand

Ekonomi Vietnam mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 9,95% pada kuartal III 2026 secara tahunan (year-on-year). Capaian tersebut menjadi laju pertumbuhan kuartalan tercepat di negara itu sejak era pandemi Covid-19, yang digerakkan oleh tingginya kinerja ekspor serta belanja infrastruktur sepanjang periode Juli hingga September.

Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di kisaran 5%. Meski PDB per kapita terbalap, Indonesia masih memegang predikat sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Total PDB nominal Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 1,48 triliun atau sekitar Rp 26.878 triliun pada 2026—hampir tiga kali lipat dibanding PDB Vietnam yang diperkirakan sebesar US$ 542 miliar (sekitar Rp 9.843 triliun).

Ke depan, Pemerintah Vietnam menargetkan peningkatan PDB per kapita hingga menyentuh US$ 8.500 (sekitar Rp 154,3 juta) pada 2030, demi mendekati posisi Thailand saat ini. Namun, Ha menilai target tersebut masih merupakan potensi jangka menengah yang penuh tantangan.

Konsultan ekonomi yang juga mantan penasihat senior Bank Dunia untuk Vietnam, Raymond Mallon, menilai Vietnam masih membutuhkan waktu ekstra untuk mengejar Thailand. Apabila ekonomi Thailand tumbuh konstan di kisaran 2%-3% dan Vietnam mampu mempertahankan laju 8%, Vietnam diprediksi baru sanggup menyalip Thailand pada pertengahan dekade 2030-an.

Adapun kalkulasi IMF memperkirakan keunggulan tipis PDB per kapita Vietnam atas Indonesia bakal bertahan setidaknya hingga 2027, di mana PDB per kapita Vietnam diproyeksikan menyentuh US$ 5.659 (Rp 102,7 juta) sedangkan Indonesia di kisaran US$ 5.550 (Rp 100,7 juta).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6