Liputan6.com, Jakarta - Selama hampir 15 tahun terakhir, para ilmuwan berupaya mengintegrasikan teknologi ponsel ke dalam pakaian. Salah satu tonggak awalnya terjadi pada 2017 ketika Levi’s berkolaborasi dengan Google meluncurkan smart jacket Jacquard.
Meskipun tampak seperti jaket denim biasa, mansetnya disematkan sensor sentuh dan haptic feedback untuk mengontrol musik atau menerima notifikasi dan panggilan tanpa harus melihat layar ponsel.
Dilansir Popular Science, Minggu (1/11/2026), sistem input Jacquard relatif sederhana membuat kegunaannya sangat terbatas, hingga akhirnya Google menghentikan proyek tersebut pada 2023.
Advertisement
Agar pakaian pintar benar-benar bisa menggantikan fungsi ponsel, pakaian itu harus mampu berfungsi sebagai sebuah layar.
Tantangan ini berhasil dijawab oleh tim dari National University of Singapore (NUS) College of Design and Engineering dengan menciptakan layar sentuh pertama di dunia yang terintegrasi ke dalam kain.
Mereka berhasil mewujudkannya berkat serat digital fleksibel yang terdiri dari 54 serat elektronik, berfungsi layaknya piksel gambar digital.
Proses Pembuatan
Serat ini ditenun ke bagian lengan baju, menciptakan area seluas 6,6 x 4,3 inci yang dapat berfungsi layaknya layar sentuh pada lengan bawah pengguna.
Dalam pengujian, kemeja yang terhubung ke ponsel ini mampu digunakan untuk menelusuri foto, memutar video berkecepatan 30 fps (meski belum mendukung kualitas kelas atas), hingga menjalankan aplikasi kalkulator melalui koneksi Bluetooth.
Selain itu, tim peneliti juga dapat mengetuk pakaian untuk memeriksa notifikasi serta menggunakan koneksi Bluetooth untuk memberikan perintah suara.
Membuat serat digital bukanlah proses yang mudah. Tim peneliti harus mengembangkan metode khusus untuk menciptakan titik-titik koneksi di sepanjang kawat kecil ber-isolasi mikro.
Mereka menggunakan bantuan sinar laser untuk mengarahkan cairan solder cair—teknik yang biasa dipakai dalam pembuatan papan sirkuit—sehingga logam cair hanya merekat pada titik-titik presisi.
Hasilnya adalah benang berlapis setebal satu milimeter yang mengintegrasikan lebih dari 5.000 cip dan 20.000 komponen listrik. Layar ini mendukung kedalaman warna 8-bit, memberikan visual mirip permainan game arkade era 1980-an hingga 1990-an.
Advertisement
Performa Baju Touchscreen
Meskipun performa masih serupa dengan ponsel pintar generasi awal, seperti pemutaran video yang sedikit tersendat saat audio disinkronkan.
Selain itu juga belum sepenuhnya dijelaskan bagaimana metode pengisian daya-nya serta seberapa lama perangkat ini dapat beroperasi sebelum dicas.
Terlepas dari keterbatasan tersebut, pakaian pintar ini diklaim memiliki tingkat sirkulasi udara yang setara dengan denim atau katun tebal, sehingga tidak terasa kaku saat dikenakan.
Tetap Berfungsi Meski Dicuci 50 Kali
Untuk menguji ketahanannya, tim peneliti memasukkan kemeja tersebut ke dalam mesin cuci hingga 50 siklus pencucian. Hasilnya, layar dan sensor sentuhnya tetap berfungsi dengan baik tanpa mengalami kerusakan.
Ke depannya, teknologi ini berpotensi membantu mengalihkan pandangan orang dari layar ponsel sekaligus sebagai pemantauan kesehatan pribadi secara real-time dengan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sementara itu, perangkat tersebut dinilai hanya menjawab sebagian dari masalah peralihan ponsel. Terlebih, pakaian pintar perlu dijahit oleh yang lebih ahli agar hasilnya dapat menyerupai ponsel pintar saat ini.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4317287/original/096271600_1675837478-parker-burchfield-tvG4WvjgsEY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1455704/original/038756700_1483449761-Pengobatan-Tifus-dengan-Kapsul-Cacing.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5690178/original/084981600_1778565670-wsw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3083592/original/067902700_1584951285-areca-tree-4754234_1920.jpg)