Prabowo Beri Taklimat ke Ratusan Anggota KADIN di Hambalang

Prabowo memberikan arahan sekaligus mendengarkan laporan dunia usaha mengenai perkembangan investasi dan kontribusi sektor swasta.

Diterbitkan 01 November 2026, 06:36 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada sekitar 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan 250 anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dari seluruh Indonesia.

Pemberian taklimat digelar di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu, 31 Oktober 2026 sore.

Dalam acara tersebut, Prabowo memberikan arahan sekaligus mendengarkan laporan dunia usaha mengenai perkembangan investasi dan kontribusi sektor swasta dalam mendukung pembangunan nasional.

Ketua Umum KADIN Anindya Bakrie menyampaikan sejumlah hasil Rapimnas Kadin tahun 2026. Salah satunya, soal investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai mencapai hampir Rp 2.000 triliun.

"Investasi PMDN mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pengusaha terhadap ekonomi nasional," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan laporan yang disampaikan Ketua Umum KADIN, dikutip dari keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Selain itu, KADIN juga melaporkan soal perkembangan investasi domestik. Temasuk keterlibatan pengusaha kelas menengah, turut memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, KADIN menyampaikan komitmen dunia usaha mendukung industri pengembangan industri masa depan. Mulai dari, kendaraan listrik hingga energi terbarukan.

"Dunia usaha berkomitmen mendukung pengembangan industri masa depan, seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal," jelas Teddy.

Sementara itu, Anggota KADIN James Riyadi, menyampaikan bahwa Prabowo memiliki perhatian besar terhadap pembangunan manusia sebagai fondasi bagi kemajuan bangsa.

Dia mengatakan pembangunan SDM, khususnya dalam membentuk karakter dan kapasitas kepemimpinan, merupakan salah satu faktor penting bagi suatu negara untuk menjadi bangsa yang besar.

"Hari ini pimpinan dunia usaha melihat seseorang Presiden yang luar biasa. Dia mencurahkan hati dia itu untuk pendidikan, untuk pembangunan manusia. Dia menceritakan betapa tidak ada bangsa yang besar itu yang tidak terkait dengan pembangunan manusia, khususnya pemimpin-pemimpin itu yang punya karakter dan dia menceritakan ini semua dengan satu hati yang luar biasa, tulus, tapi dia ingin supaya Indonesia ini negara yang maju, negara yang dihormati oleh semua," ujar James dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.

Selain itu, dia mengapresiasi upaya Prabowo dalam membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda, termasuk mereka yang berasal dari kelompok masyarakat tertinggal, untuk berkembang melalui sistem meritokrasi.

James menilai, P3MDI menjadi salah satu wujud visi Presiden Prabowo dalam menyiapkan calon pemimpin Indonesia melalui proses seleksi dan pembinaan yang terarah.

"Ini visi beliau, dia punya visi dan dia punya perut (keberanian) untuk menjalankan visi itu menjadi nyata. Jadi kita tidak ada jalan lain, kita harus mendukung karena mereka ini 300 sekian anak-anak muda ini sudah S1, sudah pengalaman 1-2 tahun dan akan dilatih secara intensif selama 9 bulan. Dengan perhatian-perhatian dan juga dengan screening process sehingga saya yakin ini lihat muka mereka, wajah mereka, mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin yang akan datang," ungkapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6