Kadin Dorong Pengusaha Tingkatkan Ekspor dan Investasi Demi Pertumbuhan Ekonomi

Kadin Indonesia mendorong dunia usaha memperkuat ekspor dan investasi guna menjaga stabilitas serta daya saing ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Diterbitkan 22 Oktober 2026, 20:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong dunia usaha memperkuat kinerja ekspor dan investasi guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global. Langkah ini menjadi salah satu pilar pembahasan utama dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Oktober 2026.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengimbau para pelaku usaha untuk kembali memperkuat fundamental ekonomi. Strategi ini diperlukan agar dunia usaha tidak sekadar bertahan menghadapi ketidakpastian, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing di tengah ketegangan geopolitik, perubahan iklim, hingga kenaikan biaya hidup.

"Pada saat ini semua kita minta tetap tenang, tetap fokus. Intinya, kalau dilihat dari berbagai indikator, kita harus menjaga dua hal, yaitu stabilitas dan pertumbuhan," ujar Anindya dalam konferensi pers Rapimnas Kadin 2026 di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Ia menilai fondasi ekonomi nasional saat ini masih tergolong solid, dengan pertumbuhan berada di kisaran 5,6 persen dan berpotensi naik hingga 6 persen ke depan. Namun, momentum positif ini membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta.

Menurut Anindya, peningkatan daya saing usaha harus diimbangi dengan efisiensi biaya operasional dan optimalisasi pendapatan. Di sisi lain, pemerintah diharapkan menghadirkan stimulus kebijakan yang pro-bisnis serta mampu menopang konsumsi domestik.

 

Beban Kelas Menengah

Ia secara khusus menyoroti tekanan ekonomi yang membebani kelompok kelas menengah. Padahal, konsumsi dalam negeri merupakan mesin utama penggerak perekonomian. Oleh sebab itu, daya beli masyarakat perlu dipastikan tetap terjaga agar aktivitas perdagangan dan produksi tidak melemah.

Dalam Rapimnas mendatang, Kadin memfokuskan pembahasan pada dua agenda utama, yakni penggenjotan ekspor serta penguatan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional demi menarik arus investasi, termasuk melalui pasar modal.

Anindya meminta pelaku bisnis memanfaatkan peluang pasar global dengan memperbesar penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Ia mencontohkan jenama global seperti Tesla dan Marvel, hingga merek lokal macam Wardah dan Kopiko, sebagai bukti potensi besar produk Indonesia.

"Kita tinggal fokus meningkatkan komponennya dan menjual lebih banyak ke luar negeri. Kalau ekspor tidak bisa ditingkatkan, kita harus menambah kekuatan," jelasnya.

 

Pentingnya UMKM

Selain pasar global, Kadin terus mengampanyekan penggunaan produk dalam negeri yang diimbangi dengan peningkatan kinerja operasional perusahaan secara berkelanjutan.

Anindya juga kembali menekankan krusialnya sokongan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terbukti menjadi tulang punggung saat krisis 1998. UMKM kini memerlukan pendanaan dan akses teknologi agar mampu menghadapi disrupsi digital serta memperluas jangkauan pasar.

Berbagai aspirasi dari para pelaku usaha daerah akan dirangkum dalam Rapimnas untuk menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah. Seluruh langkah strategis ini ditujukan untuk mencapai sasaran jangka panjang, yakni membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6