Spesies Katak Baru Ditemukan di Hutan Amazon

Seperti apa katak yang baru ditemukan di hutan Amazon ini?

Diterbitkan 22 September 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Brasilia - Para ilmuwan sudah mengidentifikasi katak yang sebelumnya belum diketahui, yang hidup di hutan-hutan dengan banjir musiman di wilayah barat Amazon. Spesies bernama Adenomera varcena ini menambah bukti bahwa keanekaragaman hayati Amazon jauh lebih kaya dari yang terlihat.

Dikutip dari Science Daily, Sabtu (19/9/2026), penemuan ini menyoroti pentingnya keanekaragaman kriptik, di mana hewan yang terlihat hampir identik sebenarnya bisa masuk ke dalam spesies berbeda. Para peneliti mengidentifikasi katak baru ini dengan menggabungkan beberapa bukti, termasuk DNA dan suaranya yang khas.

Penelitian ini terbit di jurnal Ichthyology & Herpetology. Tim peneliti tersebut terdiri dari profesor di Sao Paulo State University (UNESP), Celio F. B. Haddad dan profesor di Federal University of Minas Gerais (UFMG), Thiago R. Carvalho. Keduanya adalah bagian dari Pusat Penelitian Dinamika Keanekaragaman Hayati dan Perubahan Iklim (CBioClima), sebuah pusat Penelitian, Inovasi, dan Diseminasi (RIDC) yang FAPESP biayai.

Penemuan ini berawal dari ekspedisi lapangan di wilayah Sungai Jurua Hulu, Acre bagian barat. Para ilmuwan melakukan survei kepada fragmen-fragmen hutan di dekat Sungai Moa dan Croa, tidak jauh dari Cruzeiro do Sul.

Untuk memastikan bahwa katak tersebut adalah spesies baru membutuhkan lebih dari hanya mengamati penampilannya. Tim peneliti membandingkan data DNA, rekaman dari suaranya, bentuk tubuh (morfologi), informasi habitat, dan spesimen yang diawetkan dalam koleksi ilmiah.

Nama "varcena" merujuk pada hutan daratan banjir Amazon, yaitu ekosistem yang tergenang air pada periode-periode tertentu dalam satu tahun. Ini adalah lingkungan tempat mereka menemukan katak baru ini.

Habitatnya sangat menarik perhatian karena spesies-spesies dari genus Adenomera biasanya ditemukan di hutan dataran kering. Karena itu, penemuan Adenomera varcena di hutan yang tergenang secara musiman ini mengungkapkan hubungan habitat yang sebelumnya tidak diketahui untuk genus tersebut

 

Memiliki Ciri-ciri Unik

Walaupun Adenomera varcena sangat mirip dengan katak-katak yang masih kerabatnya, para peneliti menemukan ciri-ciri fisik dan akustik yang membedakannya. Salah satu perbedaan yang menonjol adalah tidak adanya bintik gelap di bagian bawah lengan depannya.

Suara saat kawin juga memiliki ciri khas yang unik. Katak ini mengeluarkan suara pendek dengan irama lambat bersama karakteristik akustik spesifik lainnya yang membantu para peneliti membedakannya dari spesies yang masih kerabat dekatnya.

Penemuan ini juga menjadi contoh lain tentang betapa besarnya keanekaragaman hayati yang Amazon miliki dan belum terdokumentasi, terutama di kalangan hewan yang secara fisik hampir terlihat identik. Variasi tersembunyi ini dikenal sebagai keanekaragaman kriptik.

Para peneliti juga menemukan bukti banyaknya keturunan Adenomera yang masih belum secara resmi dideskripsikan secara resmi. Ini menunjukkan bahwa para ilmuwan masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memahami bagaimana amfibi-amfibi ini mengalami diversifikasi di seluruh wilayah Amazon.

Para ilmuwan ini belum cukup tahu tentang ekologi dan sejarah kehidupan dari Adenomera varcena untuk menentukan bagaimana perubahan lingkungan bisa memengaruhi mereka.

"Karena kita belum tahu lebih rinci kebutuhan ekologis spesies tersebut dan sejarah alamnya (periode dan cara reproduksi), sulit untuk memprediksi dampak perubahan iklim, yang mungkin mengubah pola banjir musiman pada ekosistem hutan daratan banjir di wilayah Amazon ini," tutur Carvalho

"Karena spesies ini memiliki preferensi terhadap ekosistem tertentu ini, bisa disimpulkan bahwa perubahan-perubahan dalam dinamika banjir tersebut mungkin memengaruhi, meskipun kita belum tahu sejauh mana, perilaku reproduksi spesies tersebut. Dalam skenario hilangnya kawasan alam yang semakin cepat, deskripsi resmi suatu spesies baru menegaskan besarnya upaya yang masih harus kita lakukan untuk memajukan penelitian tentang keanekaragaman hayati kita. Suatu spesies mungkin sudah punah secara lokal bahkan sebelum secara resmi diakui sebagai spesies lewat penamaan dan deskripsinya."

 

Potensi Dampak Ekosistem

Karena katak ini terpantau lebih menyukai ekosistem dataran banjir ini, perubahan dalam waktu atau luas banjir musiman berpotensi memengaruhi reproduksinya. Namun, para peneliti belum mengetahui seberapa besar dampak tersebut.

Haddad mencatat bahwa spesies amfibi baru masih terus ditemukan secara rutin, tapi para ilmuwan menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mendokumentasikan keanekaragaman hayati Brasil bersamaan dengan terus hilangnya habitat alami.

"Saat ini, kerusakan ekosistem melampaui kemampuan penelitian taksonomi untuk mengimbanginya. Akibatnya, spesies yang belum dideskripsikan tidak masuk ke dalam daftar fauna yang terancam punah dan tetap rentan secara hukum dan lingkungan. Maka, mendeskripsikan spesies baru bisa menjadi cara untuk membantu pelestariannya. Selain itu, memperdalam pengetahuan kita tentang keanekaragaman hayati yang sesungguhnya bisa memperluas pemahaman kita tentang evolusi organisme. Hal ini memperkuat salah satu pilar penting baik untuk ilmu murni maupun strategi konservasi," ujarnya

Mengidentifikasi spesies secara resmi bisa memberikan dampak praktis untuk upaya konservasi. Hewan-hewan yang belum diakui secara ilmiah mungkin tidak tercantum dalam daftar spesies terancam punah, kebijakan lingkungan, dan penilaian risiko kepunahan.

Identifikasi Adenomera memperluas pengetahuan ilmiah tentang amfibi Neotropis sekaligus menggambarkan mengapa taksonomi penting untuk konservasi. Spesies langka dan spesies yang hanya ditemukan di lingkungan yang sangat spesifik bisa dengan mudah terlewatkan jika belum dideskripsikan secara resmi.

Proyek ini mempertemukan para peneliti dari berbagai lembaga di Brasil dan internasional, termasuk UFMG, UNESP, University of Sao Paulo (USP), Universitas Uberlandia (UFU), dan Universitas Ekuador (PUCE-Quito).

Â