Israel Ancam Serangan Lanjutan ke Hizbullah setelah Ledakkan Jaringan Terowongan

Israel mengatakan jaringan terowongan Hizbullah yang diledakkannya dibangun selama dua dekade dengan bantuan Iran.

Diterbitkan 12 September 2026, 17:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Israel pada Jumat (11/9/2026) menyatakan siap kembali menyerang Hizbullah setelah menghancurkan jaringan terowongan yang dibangun kelompok dukungan Iran itu di Lebanon selatan dengan ledakan besar.

"Kami siap melanjutkan operasi, terus menyerang Hizbullah dan lokasi-lokasi lainnya," kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam sebuah pesan video seperti dilaporkan CNA.

Pada Kamis (10/9) malam, Israel meledakkan jaringan terowongan luas di bawah kawasan perbukitan strategis Ali al-Taher. Menurut Israel, Hizbullah menggunakan jaringan itu sebagai pusat komando dan tempat tinggal, serta untuk menyimpan senjata yang digunakan menyerang Israel utara dan pasukan Israel yang menyerbu Lebanon.

Ledakan tersebut menimbulkan bola api besar yang terlihat di kawasan itu. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat getarannya setara dengan gempa bermagnitudo 4,1.

Ledakan itu terjadi sepekan setelah pasukan Israel menyatakan telah merebut dataran tinggi strategis di kawasan tersebut, seiring upaya mereka memperkuat kendali atas "zona keamanan" di Lebanon selatan.

"Kami berjanji melindungi warga di utara, dan janji itu telah kami tepati," tutur Katz dalam pesannya yang disampaikan menjelang Tahun Baru Yahudi dan beberapa pekan sebelum pemilu yang diperkirakan berlangsung ketat.

"Sekarang ada zona keamanan yang kuat, bahkan lebih kuat dari sebelumnya, yang melindungi permukiman dari serangan dan tembakan langsung, sekaligus memungkinkan kami mempertahankan kendali dan mengancam Hizbullah hingga jauh ke dalam wilayah tersebut."

Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir, dalam pesan video yang dirilis militer pada Jumat, mengatakan "setiap serangan terhadap permukiman di Israel utara atau pasukan IDF yang melindunginya akan dibalas dengan segera dan keras".

Zamir menyinggung pembicaraan antara Israel dan Lebanon mengenai kemungkinan pengerahan tentara Lebanon ke sejumlah wilayah di Lebanon selatan. Menurut dia, tentara Lebanon "harus menunjukkan efektivitasnya di lapangan".

"Jika tidak, pelaksanaan kesepakatan yang ditandatangani antara pemerintah Israel dan Lebanon tidak akan bisa dilanjutkan," tegasnya.

Israel dan Amerika Serikat (AS) menyerang Iran pada akhir Februari, yang memicu perang di Timur Tengah.

Hizbullah didirikan untuk melawan pendudukan Israel di Lebanon selatan yang dimulai pada 1982. Kelompok itu kemudian membawa Lebanon masuk ke konflik yang lebih luas setelah menembakkan roket ke Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran.

Otoritas Lebanon mengatakan operasi militer Israel di negara itu telah menewaskan lebih dari 4.300 orang sejak Maret.

Militer Israel mengatakan jaringan terowongan Ali al-Taher membentang lebih dari dua kilometer. Di dalamnya terdapat puluhan roket, rudal, dan drone buatan Iran, serta berbagai jenis senjata lainnya.

Punggungan Ali al-Taher berada di tepi kawasan yang disebut Israel sebagai zona keamanan, hanya beberapa kilometer dari Kastel Beaufort yang masuk dalam daftar UNESCO. Kastel tersebut merupakan lokasi strategis lain yang direbut Israel dalam beberapa bulan terakhir.