Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Mulk ayat 1-5 beserta arti dan kandungannya menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana Al-Qur’an menggambarkan kekuasaan Allah, tujuan hidup manusia, serta keteraturan alam semesta. Surah ini dibuka dengan pernyataan yang menegaskan kemahakuasaan Allah: “Tabārakal-ladhī biyadihil-mulk, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.”
Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, kata Al-Mulk berkaitan dengan kepemilikan sekaligus kekuasaan yang sempurna. Allah adalah pemilik seluruh kerajaan juga Pengatur segala sesuatu dengan ilmu, hikmah, dan keadilan.
Surah Al-Mulk termasuk surah Makkiyah dan terdiri atas 30 ayat. Nama Al-Mulk diambil dari kata al-mulk yang terdapat pada ayat pertama. Surah ini juga dikenal dengan nama Tabārak.
Advertisement
Dalam kajian ulumul Qur’an, Al-Suyuti melalui Al-Itqan fi Ulum Al-Qur’an menjelaskan berbagai aspek penting dalam memahami Al-Qur’an, termasuk pendekatan yang memadukan riwayat dan pemahaman. Memahami Surah Al-Mulk ayat 1-5 tidak cukup hanya dengan membaca terjemahannya.
Makna setiap ayat juga perlu dilihat dari pilihan kata, hubungan antarayat, serta pesan yang hendak disampaikan kepada manusia, sebagaimana dijelaskan oleh Ai Syaripah dan Asep Amar Permana dalam jurnal Hanifiya menunjukkan bahwa metode tafsir tahlili dalam Tafsir al-Maraghi.
M. Uqiyanus Mar’iy dan sejumlah peneliti dalam jurnal QOSIM menunjukkan bahwa penafsiran dalam Tafsir Al-Misbah dapat menghubungkan pembahasan mengenai kekuasaan Allah dengan ketahanan psikologis serta tanggung jawab moral manusia.
Surat Al-Mulk Ayat 1-5: Arab, Latin, dan Arti
Ayat 1
Arab: تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Tabārakal-ladhī biyadihil-mulk, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Arti: “Mahasuci Allah yang di tangan-Nya segala kekuasaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Ayat 2
Arab: الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Latin: Alladhī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā, wa huwal-‘azīzul-ghafūr.
Arti: “Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.”
Ayat 3
Arab: الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِن تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ
Latin: Alladhī khalaqa sab‘a samāwātin ṭibāqā, mā tarā fī khalqir-Raḥmāni min tafāwut, farji‘il-baṣara hal tarā min fuṭūr.
Arti: “Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?”
Ayat 4
Arab: ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ
Latin: Thummarji‘il-baṣara karrataini yanqalib ilaikal-baṣaru khāsi’aw wa huwa ḥasīr.
Arti: “Kemudian lihatlah sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat, dan ia dalam keadaan letih.”
Ayat 5
Arab: وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِّلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Latin: Wa laqad zayyannas-samā’ad-dun-yā bi maṣābīḥa wa ja‘alnāhā rujūmal lisy-syayāṭīn, wa a‘tadnā lahum ‘adhābas-sa‘īr.
Arti: “Dan sungguh, Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu sebagai alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.”
Kandungan Surat Al-Mulk Ayat 1-5
1. Allah Maha Berkuasa dan Pemilik Mutlak Kerajaan
Ayat pertama menegaskan bahwa segala kekuasaan berada di tangan Allah. Kata al-mulk mencakup kerajaan, kepemilikan, otoritas, dan pengaturan. Tidak ada satu pun urusan yang keluar dari pengetahuan dan ketetapan-Nya.
M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa kata tabāraka menunjukkan keberkahan dan keagungan yang tidak terbatas. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
2. Kematian dan Kehidupan sebagai Ujian Kualitas Amal
Ayat kedua menyatakan bahwa Allah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji manusia: siapa yang paling baik amalnya. Bukan “paling banyak amalnya”, tetapi aḥsanu ‘amalā.
Al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi menegaskan bahwa hidup dan mati adalah bukti kekuasaan Allah sekaligus ruang ujian. Kualitas amal ditentukan oleh niat, cara, kebenaran, dan manfaatnya. Allah bersifat al-‘azīz dan al-ghafūr, Mahaperkasa sekaligus Maha Pengampun.
3. Penciptaan Tujuh Langit Berlapis Tanpa Cacat
Ayat ketiga menjelaskan penciptaan tujuh langit secara ṭibāqā, berlapis-lapis. Tidak ada ketidakseimbangan atau cacat dalam ciptaan Allah. Al-Maraghi menuturkan bahwa langit diciptakan kokoh tanpa tiang dan penopang, dengan keistimewaan yang menunjukkan kesempurnaan Penciptanya.
Quraish Shihab menambahkan bahwa penyebutan al-Raḥmān menegaskan bahwa keteraturan alam merupakan bentuk rahmat bagi seluruh makhluk.
4. Perintah Mengamati dan Merenungkan Ciptaan
Ayat ketiga dan keempat memerintahkan manusia untuk melihat langit berulang kali. Perintah ini bukan sekadar aktivitas indrawi, melainkan ajakan berpikir, meneliti, dan merenung. Jika manusia mengamati dengan jujur, pandangannya akan kembali dengan lemah karena tidak menemukan cacat. Ini menunjukkan keterbatasan manusia di hadapan keluasan ciptaan Allah.
5. Bintang sebagai Hiasan, Pelempar Setan, dan Peringatan Azab
Ayat kelima menyebut bintang-bintang sebagai maṣābīḥ atau lampu yang menghiasi langit dunia. Bintang juga dijadikan rujūm bagi setan, serta menjadi peringatan tentang azab sa‘īr bagi mereka yang menolak kebenaran.
Al-Maraghi menjelaskan bahwa bintang memiliki fungsi sebagai hiasan, petunjuk arah, dan tanda kekuasaan Allah. Quraish Shihab menekankan bahwa ayat ini mengarahkan manusia pada rasa kagum, syukur, dan tanggung jawab.
Tafsir Surat Al-Mulk Ayat 1-5
M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa Surah Al-Mulk dibuka dengan deklarasi kekuasaan Allah. Kata al-mulk menunjukkan kepemilikan dan penguasaan yang sempurna. Allah tidak hanya memiliki, tetapi juga mengatur. Pada ayat kedua, Quraish Shihab menegaskan bahwa tujuan penciptaan kematian dan kehidupan adalah untuk menampakkan kualitas amal manusia dalam kenyataan.
Kematian disebut lebih dahulu karena manusia pada awalnya tidak ada, lalu diberi kehidupan, dan akhirnya kembali kepada kematian. Penilaian Allah bukan pada banyaknya perbuatan, tetapi pada kualitas niat, cara, dan manfaatnya.
Pada ayat ketiga, Quraish Shihab menjelaskan bahwa langit diciptakan berlapis-lapis, serasi, dan seimbang. Perintah melihat kembali menunjukkan bahwa manusia didorong mengamati ciptaan secara teliti.
Pada ayat keempat, pandangan manusia akan kembali dalam keadaan lemah karena tidak menemukan kerusakan. Pada ayat kelima, bintang-bintang diibaratkan lampu yang menghiasi langit dan memiliki fungsi terhadap setan.
Quraish Shihab menekankan bahwa ayat-ayat ini membangun kesadaran teologis, intelektual, dan ekologis: mengenal Allah, menggunakan akal, dan menjaga keseimbangan alam.
Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi juz 29 menafsirkan Surah Al-Mulk ayat 1-5 secara runtut. Ia menjelaskan bahwa surah ini Makkiyah, terdiri atas 30 ayat, dan turun setelah Surah At-Tur. Ayat pertama menegaskan keagungan Allah sebagai Penguasa dunia dan akhirat.
Tidak ada yang dapat menghalangi, mencegah, atau menyaingi kekuasaan-Nya. Ayat kedua menjelaskan bahwa Allah menghidupkan dan mematikan sebagai ujian bagi manusia. Al-Maraghi menekankan bahwa Allah Maha Pengampun bagi hamba yang bertobat dan meninggalkan dosa.
Ayat ketiga dijelaskan sebagai penciptaan tujuh langit yang kokoh, sempurna, tanpa cacat. Al-Maraghi menyebut bahwa langit tidak memiliki tiang dan penopang, serta dihiasi benda-benda langit.
Ayat keempat memerintahkan manusia melihat berulang kali, namun pandangan akan lemah karena tidak menemukan kekurangan. Ayat kelima menegaskan fungsi bintang sebagai hiasan, pelempar setan, dan tanda kekuasaan Allah. Dengan metode tahlili, Al-Maraghi menjelaskan kosakata, munasabah, makna umum, dan kandungan ayat secara berurutan.
Hikmah Memahami Surat Al-Mulk Ayat 1-5 Beserta Arti dan Kandungan
1. Menumbuhkan Kesadaran Tauhid dan Kerendahan Hati
Memahami bahwa segala kekuasaan milik Allah membuat manusia sadar bahwa dirinya bukan pemilik mutlak. Keberhasilan, jabatan, kekayaan, dan kesehatan adalah amanah. Kesadaran ini mencegah kesombongan dan penyalahgunaan wewenang.
2. Memaknai Hidup sebagai Ujian Kualitas Amal
Hidup dan mati adalah ujian. Manusia didorong tidak hanya memperbanyak amal, tetapi memperbaiki kualitas amal: niat, cara, kebenaran, dan manfaat. Hikmah ini membentuk integritas dan tanggung jawab moral.
3. Mendorong Penggunaan Akal dan Pengamatan Alam
Perintah melihat langit berulang kali mendorong manusia mengamati alam, mengembangkan ilmu, dan menjaga lingkungan. Wahyu dan pengamatan empiris tidak dipertentangkan, tetapi saling menguatkan.
4. Menumbuhkan Ketahanan Psikologis dan Harapan
Kesadaran bahwa Allah Mahaperkasa dan Maha Pengampun membantu manusia menghadapi tekanan hidup. Kegagalan tidak berarti akhir segalanya. Tawakal bukan meninggalkan usaha, tetapi menyerahkan hasil kepada Allah.
5. Mencegah Kerusakan dan Menjaga Keseimbangan Alam
Langit yang tertata tanpa cacat menjadi pelajaran agar manusia menjaga keseimbangan bumi. Eksploitasi alam tanpa batas bertentangan dengan pesan tauhid. Manusia adalah khalifah yang harus mengelola, bukan merusak.
Pertanyaan Seputar Surat Al Mulk
1. Apa arti Surat Al-Mulk ayat 1?
Surat Al-Mulk ayat 1 berarti: “Mahasuci Allah yang di tangan-Nya segala kekuasaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” Ayat ini menegaskan kekuasaan mutlak Allah.
2. Apa kandungan Surat Al-Mulk ayat 1-5?
Kandungannya meliputi kekuasaan Allah, penciptaan hidup dan mati sebagai ujian, penciptaan tujuh langit berlapis tanpa cacat, perintah mengamati alam, serta bintang sebagai hiasan dan peringatan azab.
3. Mengapa hidup dan mati disebut sebagai ujian?
Karena Allah ingin menilai siapa yang paling baik amalnya. Ujian bukan hanya pada banyaknya amal, tetapi pada kualitas niat, cara, dan manfaatnya.
4. Apa maksud tujuh langit berlapis?
Tujuh langit berlapis menunjukkan keteraturan, keserasian, dan kesempurnaan ciptaan Allah. Tidak ada ketidakseimbangan atau cacat pada ciptaan-Nya.
5. Apa hikmah membaca Surat Al-Mulk?
Hikmahnya antara lain menumbuhkan tauhid, kesadaran akan ujian hidup, dorongan berpikir dan mengamati alam, ketahanan psikologis, serta tanggung jawab moral dan ekologis.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824890/original/015114700_1715084293-IMG_0156.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346795/original/040480700_1789204319-433943.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346722/original/039900400_1789198128-IMG-20260912-WA0062.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346717/original/036726300_1789196624-1001657646.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346699/original/010985100_1789194425-1001657587.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346672/original/038745000_1789192547-433331.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346667/original/069861100_1789191091-IMG-20260912-WA0020-768x576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346656/original/030696600_1789189837-email-attachment_2026_09_12_arief-pramono_tpa-putri-cempo-solo-masih-membara-titik-panas-di-lereng-blok-b-terus-diburu_IMG-20260912-WA0023.jpg)