Liputan6.com, Jakarta - Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai Abul Anbiya atau bapak para nabi. Sosoknya menjadi teladan pendidikan Islam, khususnya dalam membangun keluarga yang bertauhid dan berakhlak mulia. Di antara teladan terpenting adalah doanya agar keturunanannya menjadi orang yang bertakwa, sebagaimana termaktub dalam surat Ibrahim ayat 40.
Doa ini sangat menyentuh dan mencerminkan kedalaman spiritual Nabi Ibrahmin yang mendambakan kesalehan bagi dirinya, keluarga dan keturunannya. Dalam ayat tersebut, Nabi Ibrahim memohon agar Allah menjadikannya bersama anak cucunya sebagai orang-orang yang tetap mendirikan shalat, sekaligus memohon agar doanya dikabulkan.
Doa ini menjadi bukti bahwa Nabi Ibrahim tidak hanya peduli pada kesalehan pribadi, tetapi juga keberlanjutan nilai-nilai tauhid dalam garis keturunannya. Dalam konteks pendidikan Islam, doa ini mengandung pesan mendalam tentang pentingnya membangun fondasi spiritual keluarga.
Advertisement
Tesis berjudul Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kisah Nabi Ibrahim karya Isa Al Fajri mengungkap bahwa ayat ini mengandung nilai ibadah, akidah, dan akhlak yang saling berkaitan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya relevan bagi keluarga Nabi Ibrahim, tetapi juga menjadi teladan bagi setiap muslim dalam membina rumah tangga.
Surat Ibrahim Ayat 40 Teks Arab, Latin dan Artinya
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ ٤٠
Latin: Rabbij‘alnî muqîmash-shalâti wa min dzurriyyatî rabbanâ wa taqabbal du‘â'
Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."
Tafsir Surat Ibrahim Ayat 40
Dalam Tafsir al-Qur’anul ‘Adzhim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS memohon kepada Allah agar dirinya dijadikan sebagai orang yang muqîmash-shalâh, yakni orang yang senantiasa menjaga shalat, memelihara batasannya, dan melaksanakannya dengan penuh ketekunan. Beliau juga memohon agar sebagian dari keturunannya kelak menjadi orang-orang yang mendirikan shalat. Penggunaan kata min (sebagian) dalam doa ini menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim telah diberitahu oleh Allah bahwa akan ada di antara anak cucunya yang tidak beriman, sehingga beliau hanya memohon kesalehan bagi sebagian keturunannya.
Ibnu Katsir juga mengutip pendapat Ibnu Jarir ath-Thabari yang menyatakan bahwa doa Nabi Ibrahim ini lahir dari kesadaran mendalam akan kelemahan diri. Nabi Ibrahim tidak merasa layak atas kesalehan yang telah diraihnya, sehingga ia terus memohon peneguhan dari Allah. Doa ini juga mencerminkan kerendahan hati seorang nabi yang, meskipun telah mencapai derajat khalilullah, tetap merasa butuh pertolongan Allah untuk menjaga konsistensi ibadahnya.
Sementara itu, Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran menggambarkan doa ini sebagai ungkapan penuh kelembutan dan penghambaan. Menurutnya, dalam doa Nabi Ibrahim terkandung seluruh emosi seorang hamba sejati yang sedang berhadapan dengan Tuhannya. Sayyid Qutb menekankan bahwa Nabi Ibrahim mengajukan permohonannya bukan atas dasar hak atau kepatutan, melainkan semata-mata karena kebutuhan dan kerendahan diri di hadapan Allah. Permohonan tersebut tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan seluruh orang beriman. Doa ini bersifat kenabian, dan jika dipanjatkan dari hati yang benar-benar tulus, niscaya akan dikabulkan oleh Allah.
Kandungan Surat Ibrahim Ayat 40
Ayat ini mengandung beberapa pesan utama yang dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Doa ini menegaskan kedudukan shalat sebagai ibadah paling fundamental dalam Islam
Nabi Ibrahim secara khusus memohon agar dirinya dan keturunannya dijadikan orang yang muqîmash-shalâh, menunjukkan bahwa shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi kehidupan spiritual yang harus dipelihara secara terus-menerus.
2. Ayat ini mengajarkan pentingnya keberlanjutan spiritual lintas generasi
Nabi Ibrahim tidak merasa cukup dengan kesalehan pribadi, tetapi mendambakan agar nilai-nilai tauhid dan ibadah tetap terjaga dalam garis keturunannya. Ini menunjukkan bahwa pendidikan spiritual keluarga adalah proyek jangka panjang yang membutuhkan doa dan usaha yang berkesinambungan.
3. Ayat ini mengandung pengakuan akan keterbatasan manusia
Seorang nabi sekalipun memohon pertolongan Allah untuk dapat menegakkan shalat dengan benar. Hal ini mengajarkan bahwa istiqamah dalam ibadah adalah anugerah Allah yang harus terus dimohonkan, bukan semata-mata hasil usaha manusia.
4. Doa ini mengajarkan adab dalam berdoa
Nabi Ibrahim memulai permohonannya dengan menyanjung Allah, kemudian menyampaikan hajatnya dengan penuh kerendahan hati, dan menutupnya dengan permohonan agar doanya dikabulkan. Adab ini menjadi teladan bagi setiap Muslim dalam bermunajat kepada Allah.
Kegunaan Surat Ibrahim Ayat 40 bagi Umat Islam
Ayat ini memiliki banyak kegunaan praktis bagi kehidupan umat Islam.
1. Sebagai doa harian yang dapat diamalkan setelah shalat fardhu
Para ulama menganjurkan agar ayat ini dibaca secara rutin sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas ibadah dan memohon agar keluarga serta keturunan dijaga dalam ketaatan.
2. Sebagai pedoman pendidikan keluarga Islami
Ayat ini memberikan kerangka bahwa tujuan utama pendidikan anak adalah menjadikan mereka hamba Allah yang mendirikan shalat. Prioritas ini harus menjadi landasan setiap upaya pendidikan dalam keluarga, melebihi pencapaian akademis atau materiil semata.
3. Sebagai sumber motivasi untuk terus memperbaiki shalat
Nabi Ibrahim yang sudah mencapai derajat tinggi pun masih memohon agar diteguhkan dalam shalat, menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk tidak pernah merasa puas dengan kualitas ibadahnya dan terus berusaha meningkatkannya.
5. Sebagai sarana introspeksi dan muhasabah
Ayat ini mengajak setiap Muslim untuk merenungkan sejauh mana shalat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya, dan apakah nilai-nilai shalat telah tercermin dalam perilaku sehari-hari.
6. Sebagai perekat ikatan spiritual keluarga
Doa bersama untuk kesalehan keluarga dapat menjadi sarana mempererat hubungan emosional dan spiritual antaranggota keluarga, sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga warisan tauhid.
Hikmah Mendoakan Diri, Keluarga, dan Keturunan
Mendoakan diri, keluarga, dan keturunan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim mengandung hikmah yang sangat berharga.
Pertama, memperkuat ikatan spiritual dengan Allah. Doa adalah bentuk komunikasi langsung dengan Sang Pencipta, dan melibatkan keluarga dalam doa menciptakan kesadaran kolektif bahwa setiap anggota keluarga bergantung pada pertolongan Allah.
Kedua, menanamkan nilai-nilai tauhid dalam keluarga. Doa yang dipanjatkan secara konsisten untuk kesalehan keluarga menjadi sarana pendidikan spiritual yang efektif, karena anak-anak tumbuh dengan menyaksikan langsung komitmen orang tua terhadap agama.
Ketiga, membangun keberlanjutan spiritual lintas generasi. Nabi Ibrahim tidak hanya mendoakan anak-anaknya, tetapi juga cucu-cicitnya, menunjukkan bahwa doa memiliki jangkauan panjang yang melampaui batas generasi.
Keempat, menghadirkan ketenangan jiwa dan optimisme. Ketika orang tua menyerahkan hasil pendidikan anak kepada Allah melalui doa, mereka terhindar dari kecemasan berlebihan dan tetap optimis bahwa Allah akan menjaga keturunan mereka.
Kelima, menjadi sarana taqarrub kepada Allah. Doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati mendekatkan hamba kepada Tuhannya, sekaligus meningkatkan kesadaran akan kebesaran Allah dan kelemahan diri manusia.
Pertanyaan Seputar Surat Ibrahim
1. Apa isi kandungan surat Ibrahim ayat 40?
Surat Ibrahim ayat 40 berisi doa Nabi Ibrahim AS kepada Allah agar dirinya dan sebagian anak cucunya dijadikan orang yang tetap mendirikan shalat. Ayat ini menegaskan kedudukan shalat sebagai tiang agama dan pentingnya mendoakan kesalehan keluarga serta keturunan.
2. Mengapa Nabi Ibrahim menggunakan kata "min" (sebagian) dalam doanya?
Nabi Ibrahim menggunakan kata min karena Allah telah memberitahukan kepadanya bahwa di antara keturunannya kelak akan ada orang yang kafir. Oleh karena itu, beliau hanya memohon kesalehan bagi sebagian keturunannya, bukan seluruhnya.
3. Apa hikmah membaca surat Ibrahim ayat 40?
Hikmahnya antara lain memperkuat ikatan spiritual keluarga, menanamkan nilai tauhid pada anak, membangun keberlanjutan spiritual lintas generasi, menghadirkan ketenangan jiwa, dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Kapan sebaiknya membaca doa surat Ibrahim ayat 40?
Doa ini dianjurkan untuk dibaca setelah shalat fardhu lima waktu, sebagai bagian dari amalan harian untuk memohon agar diri dan keluarga dijaga dalam ketaatan beribadah.
5. Apa pelajaran utama dari surat Ibrahim ayat 40?
Pelajaran utamanya adalah bahwa shalat adalah fondasi kehidupan spiritual yang harus dipelihara dengan sungguh-sungguh, dan bahwa doa adalah sarana utama dalam mendidik keluarga serta memastikan keberlanjutan nilai-nilai tauhid dalam garis keturunan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824890/original/015114700_1715084293-IMG_0156.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346722/original/039900400_1789198128-IMG-20260912-WA0062.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346717/original/036726300_1789196624-1001657646.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346699/original/010985100_1789194425-1001657587.jpg)