Cuma Lulusan SD, Nenek di China Viral Nyanyikan Lagu dalam 6 Bahasa

Li Deru, nenek 62 tahun asal China, mengejutkan dunia maya dengan kemampuan menyanyi 100+ lagu dalam 6 bahasa.

Diterbitkan 11 September 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang wanita berumur 62 tahun asal China selatan, yang tak bisa berbahasa Mandarin atau mengenali huruf alfabet Inggris, viral di media sosial karena menyanyikan lebih dari 100 lagu dalam enam bahasa berbeda.

Dikutip dari South China Morning Post, Jumat (11/9/2026), Li Deru, atau yang dikenal di internet sebagai Auntie Ru, memiliki pengikut sebanyak 800 ribu dan memiliki jutaan like di berbagai platform media sosial di dalam dan luar negeri. Selain bahasa Inggris, Li juga menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa Korea, Jepang, Hindi, dan Italia.

Dalam video-videonya, Li mengenakan pakaian yang elegan dan dengan percaya diri bernyanyi lagu bahasa Inggris walaupun dengan aksen yang kuat, sembari berjalan secara tenang di sebuah taman atau lokasi yang memiliki pemandangan indah. Selama tiga tahun terakhir, ia membagikan rekaman dari lebih dari 100 lagu yang semuanya lagu-lagu populer di kalangan penonton remaja.

Versi Li dari lagu APT, lagu yang sangat populer di seluruh dunia yang dinyanyikan oleh penyanyi Korea Selatan Rose dan bintang pop Amerika Bruno Mars, memiliki jumlah suka sebanyak 1,6 juta. Bahkan video tersebut mendapat pujian dari Rose sendiri.

"Ia hebat dalam menghafal lagu dengan lirik bahasa Inggris yang panjang meskipun ia tidak bisa berbahasa Inggris. Li benar-benar panutan!" tulis seorang pengguna internet.

Ada juga yang berkomentar, "Umurku sama dengannya dan tahu beberapa bahasa, tapi aku tidak berani untuk bernyanyi di depan kamera. Auntie Ru sangat berani dan percaya diri. Hebat, Auntie Ru! Tetap semangat."

Pengguna dari negara lain juga berkata "Anda hebat. Tetaplah jadi diri sendiri," Orang luar negeri lainnya berkomentar "Nenek yang menyenangkan!"

Li tinggal di sebuah desa di Shantou, Provinsi Guangdong. Seperti warga lokal lainnya, ia kesulitan berbahasa Mandarin dan biasa menggunakan dialek Teochew dalam percakapan sehari-harinya, seperti yang dilaporkan oleh News Weekly.

Meskipun hanya menyelesaikan empat tahun di sekolah dasar dan tidak pernah belajar bahasa Inggris, ia bercerita bahwa ia selalu senang mendengarkan lagu dan menonton film berbahasa Inggris.

Wanita tersebut menikah saat umurnya 21 tahun, dan bersama suaminya, mereka membuka sebuah pabrik di desanya.

 

 

 

Awal Karier Bernyanyi Li

Setelah putra dan putrinya memiliki anak, Li mendedikasikan hidupnya untuk merawat cucu-cucunya. Enam tahun lalu, ia pensiun, memberikan pabrik tersebut kepada putranya dan tidak perlu lagi mengasuh cucu-cucunya yang beranjak dewasa.

Hal pertama yang Li lakukan adalah mengikuti kelas vokal. Sejak saat itu, ia rutin untuk datang ke kelas dua kali dalam seminggu.

Awalnya, hampir semua anggota keluarganya melarangnya untuk mengejar karier bernyanyi lagu berbahasa Inggris. Mereka menganggap bahwa itu tidak pantas untuk wanita seusianya. Hanya putranya yang mendukung dan mendorongnya untuk mengikuti apa yang ia sukai.

Li belajar musik dari Cai Xiuqin, seorang penyanyi asal China yang mahir dengan bahasa Inggris dan memiliki studio rekaman di Shantou. Cai berkata pada media bahwa awalnya Li kesulitan untuk mengucapkan kata bahasa Inggris dengan benar.

Untuk menghadapi kesulitan ini, Li muncul dengan metode notasi fonetik yang unik, yaitu dengan menuliskan karakter China di bawah kata-kata bahasa Inggris, dan mengucapkannya sesuai dengan pelafalan dalam dialek Teochew.

Wanita tersebut melakukan debut menyanyi di hadapan umum pada Januari 2023 dalam sebuah acara di desanya. Karena dukungan dari tepuk tangan penonton, ia mulai membagikan video penampilannya di media sosial.

Tahun ini, ia tampil sebentar dalam film blockbuster berjudul Dear You, sebuah film yang mengangkat budaya Chaosan dan melakukan tur ke berbagai kota di dalam negeri bersama para pemeran lainnya untuk promosi.

Awal tahun ini, Li diundang untuk tampil dalam sebuah pertunjukan gala di Makau. Di sana ia bernyanyi di hadapan 10 ribu penonton.

"Saya sudah lebih dari hanya mewujudkan mimpi saya. Saya bahagia dan berterima kasih," tutur Li dalam kutipan.

"Para penggemar saya memberikan saya kepercayaan diri. Saya akan terus bekerja keras dan mengejar rasa cinta saya kepada musik," tambahnya.