Prabowo Ungkap Alasan TNI Perlu Diperkuat hingga ke Daerah

Prabowo ingin menambah kekuatan TNI.

Diterbitkan 16 September 2026, 20:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo tegaskan penambahan TNI penting untuk pertahanan merata di seluruh wilayah Indonesia.
  • Keterbatasan TNI di daerah picu masalah seperti illegal logging dan mining.
  • Anggaran pertahanan Indonesia masih rendah, di bawah 2% PDB, dibanding negara lain.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penambahan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperlukan untuk memastikan pertahanan dan keamanan negara dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Menurut dia, luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk membuat kehadiran unsur pertahanan perlu diperkuat secara merata demi menjaga kedaulatan negara. Hal ini mengingat Indonesia memiliki 514 kabupaten dengan wilayah yang relatif luas.

"Negara kita ini besar sekali. Kita punya 514 kabupaten, dan kabupaten itu besar. Bukan kabupaten yang kecil-kecil, kabupaten itu besar," kata Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026), dikutip dari siaran pers.

Dia mempertanyakan efektivitas pengamanan wilayah apabila jumlah batalion jauh lebih sedikit dibandingkan kabupaten.

Prabowo menyebut apabila satu batalion ditempatkan di setiap kabupaten, masih terdapat lebih dari 360 kabupaten yang tidak memiliki kehadiran satuan TNI.

Dia menilai keterbatasan kehadiran aparat di sejumlah wilayah turut berkaitan dengan persoalan pengawasan terhadap kekayaan alam.

"Padahal di situ ada kekayaan kita. Karena itulah, selama sekian puluh tahun, terjadilah illegal logging, illegal mining, kebun-kebun liar," ungkapnya.

Prabowo juga mencontohkan keberadaan perkebunan kelapa sawit di kawasan hutan lindung yang dinilai dapat berlangsung hingga bertahun-tahun tanpa penindakan.

Anggaran Pertahanan Kecil

Di sisi lain, Prabowo mengatakan anggaran pertahanan Indonesia masih berada di bawah 2 persen dari produk domestik bruto (PDB), meskipun pemerintah telah meningkatkannya.

"Anggaran kita termasuk paling kecil di ASEAN. Walaupun kita sudah menaikkan seperti itu, tidak sampai 2 persen dari GDP kita," tegasnya.

Dia menyebut belanja pertahanan Indonesia selama beberapa dekade berada di kisaran 0,9 persen PDB. Sebagai perbandingan, Prabowo menyebut Singapura mengalokasikan anggaran pertahanan lebih dari 3 persen PDB.

Prabowo menegaskan penguatan pertahanan diarahkan untuk membangun sistem pertahanan dan keamanan yang lebih baik.

"Jadi, kalau menurut saya, sistem kita, sistem hankam yang merata, membutuhkan kehadiran unsur-unsur pertahanan yang cukup kuat," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6