Gara-gara Anak Nonton Konser, Subsidi untuk Keluarga Ini Terancam Dicabut

Meskipun orang tuanya sudah berkali-kali membujuknya untuk tidak pergi nonton konser, usaha mereka sia-sia.

Diterbitkan 16 September 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang gadis remaja di China terbang ke Hong Kong untuk menonton konser idolanya, yang menyebabkan keluarganya kehilangan bantuan subsidi dari pemerintah karena aksinya dinilai sebagai "konsumsi kelas atas." Insiden ini memicu debat panas di China dan opini dari publik terpecah sejak media The Cover melaporkan kasus ini.

Dikutip dari South China Morning Post, Rabu (16/9/2026), menurut postingan media sosial yang diunggah oleh sepupu gadis tersebut di awal September, ia adalah seorang siswi sekolah menengah kejuruan teknik dari Ganzhou di Provinsi Jiangxi bagian timur. Ia menghadiri konser di Hong Kong beberapa minggu sebelumnya.

Orang tuanya yang kesulitan untuk mencari nafkah karena penyakit yang diderita, bergantung pada subsidi tunjangan hidup kota yang diberikan kepada rumah tangga berpenghasilan rendah sebesar 2.000 yuan (Rp 5,2 juta) per bulan.

Gadis dengan nama belakang Huang ini menginfokan kepada keluarganya bahwa ia bisa membiayai perjalanannya ke Hong Kong sendiri. Ia menabung uang jajannya dan bekerja serabutan selama liburan musim panas, dan akhirnya bisa mengumpulkan sekitar 3.000 sampai 5.000 yuan (Rp 7,9-13,1 juta) pada akhir Agustus. 

Sebelum keberangkatannya, aparat komunitas lokal sudah memperingatinya berulang kali bahwa perjalanan ke Hong Kong akan menyebabkan keluarganya kehilangan hak atas subsidi hidup dari pemerintah. Hal ini karena bepergian ke luar negeri dengan biaya sendiri dianggap sebagai aksi "konsumsi kelas atas," tutur aparat, lantaran Hong Kong dianggap sebagai wilayah luar negeri.

 

Postingan Sepupu Huang

Sekembalinya Huang di Ganzhou, otoritas urusan sipil setempat berkata kepada keluarganya bahwa mereka akan menghentikan pemberian subsidi, karena catatan perjalanannya terdeteksi oleh basis data berskala luas yang menyebabkan proses peninjauan.

"Orang tuanya meratapi 'langit seolah runtuh.' Mereka tidak yakin apa yang harus mereka lakukan ke depannya tanpa bantuan pemerintah," tulis sepupu gadis tersebut dalam unggahan yang viral.

"Orang tua saya berusaha menenangkan orang tua dan neneknya. Saya tidak tahu harus berkata apa tentang tindakannya. Mungkin ia naif, mungkin ia tidak menyadari bahwa Hong Kong dianggap wilayah luar negeri, atau mungkin ia tidak paham konsekuensi yang akan ia hadapi," tambahnya.

Standar untuk skema subsidi tunjangan hidup ini bervariasi di berbagai wilayah China, dengan pemerintah daerah menyesuaikan standar tersebut setiap tahunnya.

Sepupu Huang menghapus postingannya setelah unggahan tersebut mendapat perhatian luas di internet.

Pada 7 September, pemerintah Zona Pengembangan Ekonomi Ganzhou, tempat keluarga Huang tinggal, mengeluarkan pernyataan yang menegaskan mereka sedang meninjau kasus tersebut. Pernyataan tersebut berkata bahwa status kelayakan keluarga Huang untuk menerima subsidi belum dicabut, dan sepupunya tersebut memposting permohonan bantuan karena khawatir akan kemungkinan dampak buruk yang bisa terjadi.

 

Kasus Ini Menurut Pengacara

Seorang pengacara dari firma hukum Beijing Huicheng, Li Su, menjelaskan bahwa peraturan China tentang bantuan sosial wajib melalui pemeriksaan secara "dinamis" terhadap keluarga penerima subsidi pemerintah.

Apabila pengeluaran mereka melebihi standar yang sudah ditetapkan, pemerintah berwenang untuk menghentikan pemberian bantuan keuangan tersebut.

"Meskipun biaya mandiri, pengeluaran untuk hiburan dari gadis tersebut bertentangan dengan tujuan skema subsidi ini. Terlebih lagi, pihak berwenang sudah memperingatinya sebelumnya. Jadi, wajar jika pihak berwenang untuk meninjau dan mungkin mencabut kelayakan mereka," tutur Li.

Pengacara tersebut menambahkan bahwa ia merekomendasikan agar pihak berwenang menilai dengan baik sejauh mana penghentian subsidi berlaku bagi keluarga tersebut. "Jika keluarga itu tidak setuju dengan keputusan pemerintah, mereka berhak mengajukan peninjauan administrasi atau bahkan menggugat secara hukum demi melindungi hak-hak mereka," tambah pengacara tersebut.

"Subsidi pemerintah ditujukan untuk menjamin standar hidup dasar. Jika ia bisa menonton konser, itu menunjukkan bahwa standar hidupnya berada di atas batas minimum. Jadi, jatahnya lebih baik diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," komentar seorang pengguna.

Di sisi lain, ada juga yang memberi dukungan kepada gadis tersebut. "Ia mendapatkan uang tersebut dari usahanya sendiri, tanpa mengandalkan bantuan pemerintah. Uang saku dari orang tuanya seharusnya tidak terdampak."

Â