G-Shock Rilis Jam Seharga Rp 1,5 Miliar

Casio merilis G-Shock MRG-D5000 edisi terbatas berbahan kristal safir biru dan emas 24 karat. Hanya diproduksi 20 unit di dunia.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Produsen jam tangan asal Jepang, Casio, resmi merilis jam tangan edisi terbatas bertajuk G-Shock MRG-D5000. Jam tangan ini dibanderol seharga 67.000 Pound Sterling atau sekitar Rp 1,5 miliar (mengacu kurs Rp 23.644 per Pound Sterling). Diproduksi secara eksklusif sebanyak 20 unit saja di seluruh dunia, seri ini dinobatkan sebagai jam tangan G-Shock termahal yang pernah dibuat.

Melansir Euqsiere, Minggu (4/10/2026), G-Shock MRG-D5000 tetap mempertahankan bentuk cangkang (casing) kotak yang menjadi ciri khas ikonis G-Shock sejak pertama kali diperkenalkan pada 1983. Kendati demikian, penampilannya tampil sangat berbeda karena bagian casing luar dan bezel-nya terbuat dari material kristal safir berwarna biru murni.

Safir dikenal sebagai salah satu material terkeras di dunia yang sangat tahan terhadap goresan. Namun, material ini juga memiliki sifat alami yang rapuh sehingga menjadi tantangan teknis tersendiri ketika diaplikasikan pada jam tangan yang dirancang tahan benturan ekstrem.

Pada bagian pelat jam (dial), G-Shock menerapkan lapisan berwarna biru menggunakan teknik blue vapor deposition—proses pelapisan khusus untuk menghasilkan efek warna metalik yang sangat presisi. Sementara itu, detail angka dan huruf pada dial dibalut dengan lapisan emas murni 24 karat.

Ukuran casing MRG-D5000 dirancang lebih tebal untuk memastikan material safir mampu menahan benturan. Ketebalannya mencapai 16,45 milimeter, atau 3,5 milimeter lebih tebal dibandingkan model MR-G berbahan titanium.

Di bagian belakang, penutup bodi (caseback) menggunakan bahan titanium Grade 5 yang dipadukan dengan kristal safir. Bagian ini diukir khusus dengan tulisan "DREAM PROJECT" beserta nomor seri produksi eksklusif tiap unit, mulai dari 1/20 hingga 20/20.

Seluruh komponen casing safir dirakit secara manual (hand-assembled) di pabrik Casio Yamagata, Jepang. Seorang master teknisi senior ditunjuk secara khusus untuk mengawasi seluruh proses pembuatan 20 unit MRG-D5000 ini.

 

Inovasi Konstruksi Tahan Banting

Meskipun memadukan material mewah yang terbilang langka, MRG-D5000 tetap mempertahankan DNA ketahanan khas G-Shock. Jam tangan ini dipastikan tahan guncangan, memiliki ketahanan air hingga kedalaman 200 meter, serta ditenagai teknologi pengisian daya matahari (Tough Solar).

Guna membuat material safir tidak mudah retak saat menerima benturan keras, tim teknisi G-Shock meniadakan penggunaan sekrup pada struktur luar jam.

Sebagai gantinya, komponen-komponen safir dibentuk secara presisi agar dapat saling mengunci (interlocking) seperti potongan teka-teki (puzzle). Metode arsitektur modern ini terinspirasi langsung dari teknik sambungan kayu tradisional khas Jepang.

Melalui mekanisme tersebut, ketika jam menerima dampak benturan, energi tekanan tidak akan menumpuk di satu titik melainkan tersebar rata ke seluruh bagian. Peniadaan sekrup juga krusial karena lubang dudukan sekrup berpotensi menjadi titik pemicu retakan pada bahan safir.

 

Model dan Body Jam

Gagasan untuk menciptakan G-Shock berbahan kristal safir sejatinya pertama kali dicetuskan oleh sang pencipta G-Shock, Kikuo Ibe, pada November 2017.

Kala itu, saat tampil di Madison Square Garden, New York, Ibe menyampaikan impian besarnya untuk membuat jam tangan tahan banting dari kristal safir. Namun, pada masa itu teknologi formulasi dan rekayasa struktur safir belum mampu memenuhi standar uji ketahanan benturan G-Shock.

Setelah melalui proses riset dan pengembangan selama hampir sembilan tahun, impian Kikuo Ibe tersebut akhirnya berhasil diwujudkan secara sempurna melalui peluncuran mahakarya MRG-D5000.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6