Liputan6.com, Jakarta - Daun tomat menguning dari bagian bawah sering menjadi tanda awal adanya perubahan kondisi pada tanaman. Perubahan warna biasanya terlihat pada daun tua di sekitar pangkal batang, lalu dapat menyebar ke bagian lain apabila tidak segera diperhatikan. Mengenali penyebab daun tomat menguning dari bagian bawah dan cara mengatasinya, membantu pekebun menentukan tindakan perawatan secara lebih tepat sejak gejala pertama muncul.
Kondisi daun menguning juga berkaitan dengan ketersediaan unsur hara, pola penyiraman, kualitas media tanam, paparan sinar matahari, maupun kondisi akar. Setiap penyebab biasanya menunjukkan ciri berbeda pada warna, bentuk dan tekstur daun. Pemahaman tentang penyebab daun tomat menguning dari bagian bawah dan cara mengatasinya, menjadi langkah penting untuk menjaga pertumbuhan batang, daun, hingga pembentukan buah tetap optimal.
Tanaman tomat membutuhkan keseimbangan air, nutrisi, cahaya, dan sirkulasi udara agar dapat tumbuh sehat. Perubahan kecil pada salah satu faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi daun, terutama bagian bawah. Melalui pembahasan penyebab daun tomat menguning dari bagian bawah dan cara mengatasinya, membuat pemilik tanaman bisa mengenali sumber masalah berdasarkan gejala, serta memilih perawatan sesuai kebutuhan tanaman.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (30/9/2026).                  Â
1. Kekurangan Nitrogen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361759/original/074989400_1790747145-Gemini_Generated_Image_i9ua39i9ua39i9ua.jpg)
Nitrogen merupakan salah satu unsur hara utama sangat penting bagi pertumbuhan vegetatif tanaman tomat, terutama dalam membantu pembentukan daun, perkembangan batang, serta mendukung proses pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Saat persediaan nitrogen di dalam media tanam tidak mencukupi, tanaman biasanya akan memperlihatkan perubahan kondisi pada bagian daun, terutama daun tua. Warna hijau pada daun perlahan dapat berubah menjadi hijau pucat, kemudian berkembang menjadi kekuningan apabila kekurangan nitrogen berlangsung cukup lama.
Gejalanya sering dimulai dari daun bagian bawah karena nitrogen termasuk unsur bersifat mobil di dalam tanaman. Ketika persediaan nitrogen terbatas, tanaman dapat memindahkan sebagian unsur tersebut dari jaringan daun tua menuju bagian tanaman lebih muda dan sedang aktif berkembang.
Akibat proses tersebut, daun tua kehilangan warna hijaunya lebih dahulu. Jika kondisi tidak segera diperbaiki, perubahan warna dapat semakin meluas dan pertumbuhan tanaman secara umum dapat terlihat lebih lambat.
Cara mengatasinya
Berikan pupuk mengandung nitrogen sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi media tanam. Pupuk organik matang, kompos berkualitas, pupuk kandang matang, maupun pupuk khusus tanaman sayuran dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan sesuai dosis pada kemasan atau kebutuhan tanaman, bukan berdasarkan perkiraan semata. Hindari memberikan pupuk nitrogen secara berlebihan, sebab dosis terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan daun berlebihan, membuat tanaman kurang seimbang, serta berpotensi menimbulkan masalah pada perkembangan bunga dan buah.
2. Penyiraman Berlebihan
Terlalu banyak air dapat membuat media tanam berada dalam kondisi basah secara terus-menerus. Media jenuh air memiliki ruang udara lebih sedikit sehingga akar kesulitan memperoleh oksigen dalam jumlah cukup.
Kondisi tersebut dapat mengganggu kemampuan akar dalam menyerap air dan nutrisi secara normal, meskipun persediaan air di dalam tanah terlihat sangat banyak. Apabila berlangsung terus-menerus, kesehatan akar dapat menurun dan gejalanya mulai terlihat pada bagian tanaman di atas permukaan tanah.
Akibatnya, daun bagian bawah dapat mulai menguning, tanaman terlihat kurang segar, dan pertumbuhan dapat menjadi lebih lambat. Media terlalu basah juga dapat menciptakan lingkungan lebih sesuai bagi perkembangan sejumlah masalah pada akar. Dalam kondisi tertentu, tanaman bahkan dapat memperlihatkan gejala layu meskipun tanah masih basah, sebab akar mengalami gangguan sehingga tidak mampu menjalankan fungsi penyerapan secara optimal.
Cara mengatasinya
Periksa kelembapan media sebelum kembali menyiram tanaman. Masukkan jari beberapa sentimeter ke dalam media atau periksa kondisi tanah pada bagian permukaan maupun lapisan bawah sebelum menentukan waktu penyiraman berikutnya.
Jika media masih terasa basah, tunda penyiraman sampai lapisan media mulai mengering. Pastikan pot memiliki lubang drainase memadai agar air berlebih dapat mengalir keluar dan tidak tertahan terlalu lama di sekitar akar. Frekuensi penyiraman juga sebaiknya disesuaikan pada cuaca, ukuran pot, jenis media, serta kondisi tanaman.
Advertisement
3. Kekurangan Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485949/original/081534500_1769571151-Gemini_Generated_Image_9rj4df9rj4df9rj4.png)
Daun menguning tidak hanya disebabkan oleh kelebihan air. Tanaman tomat mengalami kekurangan air juga dapat menunjukkan perubahan warna pada daun, terutama ketika kondisi kering berlangsung dalam waktu cukup lama. Air berperan penting dalam berbagai proses fisiologis tanaman, sehingga kekurangan kelembapan dapat membuat tanaman mengalami tekanan dan kesulitan mempertahankan kondisi daun tetap segar.
Biasanya kondisi tersebut disertai beberapa tanda lain, seperti daun mulai layu, permukaan media tanam terasa sangat kering, pertumbuhan terlihat melambat, atau batang tampak kurang kokoh. Pada kondisi kekeringan lebih berat, daun dapat menggulung, mengering pada bagian tepi, kemudian mengalami perubahan warna secara bertahap. Gejala dapat menjadi lebih jelas ketika tanaman berada di bawah paparan matahari kuat atau mengalami cuaca panas dalam waktu cukup panjang.
Cara mengatasinya
Siram tanaman secara menyeluruh saat media mulai mengering agar air dapat mencapai bagian akar secara merata. Hindari pola penyiraman berupa sedikit air setiap kali menyiram, terutama jika metode tersebut membuat lapisan tanah bagian dalam tetap kering. Jadwal penyiraman sebaiknya disesuaikan pada kondisi lingkungan, bukan hanya mengikuti waktu tertentu setiap hari. Penggunaan mulsa pada permukaan media juga dapat membantu mengurangi penguapan berlebihan dan menjaga kelembapan tanah tetap lebih stabil, terutama saat cuaca panas dan kering.
4. Drainase Media Tanam Buruk
Media tanam sulit mengalirkan air dapat menyebabkan kelembapan bertahan terlalu lama di sekitar akar. Air tidak segera keluar setelah penyiraman sehingga bagian bawah media menjadi terlalu basah dalam waktu panjang. Situasi ini dapat menghambat perkembangan akar, mengurangi ketersediaan oksigen, serta memengaruhi kemampuan tanaman dalam menyerap air dan nutrisi. Dampaknya dapat terlihat melalui perubahan kondisi daun, termasuk daun bagian bawah mulai menguning.
Masalah drainase cukup sering terjadi pada tanaman tomat dalam pot, terutama jika lubang pembuangan air terlalu sedikit, ukurannya terlalu kecil, atau sebagian lubang tertutup oleh tanah. Media terlalu padat juga dapat memperlambat pergerakan air. Kondisi seperti ini perlu diperhatikan sejak awal, sebab penyiraman secara rutin tanpa memperbaiki drainase justru dapat membuat masalah kelembapan semakin parah.
Cara mengatasinya
Gunakan pot memiliki lubang drainase memadai pada bagian bawah agar kelebihan air dapat segera keluar setelah penyiraman. Jika media terlalu padat, perbaiki struktur tanah menggunakan bahan organik matang atau bahan lain sesuai kebutuhan media agar porositas menjadi lebih baik. Pastikan tidak terdapat genangan di dalam wadah maupun pada area sekitar tanaman. Untuk tanaman dalam pot, periksa juga apakah lubang drainase tersumbat oleh akar, tanah, atau material lain sehingga air tidak dapat mengalir secara normal.
5. Kekurangan Cahaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361760/original/084590400_1790747145-Gemini_Generated_Image_uxl94buxl94buxl9.jpg)
Tanaman tomat membutuhkan cahaya matahari cukup untuk mendukung proses fotosintesis, pertumbuhan daun, perkembangan batang, pembentukan bunga, hingga proses pembentukan buah. Lokasi terlalu teduh dapat membuat tanaman tidak memperoleh energi cukup untuk menunjang pertumbuhan secara optimal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tanaman tumbuh lebih lambat, batang memanjang secara tidak normal, serta warna daun terlihat kurang kuat.
Daun bagian bawah juga dapat menguning ketika tidak memperoleh cahaya cukup, terutama apabila bagian tersebut tertutup oleh dedaunan pada bagian atas tanaman. Semakin rimbun tanaman, semakin besar kemungkinan cahaya sulit mencapai bagian dalam dan bawah. Selain perubahan warna, tanaman dalam kondisi terlalu teduh dapat menghasilkan pertumbuhan kurang kokoh dan produktivitas buah tidak optimal.
Cara mengatasinya
Tempatkan tanaman tomat pada lokasi memperoleh paparan cahaya sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lingkungan setempat. Pilih area terbuka memiliki pencahayaan baik, tetapi tetap perhatikan kondisi panas ekstrem agar tanaman tidak mengalami tekanan akibat suhu terlalu tinggi. Jika tanaman tumbuh terlalu rimbun, lakukan pemangkasan secara seperlunya untuk membuka ruang di antara cabang dan daun. Penataan tersebut dapat membantu meningkatkan penetrasi cahaya menuju bagian tanaman lebih dalam sekaligus memperbaiki sirkulasi udara.
6. Daun Tua Mengalami Penuaan Alami
Tidak semua daun menguning merupakan tanda tanaman sedang mengalami gangguan. Daun bagian bawah merupakan daun lebih tua sehingga secara alami dapat memasuki tahap penuaan sebelum akhirnya menguning, mengering, lalu gugur. Proses tersebut merupakan bagian normal dari siklus hidup daun dan tidak selalu menunjukkan adanya kekurangan nutrisi, gangguan akar, penyakit, atau kesalahan perawatan.
Jika hanya beberapa daun tua mengalami perubahan warna sementara pucuk, daun muda, batang, bunga, dan buah tetap berkembang secara normal, kondisi tersebut belum tentu perlu dikhawatirkan. Hal penting perlu diperhatikan adalah pola perubahan warna. Penuaan alami biasanya berlangsung pada daun tua tertentu, bukan menyebar cepat ke banyak daun dalam waktu singkat. Pemeriksaan kondisi tanaman secara menyeluruh dapat membantu membedakan proses alami dari gejala akibat gangguan.
Cara mengatasinya
Amati kondisi tanaman secara keseluruhan sebelum mengambil tindakan. Pangkas daun tua sudah menguning atau mengering menggunakan alat bersih dan tajam agar tanaman tetap terlihat rapi serta bagian daun mati tidak menjadi tempat berkumpulnya hama atau sumber masalah lain. Hindari memberikan pupuk tambahan hanya berdasarkan perubahan warna pada beberapa daun tua, terutama jika pertumbuhan baru tetap sehat. Perawatan rutin tetap perlu dilakukan sambil mengamati apakah muncul gejala lain pada bagian tanaman berbeda.
Advertisement
7. Serangan Penyakit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307657/original/087386400_1785054211-Galon_dan_Ember.jpg)
Beberapa penyakit pada tanaman tomat dapat menyebabkan daun mengalami perubahan warna, termasuk menguning mulai dari bagian bawah. Infeksi tertentu dapat ditandai oleh munculnya bercak pada permukaan daun, perubahan warna tidak merata, jaringan daun mengering, tepi daun mengalami kerusakan, atau gejala perlahan menyebar menuju bagian tanaman lain. Pola gejala dapat berbeda bergantung pada jenis penyakit dan tingkat perkembangan infeksi.
Kondisi lingkungan lembap, sirkulasi udara kurang baik, daun terlalu sering terkena air, serta tanaman terlalu rapat dapat meningkatkan risiko munculnya sejumlah penyakit. Oleh sebab itu, daun menguning sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda kekurangan pupuk. Pemeriksaan terhadap bercak, perubahan tekstur, bagian daun mengering, dan penyebaran gejala dapat membantu memperkirakan apakah tanaman sedang mengalami gangguan akibat penyakit.
Cara mengatasinya
Segera pisahkan tanaman menunjukkan gejala mencurigakan jika memungkinkan agar risiko penyebaran masalah menuju tanaman lain dapat dikurangi. Buang daun sudah terinfeksi menggunakan alat bersih dan jangan memasukkannya ke kompos rumahan apabila penyakit diduga berasal dari patogen.
Perbaiki sirkulasi udara di sekitar tanaman dengan mengatur jarak tanam serta memangkas bagian terlalu rimbun. Hindari membasahi dedaunan saat menyiram dan arahkan air langsung menuju media tanam. Jika penggunaan produk pengendali penyakit diperlukan, pilih produk sesuai jenis masalah dan ikuti petunjuk pemakaian pada label.
8. Serangan Hama
Hama tertentu dapat mengganggu jaringan daun sehingga menyebabkan perubahan warna secara bertahap. Kutu daun, tungau, kutu kebul, dan beberapa jenis serangga lain dapat mengisap cairan tanaman atau merusak jaringan daun. Akibat aktivitas tersebut, daun dapat tampak pucat, berbintik, menguning, menggulung, atau mengalami kerusakan pada bagian tertentu. Serangan berat dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Periksa bagian bawah daun secara rutin karena beberapa hama berukuran kecil sering bersembunyi pada area tersebut. Perhatikan pula adanya telur, serangga kecil, jaring halus, permukaan daun lengket, bercak, atau perubahan bentuk daun. Pemeriksaan sejak awal dapat membantu pengendalian dilakukan sebelum populasi hama berkembang semakin banyak dan menyebabkan kerusakan lebih luas.
Cara mengatasinya
Periksa tanaman secara rutin, terutama permukaan bawah daun, pucuk muda, dan bagian sekitar batang. Jika jumlah hama masih sedikit, singkirkan secara manual menggunakan tangan atau semprotan air lembut sesuai kondisi tanaman.
Untuk serangan lebih banyak, gunakan metode pengendalian sesuai jenis hama, mulai dari cara mekanis hingga produk pengendali khusus apabila memang diperlukan. Ikuti petunjuk penggunaan produk secara tepat, termasuk dosis, frekuensi aplikasi, serta langkah keamanan. Pemantauan lanjutan tetap diperlukan setelah penanganan agar hama tidak kembali berkembang tanpa terdeteksi.
9. Akar Mengalami Gangguan
Akar merupakan bagian penting dalam proses penyerapan air dan nutrisi dari media tanam. Kerusakan akar akibat media terlalu basah, serangan penyakit, kondisi tanah kurang sesuai, kepadatan media terlalu tinggi, atau gangguan lain dapat memengaruhi kesehatan tanaman secara keseluruhan. Meskipun masalah terjadi di dalam media dan sulit terlihat secara langsung, dampaknya dapat muncul pada bagian tanaman di atas permukaan tanah melalui perubahan warna daun.
Tanaman biasanya menunjukkan pertumbuhan lebih lambat, daun menguning, mudah layu, atau tampak kurang bugar dibandingkan kondisi normal. Jika akar mengalami kerusakan cukup berat, tanaman dapat terlihat kekurangan air meskipun media masih lembap. Pemeriksaan akar dapat dilakukan apabila gejala terus berlanjut dan penyebab lain sudah mulai disingkirkan. Akar sehat umumnya memiliki struktur relatif kuat, tidak berlendir, dan tidak mengeluarkan bau busuk.
Cara mengatasinya
Periksa kondisi media dan sistem drainase terlebih dahulu untuk mengetahui apakah akar mengalami masalah akibat kelembapan berlebihan. Jika tanaman berada dalam pot dan masalah terus berlanjut, keluarkan tanaman secara hati-hati agar kondisi akar dapat diperiksa tanpa menimbulkan kerusakan tambahan.
Potong bagian akar sudah mati atau membusuk menggunakan alat bersih apabila memang diperlukan, kemudian pindahkan tanaman ke media bersih dan memiliki drainase baik. Setelah penanganan, atur kembali pola penyiraman dan berikan tanaman waktu untuk beradaptasi. Hindari pemberian pupuk berlebihan ketika akar masih mengalami tekanan, sebab kondisi akar belum tentu mampu menyerap nutrisi secara optimal.
Â
Â
Â
Â
Pertanyaan Seputar Penyebab Daun Tomat Menguning dan Cara Mengatasinya
Mengapa daun tomat menguning mulai dari bagian bawah?
Daun tomat bagian bawah biasanya lebih dahulu menguning akibat kekurangan nitrogen, penyiraman tidak tepat, gangguan akar, penyakit, atau proses penuaan alami. Kondisi tanaman perlu diperiksa secara menyeluruh agar penyebabnya dapat diketahui secara lebih akurat.
Apakah daun tomat menguning dari bagian bawah selalu menandakan kekurangan pupuk?
Tidak selalu. Kekurangan nutrisi memang dapat memicu daun tua berubah kuning, tetapi kondisi serupa dapat muncul akibat kelebihan air, kekurangan air, drainase buruk, kurang cahaya, serangan hama, atau penyakit.
Apa hubungan kekurangan nitrogen terhadap daun tomat menguning?
Nitrogen berperan penting dalam pembentukan klorofil dan pertumbuhan vegetatif. Saat pasokan nitrogen tidak mencukupi, daun tua biasanya kehilangan warna hijau secara bertahap lalu berubah kuning.
Bagaimana cara mengatasi daun tomat menguning akibat kekurangan nitrogen?
Berikan pupuk sumber nitrogen dalam dosis sesuai kebutuhan tanaman. Pupuk kompos matang atau pupuk khusus tomat juga dapat digunakan sebagai sumber nutrisi. Hindari pemberian berlebihan agar pertumbuhan daun tidak terlalu dominan dan produksi buah tetap seimbang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361758/original/065825300_1790747145-Gemini_Generated_Image_uxl94buxl94buxl9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361755/original/045024500_1790746842-Gemini_Generated_Image_fxof16fxof16fxof.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361588/original/049427200_1790739307-HL_Kamar_mandi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354870/original/097544400_1790065290-2V4wSFwlEnYo3Z1zGjAsA9UVycIZWe3eJRVup8hV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528400/original/078985500_1773283926-saringan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305311/original/080164100_1784791347-berangin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364679/original/044693600_1791015612-Cara_Mencegah_Kutu_Buku_Muncul_di_Lemari_dan_Rak_Buku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362934/original/018864700_1790835578-Gemini_Generated_Image_tftahqtftahqtfta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364700/original/037653700_1791017163-label.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564035/original/047127500_1776923765-mohd-safri-6P5APMQQLl4-unsplash.jpg)