Liputan6.com, Jakarta - Kolam lele terpal yang sudah digunakan biasanya meninggalkan berbagai sisa kotoran di permukaan maupun bagian dasarnya. Selain sisa pakan dan kotoran ikan, permukaan terpal juga dapat dipenuhi lapisan lendir, lumut, dan endapan organik yang membuatnya terasa licin ketika disentuh.
Kondisi tersebut sebaiknya tidak langsung diabaikan, terutama jika kolam akan digunakan kembali untuk budidaya lele. Membersihkan kolam sebelum diisi air dapat membantu mengurangi sisa kotoran dari periode pemeliharaan sebelumnya sehingga kondisi kolam lebih siap digunakan kembali.
Namun, membersihkan kolam terpal juga tidak cukup hanya dengan menyiramnya menggunakan air. Ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan, mulai dari mengeluarkan sisa endapan, menggosok permukaan terpal, membilasnya hingga bersih, sampai memastikan kolam benar-benar siap sebelum kembali diisi air.
Advertisement
Lantas bagaimana saja cara membersihkan kolam lele terpal yang licin dan berlendir sebelum dipakai lagi? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (30/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Kosongkan Kolam dan Buang Semua Sisa Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514575/original/008264000_1772095176-unnamed__2_.jpg)
Langkah pertama adalah mengosongkan kolam sepenuhnya. Jika masih terdapat air bekas pemeliharaan, keluarkan sampai tidak tersisa genangan yang cukup banyak di dasar kolam. Sisa air biasanya membawa endapan kotoran, sisa pakan, serta bahan organik yang dapat membuat permukaan terpal semakin berlendir.
Apabila kolam menggunakan saluran pembuangan, manfaatkan bagian tersebut agar proses pengurasan lebih mudah. Setelah sebagian besar air keluar, periksa bagian dasar kolam karena biasanya masih terdapat lumpur atau endapan yang tidak ikut terbawa aliran air.
Endapan tersebut sebaiknya dikeluarkan terlebih dahulu menggunakan alat yang tidak merusak permukaan terpal. Hindari menggunakan benda dengan ujung tajam karena goresan kecil sekalipun dapat berkembang menjadi kebocoran ketika kolam kembali diisi air.
Advertisement
2. Angkat Lumpur, Sisa Pakan, dan Kotoran di Dasar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322141/original/052020100_1786518614-1.jpg)
Setelah air dikeluarkan, bersihkan endapan yang tertinggal di bagian dasar kolam. Lumpur, sisa pakan, dan kotoran lele biasanya menumpuk di area tertentu, terutama pada bagian dasar yang jarang terkena aliran air.
Gunakan serokan, sekop plastik, atau alat lain yang permukaannya tidak tajam untuk mengangkat endapan tersebut. Lakukan secara perlahan agar terpal tidak tertarik, tergores, atau mengalami kerusakan akibat tekanan alat.
Jangan langsung menggosok seluruh permukaan terpal ketika lumpur masih menumpuk. Endapan yang tebal justru akan membuat proses pembersihan lebih berat karena kotoran dapat menyebar ke bagian lain. Lebih baik keluarkan kotoran kasar terlebih dahulu, kemudian lanjutkan ke tahap pencucian permukaan.
3. Basahi Seluruh Permukaan Terpal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7589999/original/074521300_1780372263-kolam_udang_2.jpeg)
Setelah kotoran kasar dibersihkan, siram permukaan terpal dengan air bersih. Pembasahan ini bertujuan melunakkan lapisan lendir, sisa kotoran, dan lumut tipis yang menempel sehingga lebih mudah dibersihkan.
Fokuskan penyiraman pada bagian yang terlihat paling licin atau memiliki lapisan kehijauan. Bagian sudut kolam juga perlu diperhatikan karena kotoran sering tertinggal di area tersebut dan tidak selalu terlihat ketika kolam masih berisi air.
Tidak perlu menggunakan tekanan air yang terlalu kuat jika kondisi terpal sudah berusia cukup lama. Tekanan berlebihan pada satu titik dapat membuat terpal bergeser atau menyebabkan bagian sambungan mengalami tekanan. Gunakan air secukupnya sampai permukaan benar-benar basah sebelum masuk ke tahap penggosokan.
Advertisement
4. Gosok Terpal dengan Sikat Berbulu Sedang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343360/original/074480300_1788852592-Brush_Scrubbing_Canopy_Panel.jpg)
Setelah permukaan basah, gunakan sikat berbulu sedang untuk menggosok bagian terpal yang licin dan berlendir. Gosok secara merata dengan gerakan maju-mundur, terutama pada bagian dasar dan dinding kolam yang memiliki lapisan lendir paling tebal.
Pilih sikat yang cukup kuat untuk mengangkat lendir tetapi tidak memiliki bagian logam atau ujung tajam yang dapat merusak terpal. Sikat dengan gagang panjang juga dapat digunakan jika ukuran kolam cukup besar sehingga proses pembersihan lebih mudah dilakukan tanpa harus masuk ke dalam kolam.
Jika lendir sangat tebal, jangan memaksakan satu kali gosokan. Bersihkan lapisan kotoran secara bertahap sambil sesekali membilas permukaan dengan air. Cara ini biasanya lebih aman dibandingkan menggosok dengan tekanan sangat kuat yang berisiko membuat permukaan terpal cepat rusak.
5. Bersihkan Sudut dan Bagian yang Sulit Dijangkau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7428722/original/056103400_1780205770-Teknik_Pemasangan_Terpal_Anti_Bocor.jpg)
Bagian sudut kolam sering menjadi tempat berkumpulnya sisa pakan, kotoran, lumpur, dan lendir. Karena itu, setelah permukaan utama dibersihkan, periksa kembali setiap sudut dan lipatan terpal.
Gunakan sikat yang ukurannya lebih kecil untuk menjangkau bagian sempit. Bersihkan pula area sekitar saluran pembuangan, sambungan, serta bagian terpal yang terlipat. Jangan lupa memeriksa bagian bawah lipatan karena kotoran dapat tertinggal di sana meskipun permukaan utama sudah terlihat bersih.
Tahap ini penting karena kolam yang terlihat bersih dari kejauhan belum tentu benar-benar bebas dari sisa kotoran. Membersihkan bagian yang sulit dijangkau juga membuat proses pengisian kolam berikutnya lebih mudah karena endapan lama tidak ikut terbawa kembali ke air.
Advertisement
6. Bilas Berkali-kali hingga Tidak Ada Sisa Lendir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515053/original/065589200_1772156213-Gemini_Generated_Image_qjfdfzqjfdfzqjfd.jpg)
Setelah seluruh permukaan digosok, bilas kolam menggunakan air bersih. Jangan hanya membilas satu kali, terutama jika sebelumnya terdapat banyak lendir dan endapan.
Perhatikan air bekas bilasan yang mengalir keluar. Jika masih terlihat keruh, berbusa secara tidak wajar, atau membawa banyak serpihan kotoran, lakukan pembilasan kembali. Permukaan terpal juga dapat disentuh menggunakan tangan yang bersih untuk memastikan apakah masih terasa licin.
Hindari menganggap kolam sudah bersih hanya karena warna terpal kembali terlihat jelas. Rasa licin pada permukaan merupakan salah satu tanda bahwa masih terdapat lapisan yang menempel. Bilas kembali sampai permukaan terasa lebih kesat dan tidak menyisakan kotoran yang terlihat.
7. Keringkan dan Periksa Kondisi Terpal Sebelum Diisi Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572152/original/094330100_1777775997-Gemini_Generated_Image_sehctrsehctrsehc.jpeg)
Setelah proses pencucian selesai, jangan langsung mengisi kolam dengan air baru. Biarkan kolam dalam keadaan kosong dan kering terlebih dahulu. Jika memungkinkan, tempatkan kolam pada kondisi yang mendapatkan sirkulasi udara dan paparan sinar matahari yang cukup.
Pengeringan membantu mengurangi kelembapan yang tersisa pada permukaan terpal setelah pencucian. Pada tahap ini, periksa seluruh bagian kolam secara menyeluruh, termasuk dasar, dinding, sudut, sambungan, dan saluran pembuangan.
Periksa juga apakah terdapat lubang, sobekan, bagian yang terkelupas, atau sambungan yang mulai terbuka. Jika ditemukan kerusakan, sebaiknya lakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum kolam kembali digunakan. Setelah terpal bersih, kering, dan kondisinya baik, kolam dapat dipersiapkan untuk pengisian air sesuai kebutuhan budidaya.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Membersihkan Kolam Lele Terpal yang Licin dan Berlendir Sebelum Dipakai Lagi
1. Apakah kolam lele terpal harus dibersihkan setiap selesai digunakan?
Sebaiknya kolam dibersihkan sebelum digunakan kembali. Pembersihan membantu menghilangkan sisa kotoran, endapan, dan lendir yang tertinggal dari periode pemeliharaan sebelumnya.
2. Apakah kolam terpal yang licin boleh langsung diisi air?
Sebaiknya jangan langsung diisi. Permukaan yang masih licin dan berlendir menunjukkan masih ada lapisan kotoran yang perlu dibersihkan terlebih dahulu.
3. Sikat seperti apa yang aman untuk membersihkan terpal?
Gunakan sikat berbulu sedang yang cukup kuat untuk mengangkat lendir tetapi tidak memiliki bagian tajam atau logam yang berpotensi menggores terpal.
4. Mengapa kolam lele terpal cepat berlendir?
Salah satu penyebabnya adalah penumpukan bahan organik seperti sisa pakan dan kotoran ikan. Kondisi air dan lingkungan kolam juga dapat memengaruhi terbentuknya lapisan lendir atau lumut.
5. Apakah kolam terpal perlu dikeringkan setelah dicuci?
Sebaiknya kolam dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan kembali. Selain membantu mengurangi kelembapan, tahap ini juga memberikan kesempatan untuk memeriksa apakah terdapat kerusakan pada terpal.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361755/original/045024500_1790746842-Gemini_Generated_Image_fxof16fxof16fxof.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354870/original/097544400_1790065290-2V4wSFwlEnYo3Z1zGjAsA9UVycIZWe3eJRVup8hV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528400/original/078985500_1773283926-saringan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305311/original/080164100_1784791347-berangin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364679/original/044693600_1791015612-Cara_Mencegah_Kutu_Buku_Muncul_di_Lemari_dan_Rak_Buku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362934/original/018864700_1790835578-Gemini_Generated_Image_tftahqtftahqtfta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364700/original/037653700_1791017163-label.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564035/original/047127500_1776923765-mohd-safri-6P5APMQQLl4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5353342/original/028617700_1758172562-lantai_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364691/original/064950100_1791016321-fe333072-7805-43d7-a5b6-7b0f3fdc1264.jpg)