Resep Waffle Renyah dan Lembut ala Kafe di Rumah

0(0)

Resep waffle renyah di luar dan lembut di dalam yang mudah dibuat di rumah. Simak bahan, langkah, tips anti gagal, dan variasinya di sini.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 20:15 WIB
Copy Link
Batalkan

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta Mencari resep waffle yang benar-benar renyah di luar dan lembut di dalam seperti buatan kafe? Anda berada di tempat yang tepat. Waffle adalah kudapan panggang yang identik dengan Belgia dan kini jadi menu sarapan favorit di seluruh dunia, dengan permukaan kotak-kotak khas yang sempurna untuk menampung lelehan mentega dan sirup maple.

Kabar baiknya, membuat waffle rumahan tidak serumit yang dibayangkan. Dengan bahan sederhana yang biasanya sudah ada di dapur - tepung, telur, susu, dan mentega - plus satu waffle maker, Anda bisa menyajikan waffle hangat kapan saja tanpa perlu antre atau membayar mahal.

Sebelum masuk ke takaran dan langkah, ada satu hal menarik soal asal-usulnya. Mengutip RecipeTin Eats, waffle Belgia autentik sebenarnya dibuat dari adonan beragi (yeast dough), bukan adonan cair biasa seperti kebanyakan resep rumahan. Versi yang kita buat di sini memakai adonan cair yang lebih praktis, tetapi dengan trik agar hasilnya tetap renyah maksimal.

Bahan-Bahan Membuat Waffle

Bahan Kering

  • 200 gram tepung terigu serbaguna
  • 30 gram tepung maizena
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 1 sendok makan baking powder
  • 1/2 sendok teh garam

Bahan Basah

  • 2 butir telur, pisahkan kuning dan putihnya
  • 350 ml susu cair, suhu ruang
  • 75 gram mentega tawar, lelehkan
  • 1 sendok teh ekstrak vanila

Pelengkap (sesuai selera)

  • Sirup maple atau madu secukupnya
  • Buah beri segar secukupnya
  • Gula halus untuk taburan

Cara Membuat Waffle

  1. Panaskan waffle maker lebih dulu selama minimal 5 menit hingga benar-benar panas sebelum adonan dituang.
  2. Campur tepung terigu, tepung maizena, gula pasir, baking powder, dan garam dalam mangkuk besar, aduk rata dengan whisk.
  3. Pisahkan putih dan kuning telur, lalu kocok putih telur di wadah bersih hingga kaku dan berbusa.
  4. Di wadah lain, kocok kuning telur bersama susu suhu ruang, mentega leleh, dan ekstrak vanila hingga menyatu.
  5. Tuang campuran cair ke dalam bahan kering, aduk asal tercampur hingga adonan lembap tetapi masih sedikit bergerindil, jangan overmix.
  6. Masukkan putih telur kocok, aduk lipat perlahan hingga tercampur agar adonan tetap mengembang.
  7. Olesi cetakan panas dengan sedikit mentega atau minyak, lalu tuang adonan secukupnya tanpa mengisi penuh.
  8. Tutup waffle maker dan panggang 3-5 menit hingga warna cokelat keemasan dan uapnya berkurang, hindari sering membuka tutup.
  9. Angkat waffle dan letakkan di atas rak kawat dalam satu lapisan agar tetap renyah, jangan ditumpuk.
  10. Sajikan waffle selagi hangat dengan sirup maple, buah beri, atau taburan gula halus sesuai selera.

Tips agar Waffle Renyah dan Lembut

  • Tambahkan tepung maizena. Merujuk Inspired Taste, tepung maizena adalah bahan rahasia untuk waffle paling renyah sekaligus membuat teksturnya lebih ringan. Dikutip dari Hot Thai Kitchen, "Tepung maizena memangkas jumlah total gluten dalam tepung, sehingga menghasilkan waffle yang sangat ringan dan lembut."
  • Jangan mengaduk berlebihan. Dikutip dari King Arthur Baking, "Jangan mengocok adonan waffle; untuk waffle yang ringan dan lembut, aduk secukupnya hingga tercampur." Geoffrey Zakarian, dikutip dari Food Network, menyatakan, "Hati-hati jangan mengaduk berlebihan karena gluten bisa terbentuk dan membuat waffle jadi lebih alot."
  • Gunakan bahan cair bersuhu ruang. Susu dan telur yang tidak dingin membuat mentega leleh tidak menggumpal saat dicampur, sehingga adonan lebih halus tanpa perlu diaduk terlalu lama.
  • Pastikan waffle maker benar-benar panas. Adonan yang langsung menyentuh cetakan panas akan cepat membentuk kulit renyah, jadi beri jeda agar suhu cetakan naik kembali di antara tiap waffle.
  • Simpan di rak kawat, jangan ditumpuk. Mengacu pada A Spicy Perspective, uap dari waffle maker adalah penyebab utama waffle menjadi lembek, sehingga meletakkannya di rak kawat - bukan menumpuknya di piring - lebih menjaga kerenyahan. Untuk porsi banyak, hangatkan waffle di oven bersuhu rendah sekitar 100 derajat Celsius hingga semua siap disajikan.

Variasi dan Substitusi

Waffle Cokelat

Ganti 30 gram tepung terigu dengan cokelat bubuk untuk waffle beraroma cokelat pekat. Tambahkan segenggam choco chips ke dalam adonan sebelum dipanggang, lalu sajikan bersama es krim vanila atau saus cokelat.

Waffle Tanpa Susu

Untuk versi bebas produk susu, ganti susu cair dengan susu nabati atau air, dan gunakan minyak sayur sebagai pengganti mentega. Sebagaimana dilaporkan 12 Tomatoes, mengganti mentega dengan minyak membantu menjaga waffle tetap lembap di dalam sekaligus renyah di luar.

Waffle Keju Gurih

Kurangi gula menjadi 1 sendok makan, lalu masukkan 75 gram keju cheddar parut ke dalam adonan. Waffle gurih ini cocok dipadukan dengan telur, ayam goreng, atau sekadar taburan keju ekstra di atasnya.

Menyimpan dan Menghangatkan Waffle

Waffle paling nikmat disantap hangat, tetapi Anda bisa membuat lebih banyak dan menyimpan sisanya. Setelah benar-benar dingin, simpan waffle dalam wadah kedap udara di kulkas hingga beberapa hari, atau bekukan dengan menyelipkan kertas roti di antara tiap lembar agar tidak menempel. Saat ingin menyantapnya, panggang ulang di toaster atau oven supaya permukaannya kembali renyah, dan hindari microwave yang justru membuat teksturnya lembek.

Kunci waffle renyah dan lembut ada pada takaran yang tepat, waffle maker yang benar-benar panas, serta trik kecil seperti tambahan tepung maizena dan putih telur yang dikocok terpisah. Setelah menguasai resep dasar ini, Anda bebas berkreasi dengan aneka topping favorit dan menyajikan waffle ala kafe langsung dari dapur sendiri.

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu