Resep Keripik Bawang 1 Kg Tepung Tanpa Telur, Renyah dan Gurih untuk Camilan di Rumah

Resep keripik bawang 1 kg tepung tanpa telur bisa menjadi pilihan praktis untuk membuat camilan gurih di rumah.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 16:35 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Resep keripik bawang 1 kg tepung tanpa telur bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membuat camilan gurih, renyah, dan tahan lama untuk keluarga. Bahan-bahannya cukup sederhana, mulai dari tepung terigu, tepung tapioka, bawang putih, hingga santan atau air. Cara membuat keriipik bawang pun tidak terlalu sulit sehingga cocok untuk pemula.

Keripik bawang sering menjadi camilan favorit saat bersantai, menonton televisi, atau berkumpul bersama keluarga. Selain bisa dinikmati sendiri, keripik ini juga cocok disajikan sebagai suguhan tamu, isian stoples saat Lebaran, bahkan dijadikan ide jualan rumahan.

Menariknya, keripik bawang tetap bisa dibuat tanpa telur. Kuncinya terletak pada komposisi tepung, penggunaan lemak seperti margarin, serta proses menggoreng yang tepat agar hasilnya tidak keras dan tetap renyah.

Bahan-Bahan Resep Keripik Bawang 1 Kg Tepung Tanpa Telur

Untuk membuat keripik bawang dengan takaran 1 kg tepung terigu tanpa telur, siapkan bahan-bahan berikut.

  • 1 kg tepung terigu protein sedang
  • 200 gram tepung tapioka atau tepung kanji
  • 100 gram margarin
  • 10–12 siung bawang putih
  • 8–10 batang daun seledri, iris tipis
  • 2 sendok teh garam, atau sesuai selera
  • 1 sendok teh kaldu bubuk, opsional
  • 1 sendok teh ketumbar bubuk, opsional
  • 500–650 ml santan encer atau air, tuangkan secara bertahap
  • Minyak goreng secukupnya

Catatan: Takaran cairan dapat berbeda tergantung jenis tepung dan kelembapan adonan. Jangan langsung menuangkan seluruh santan atau air sekaligus. Jika ingin rasa lebih gurih, gunakan santan encer. Jika menginginkan rasa yang lebih ringan, air biasa juga bisa digunakan.

Cara Membuat Keripik Bawang Tanpa Telur

Setelah semua bahan siap, ikuti langkah-langkah berikut agar keripik bawang matang merata dan renyah.

1. Haluskan bawang putih

Kupas bawang putih, lalu haluskan menggunakan ulekan atau blender dengan sedikit air. Usahakan bawang benar-benar halus agar rasanya menyebar merata ke seluruh adonan.

Jika menyukai aroma bawang yang lebih kuat, Anda bisa menambahkan beberapa siung bawang putih sesuai selera.

2. Campurkan bahan kering

Masukkan tepung terigu dan tepung tapioka ke dalam wadah besar. Tambahkan garam, kaldu bubuk, serta ketumbar bubuk jika digunakan.

Aduk sampai semua bahan tercampur rata. Penggunaan tepung tapioka membantu memberikan tekstur renyah pada keripik, sedangkan tepung terigu menjadi bahan utama pembentuk adonan.

3. Masukkan margarin dan bumbu

Tambahkan margarin ke dalam campuran tepung. Aduk menggunakan tangan sampai margarin tercampur rata dan adonan terlihat berbutir.

Masukkan bawang putih halus dan irisan daun seledri. Aduk kembali sampai bumbu tersebar merata.

4. Tuangkan santan atau air sedikit demi sedikit

Tuangkan santan encer atau air secara bertahap sambil menguleni adonan. Hentikan penambahan cairan ketika adonan sudah menyatu dan bisa digiling.

Adonan keripik bawang sebaiknya tidak terlalu lembek atau lengket. Teksturnya perlu cukup padat agar mudah digiling tipis tanpa banyak tepung tambahan.

Setelah tercampur rata, diamkan adonan sekitar 10–15 menit agar lebih mudah dibentuk.

5. Giling adonan hingga tipis

Bagi adonan menjadi beberapa bagian supaya lebih mudah dikerjakan. Giling menggunakan alat penggiling mi atau rolling pin.

Buat adonan setipis mungkin, tetapi jangan sampai mudah robek. Ketebalan yang seragam membantu keripik matang merata dan menghasilkan kerenyahan yang konsisten.

Jika menggunakan mesin penggiling mi, masukkan adonan secara bertahap dan kurangi ketebalan gilingan sedikit demi sedikit.

6. Potong sesuai selera

Potong adonan menjadi bentuk persegi panjang, kotak kecil, atau memanjang seperti keripik bawang pada umumnya.

Anda juga bisa menggunakan pisau bergelombang untuk membuat tampilan keripik lebih menarik. Pastikan ukuran potongan tidak terlalu besar agar mudah digoreng dan disimpan di dalam stoples.

7. Goreng keripik hingga matang

Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak dengan api sedang. Masukkan adonan sedikit demi sedikit agar suhu minyak tidak turun terlalu drastis.

Goreng sambil sesekali diaduk sampai keripik berwarna kuning keemasan dan terlihat kering. Setelah matang, angkat dan tiriskan.

Hindari menggunakan api terlalu besar karena bagian luar keripik bisa cepat kecokelatan, sedangkan bagian dalamnya belum cukup kering.

8. Dinginkan sebelum disimpan

Letakkan keripik di atas saringan atau kertas penyerap minyak. Biarkan sampai benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke stoples.

Jangan langsung menutup wadah ketika keripik masih panas karena uap air dapat menimbulkan kelembapan dan membuat keripik cepat melempem.

Tips Agar Keripik Bawang Tanpa Telur Renyah dan Tidak Keras

Membuat keripik bawang tanpa telur sebenarnya cukup mudah. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasilnya sesuai harapan.

1. Jangan membuat adonan terlalu lembek.

Adonan yang terlalu basah akan sulit digiling dan membutuhkan lebih banyak tepung tambahan. Hal ini bisa membuat komposisi bahan berubah dan tekstur keripik kurang konsisten.

2. Giling adonan dengan ketebalan seragam.

Adonan yang terlalu tebal cenderung menghasilkan keripik yang keras atau kurang renyah. Sebaliknya, adonan yang terlalu tipis dan tidak merata mudah gosong saat digoreng.

3. Gunakan minyak yang cukup panas.

Minyak yang kurang panas membuat keripik menyerap lebih banyak minyak. Jika terlalu panas, keripik mudah gosong sebelum cukup kering. Gunakan api sedang dan sesuaikan dengan kondisi penggorengan.

4. Jangan terlalu banyak memasukkan keripik sekaligus.

Menggoreng dalam jumlah sedikit demi sedikit membantu menjaga suhu minyak dan membuat hasilnya lebih merata.

5. Pastikan keripik benar-benar dingin sebelum dikemas.

Ini merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kerenyahan. Gunakan stoples bersih, kering, dan tertutup rapat.

6. Sesuaikan penggunaan santan.

Santan dapat menambah rasa gurih, tetapi adonan harus tetap digiling tipis dan digoreng sampai kering. Untuk penyimpanan lebih lama, pastikan keripik tidak menyisakan kelembapan.

Apakah Keripik Bawang Tanpa Telur Bisa Tetap Renyah?

Bisa. Telur bukan satu-satunya bahan yang dapat digunakan untuk membuat keripik bawang. Perpaduan tepung terigu, tepung tapioka, margarin, dan cairan yang tepat sudah dapat menghasilkan adonan keripik yang renyah.

Tepung tapioka membantu memberikan tekstur garing, sedangkan margarin menambah rasa gurih dan memengaruhi tekstur adonan. Ketebalan adonan, suhu minyak, serta tingkat kekeringan setelah digoreng juga berperan besar dalam menentukan hasil akhir.

Perlu diketahui, keripik tanpa telur tidak otomatis lebih tahan lama. Daya simpannya tetap bergantung pada kadar air, kebersihan saat membuatnya, proses penggorengan, dan cara penyimpanan.

Resep Keripik Bawang 1 Kg Tepung Ini Cocok untuk Jualan?

Ya, resep ini bisa dijadikan dasar untuk usaha camilan rumahan. Takaran 1 kg tepung terigu menghasilkan adonan dalam jumlah cukup banyak, meskipun hasil akhirnya bergantung pada ketebalan adonan dan banyaknya cairan yang digunakan.

Sebelum menjualnya, lakukan uji coba untuk menentukan rasa yang paling disukai calon pembeli. Anda bisa membuat beberapa varian, seperti rasa bawang original, pedas, atau daun jeruk.

Untuk menghitung modal, catat biaya seluruh bahan, minyak goreng, gas, kemasan, dan tenaga kerja. Setelah itu, timbang hasil keripik yang sudah matang dan dingin agar biaya produksi per kemasan dapat dihitung dengan lebih akurat.

Gunakan kemasan yang rapat dan cantumkan informasi produk yang sesuai. Jika ingin menjual keripik dalam jumlah besar, lakukan pengujian daya simpan agar dapat menentukan batas konsumsi yang aman dan menjaga kualitas produk.

Pertanyaan Seputar Resep Keripik Bawang Tanpa Telur

1. Apa pengganti telur untuk membuat keripik bawang?

Keripik bawang dapat dibuat tanpa pengganti telur khusus. Gunakan perpaduan tepung terigu, tepung tapioka, margarin, serta air atau santan secukupnya untuk membentuk adonan.

2. Mengapa keripik bawang terasa keras setelah digoreng?

Keripik bawang bisa menjadi keras karena adonan terlalu tebal, komposisi tepung kurang sesuai, atau adonan terlalu kering saat diuleni. Cobalah menggiling adonan lebih tipis dan memastikan teksturnya tidak terlalu padat.

3. Bagaimana cara menyimpan keripik bawang agar tidak melempem?

Dinginkan keripik sampai suhu ruang, lalu simpan dalam stoples atau kemasan kedap udara yang bersih dan kering. Hindari menyimpan keripik di tempat lembap atau membuka wadah terlalu lama.