Liputan6.com, Jakarta Resep Keripik Sawi Renyah Pedas layak dicoba buat kamu yang bosan mengolah caisim sekadar pelengkap mi ayam atau bakso. Lembaran daun sawi hijau dibalut adonan tepung setipis mungkin, digoreng garing, lalu ditaburi bumbu cabai hingga menghasilkan camilan kriuk yang gurih sekaligus pedas. Teksturnya mengingatkan pada keripik bayam, tetapi rasa sawi yang sedikit getir memberi karakter tersendiri.
Kudapan ini termasuk bagian dari tradisi panjang keripik sayur dan peyek di Nusantara. Jika keripik bayam lebih dulu jadi primadona, sawi hadir sebagai alternatif yang tak kalah menarik dan gampang ditemukan di pasar. Popularitasnya pun sejalan dengan tren jajanan pedas kekinian yang terus digemari.
Membuatnya tidak rumit dan bahannya murah. Panduan berikut merinci takaran adonan, suhu minyak yang tepat, hingga trik dapur agar hasilnya renyah tahan lama dan tidak cepat melempem.
Advertisement
Bahan-bahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382686/original/093833700_1793006538-Gemini_Generated_Image_osb4liosb4liosb4.jpg)
Adonan pelapis adalah kunci kerenyahan. Kombinasi tepung beras dan tepung tapioka memberi tekstur garing yang ringan, sementara sedikit tepung maizena menambah kriuk. Sebagaimana dikutip dari The Kitchn, menambahkan tepung maizena ke bahan kering menghasilkan lapisan yang sangat renyah. Untuk racikan lain, kamu bisa menengok berbagai campuran tepung agar gorengan renyah tahan lama.
Bahan utama
- 250 gram sawi hijau (caisim), pilih yang berdaun lebar dan segar
Adonan pelapis
- 150 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 1 sdm tepung maizena
- 1 butir putih telur (opsional)
- 250 ml air es
Bumbu halus
- 4 siung bawang putih
- 1 sdt ketumbar bubuk
- 1/2 sdt kunyit bubuk
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt kaldu bubuk
Bumbu tabur pedas
- 3 sdm cabai bubuk, sesuaikan tingkat kepedasan
- 1/2 sdt gula halus
- 1/2 sdt garam
- 1/4 sdt kaldu bubuk
Pelengkap
- minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
Advertisement
Cara Membuat keripik sawi renyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382687/original/004558300_1793006539-Gemini_Generated_Image_x3fheox3fheox3fh.jpg)
- Cuci bersih sawi hijau, buang bonggolnya, lalu potong daun sesuai selera. Tiriskan dan tepuk-tepuk dengan tisu dapur hingga benar-benar kering.
- Haluskan bawang putih, kemudian campurkan dengan ketumbar bubuk, kunyit bubuk, garam, dan kaldu bubuk hingga rata.
- Satukan tepung beras, tepung tapioka, tepung maizena, dan bumbu halus dalam wadah, lalu tuang air es sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan encer seperti krim cair; jangan mengaduk berlebihan.
- Masukkan putih telur bila digunakan, aduk sebentar saja agar adonan tetap ringan.
- Panaskan minyak dalam jumlah banyak dengan api sedang hingga sekitar 170 derajat Celsius; uji dengan meneteskan sedikit adonan, jika langsung mengapung dan berbuih berarti minyak siap.
- Celupkan lembaran daun sawi ke dalam adonan tipis-tipis hingga seluruh permukaannya terlapisi.
- Goreng daun sawi satu per satu tanpa berdesakan hingga buih mereda dan keripik berwarna kuning keemasan serta terasa kaku.
- Angkat keripik, lalu tiriskan di atas rak kawat atau tisu dapur agar minyak berlebih turun dan teksturnya tetap garing.
- Campur cabai bubuk, gula halus, garam, dan kaldu bubuk, kemudian taburkan ke keripik selagi hangat sambil diaduk rata; dinginkan sepenuhnya sebelum menyimpannya dalam toples kedap udara.
Tips agar Hasil Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382688/original/016303900_1793006539-Gemini_Generated_Image_3z65p93z65p93z65.jpg)
- Keringkan daun sawi hingga bebas air. Sebagaimana dilaporkan America's Test Kitchen, bahan harus ditepuk kering sebelum digoreng karena kelembapan adalah musuh utama kerenyahan, dan makanan yang masuk ke minyak bersuhu terlalu rendah akan menyerap minyak lalu menjadi lembek. Sisa air pada daun juga membuat minyak meletup.
- Pakai air es dan jangan mengaduk berlebihan. Dilansir dari Just One Cookbook, adonan bergaya tempura sebaiknya dibuat dari air es dan langsung dipakai, sebab suhu dingin memperlambat aktivasi gluten sehingga lapisan tetap ringan dan renyah. Aduk asal tercampur; adonan yang sedikit bergerindil justru bagus. Simak juga teknik menggoreng agar renyah dan tahan lama.
- Jaga suhu minyak di kisaran 170 derajat Celsius dan jangan berdesakan. Pada suhu ini, air dari daun menguap menjadi gelembung uap yang menahan minyak agar tidak meresap, sehingga keripik justru mengering dan renyah; ketika gelembung mulai mereda, itu tanda keripik sudah matang. Menggoreng terlalu banyak sekaligus akan menurunkan suhu minyak drastis dan membuat keripik menyerap lebih banyak minyak.
- Kombinasikan tepung beras dengan sedikit maizena. Tara Mayfield, sous chef, dikutip dari Chowhound, menyatakan, "Tepung maizena menarik cairan dari permukaan dan mencegah kerak menjadi lembek."
- Taburi daun dengan tepung kering sebelum dicelup, lalu tiriskan di rak kawat. Lapisan tepung tipis membantu adonan menempel merata, dan meniriskan di rak, bukan di atas tumpukan tisu, mencegah bagian bawah lembap. Teknik lapisan tipis serupa juga dibahas pada cara membuat keripik daun dengan tepung tipis. Chef Eric Huang, dikutip dari Food Republic, menyarankan agar bahan memperoleh "lapisan tepung kering yang benar-benar merata tepat sebelum digoreng."
Baca juga: Cara Membuat Gorengan Renyah, Perhatikan Tepung hingga Api
Advertisement
Variasi dan Substitusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382689/original/026223700_1793006539-Gemini_Generated_Image_2mlbzl2mlbzl2mlb.jpg)
Versi gurih bersantan. Ganti sebagian air es dengan santan encer untuk rasa yang lebih gurih dan aroma wangi. Takaran tepung tetap sama, cukup kurangi air sesuai jumlah santan yang ditambahkan. Cocok bagi yang menyukai keripik dengan karakter rasa lebih kaya.
Versi ramah anak (tanpa cabai). Lewati bumbu tabur pedas dan cukup taburi garam halus atau bubuk keju gurih. Level pedas mudah diatur dengan menambah atau mengurangi cabai bubuk, jadi satu adonan bisa dibagi untuk selera berbeda.
Versi lebih ringan tanpa banyak minyak. Keringkan daun berbumbu memakai oven atau air fryer hingga renyah, mirip metode keripik sayur yang lebih sehat. Hasilnya lebih ringan meski warnanya tidak sekuning gorengan. Ingin ide camilan lain, coba keripik singkong pedas manis, cireng isi tahu pedas, atau tahu popcorn crispy.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Keripik Sawi
Kenapa keripik sawi cepat melempem?
Keripik sawi umumnya melempem karena daun masih basah saat dicelup adonan, suhu minyak terlalu rendah, atau lapisan adonan terlalu tebal. Pastikan daun benar-benar kering, gunakan minyak panas yang stabil, dan buat adonan encer. Setelah matang dan dingin, simpan dalam wadah kedap udara agar kriuknya bertahan.
Sawi jenis apa yang paling cocok untuk membuat keripik sawi?
Sawi hijau atau caisim dengan daun lebar dan segar paling ideal karena mudah dilapisi adonan tipis dan cepat garing. Pilih daun yang tidak layu, tidak berlubang, dan tidak terlalu tua. Sawi yang terlalu tua cenderung berserat kasar sehingga sulit renyah.
Bagaimana cara menyimpan keripik sawi agar tahan lama?
Dinginkan keripik sepenuhnya sebelum disimpan supaya uap panas tidak terperangkap dan membuatnya lembek. Masukkan ke toples kedap udara agar tetap renyah, bila perlu beri alas tisu kering untuk menyerap sisa minyak. Jika mulai melempem, panggang sebentar di oven bersuhu rendah untuk mengembalikan kerenyahannya, sebagaimana trik menjaga keripik renyah dan tahan lama.
Dengan takaran adonan yang pas, minyak yang cukup panas, dan taburan cabai sesuai selera, keripik sawi renyah pedas buatan sendiri bisa menjadi stok camilan yang lebih hemat sekaligus bebas pengawet. Selamat mencoba, dan atur level pedasnya sesuai seleramu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382447/original/017524100_1792996400-Anies_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486120/original/097525000_1769575957-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-28T114945.709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382280/original/090010700_1792986930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-26T105247.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382685/original/080175200_1793006538-Gemini_Generated_Image_7h37w97h37w97h37.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382743/original/061057400_1793007926-6acc94ed-079e-4564-a759-f207e8f1a737.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382718/original/049025900_1793006967-Gemini_Generated_Image_lt1pxvlt1pxvlt1p.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382697/original/069918200_1793006679-5b4997bb-dfcd-497b-b9bd-872043e3fd38.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381175/original/041498200_1792760893-vitaly-gariev-yOS16bnVZvw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328831/original/025500100_1787209875-01M0ET25EBH9Q7Y885EKM2NFJT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361093/original/029086800_1790675485-01M3P4H8WZE6C7Q226Q72PAXR6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379749/original/069052300_1792646043-ainur-iman-nSfo9ykCvdE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382591/original/066178900_1793002380-cropped-41508c18-baaa-4471-a941-025c4874d323.jpg)