Rosan Ungkap 3 Ambisi Danantara di TIIF 2026

CEO Danantara Rosan Roeslani menuturkan, ada tiga ambisi yang ingin diraih dalam DTIIF 2026.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 18:28 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Perkasa Roeslani menegaskan, keberhasilan forum investasi tidak cukup diukur dari diskusi dan pertukaran gagasan. Lebih dari itu, forum harus menghasilkan kemitraan strategis hingga proyek investasi konkret yang dapat direalisasikan.

Hal tersebut disampaikan Rosan dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ia menekankan, pentingnya memastikan seluruh rangkaian kegiatan forum memberikan hasil nyata bagi transformasi ekonomi dan industri Indonesia.

Menurut Rosan, terdapat tiga ambisi utama yang ingin dicapai melalui forum tersebut. Pertama, membangun kemitraan strategis untuk mendukung transformasi ekonomi dan industri nasional dalam jangka panjang.

"Ambisi kita mencakup tiga hal. Pertama, membangun kemitraan strategis yang mendukung transformasi ekonomi dan industri jangka panjang Indonesia,” kata Rosan.

Kedua, memobilisasi modal dan keahlian global untuk mengubah proyek-proyek berdampak tinggi di sektor swasta kita menjadi peluang investasi yang layak secara finansial (bankable).

Ketiga, mewujudkan keterlibatan menjadi inisiatif konkret yang dapat ditindaklanjuti, menyusun rangkaian proyek, serta merancang langkah tindak lanjut yang berkelanjutan jauh setelah forum ini berakhir.

Ambisi tersebut menunjukkan Danantara ingin menjadikan DTIIF sebagai pintu masuk bagi pengembangan kerja sama investasi yang berorientasi pada pelaksanaan proyek, bukan berhenti pada pertukaran ide.

Libatkan Berbagai Sektor Strategis

Rosan menjelaskan, persiapan menuju DTIIF 2026 telah dilakukan melalui rangkaian lokakarya Road to DTIIF sejak September lalu. Kegiatan tersebut mempertemukan badan usaha milik negara (BUMN), para menteri, regulator, dan mitra terkait untuk membahas peluang pengembangan berbagai sektor.

Sejumlah sektor yang menjadi perhatian meliputi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), infrastruktur digital, kemaritiman, inovasi digital dan keuangan, kelistrikan, mobilitas, hingga penerbangan.

Pembahasan lintas sektor ini menjadi landasan untuk menjajaki peluang investasi sekaligus mengidentifikasi ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama mitra strategis.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6