Investasi Kripto Makin Diminati, Upbit Ingatkan Manajemen Risiko

Upbit Indonesia menilai investasi kripto berpotensi menjadi pilihan diversifikasi, tetapi investor perlu memahami risiko dan kemampuan finansial.

Diterbitkan 25 Oktober 2026, 12:35 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aset kripto masih berpotensi menjadi salah satu pilihan diversifikasi investasi bagi masyarakat Indonesia. Namun, di tengah pergerakan harga yang fluktuatif, investor perlu memahami karakter aset digital, memperhitungkan risiko, serta menyesuaikan keputusan investasi dengan tujuan dan kemampuan finansial masing-masing.

Upbit Indonesia menilai peluang investasi kripto sejalan dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap aset digital, semakin luasnya akses ke platform perdagangan yang teregulasi, serta perkembangan ekonomi digital.

Pasar kripto global sendiri bergerak dinamis. Perubahan harga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi industri aset digital hingga perkembangan makroekonomi, seperti inflasi, kebijakan suku bunga bank sentral, dan sentimen pasar keuangan dunia.

Di tengah kondisi tersebut, minat investor institusional terhadap aset kripto masih terjaga. Sementara itu, jumlah investor kripto di Indonesia terus bertumbuh seiring berkembangnya ekosistem perdagangan yang diawasi regulator.

CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, mengingatkan bahwa investor tidak seharusnya hanya berfokus pada peluang keuntungan ketika memilih aset kripto.

“Kripto memiliki karakter dan risiko yang berbeda dibandingkan instrumen investasi lainnya. Karena itu, yang paling penting bukan sekadar melihat peluang keuntungan, tetapi memahami aset yang dipilih, risikonya, serta memastikan keputusan investasi sesuai dengan kondisi dan tujuan keuangan masing-masing," jelas dia dikutip Minggu (25/10/2026).

 

Investasi Kripto Bisa Jadi Diversifikasi, tetapi Risiko Tetap Ada

Aset kripto menjadi salah satu alternatif di tengah beragamnya pilihan investasi. Bagi sebagian investor, aset digital dapat dimasukkan ke dalam strategi diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis instrumen.

Selain perdagangan, perkembangan teknologi blockchain juga membuka peluang pemanfaatan aset digital dalam berbagai aktivitas. Partisipasi investor ritel dan institusional turut mendukung perkembangan industri kripto secara global.

Meski demikian, potensi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai risiko. Harga aset kripto dapat berubah signifikan dalam waktu singkat akibat kondisi pasar global, sentimen investor, perkembangan teknologi, hingga perubahan regulasi.

Karena itu, investor perlu melakukan riset mandiri sebelum membeli aset digital. Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain mempelajari aset yang dipilih, melakukan diversifikasi, serta menentukan porsi investasi sesuai kemampuan finansial.

Investor juga disarankan tidak menggunakan dana untuk kebutuhan pokok maupun dana hasil pinjaman untuk berinvestasi.

"Potensi investasi sebaiknya selalu dilihat bersama dengan risikonya. Saat pasar berfluktuasi, investor perlu tetap tenang, tidak mengambil keputusan berdasarkan emosi, serta menentukan porsi investasi sesuai profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing," jelas Resna.

 

Upbit Dorong Investor Kripto Lebih Mengandalkan Pengetahuan

Upbit Indonesia mendorong masyarakat untuk memahami investasi kripto secara lebih menyeluruh, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga dalam jangka pendek.

Pemahaman tersebut mencakup teknologi yang mendasari aset digital, fungsi setiap aset, faktor yang memengaruhi harga, serta risiko yang melekat pada industri kripto.

Menurut Upbit Indonesia, peningkatan jumlah investor perlu diikuti dengan peningkatan literasi keuangan dan pemahaman mengenai aset digital. Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan investasi secara lebih terukur.

Investor juga perlu memahami bahwa setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Oleh sebab itu, keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan kemampuan menanggung potensi kerugian.

“Pertumbuhan jumlah investor kripto di Indonesia perlu diiringi dengan peningkatan pemahaman. Kami mendorong masyarakat untuk melihat investasi kripto dengan perspektif jangka panjang dan berbasis pengetahuan. Semakin baik pemahaman investor terhadap aset dan risikonya, semakin baik pula kualitas keputusan investasi yang dapat diambil," tutup Resna.

Â